Selasa, 02 Februari 2016

Q001005003 (Surat Al-Fatihah, Ayat ke-5, Kata "wa-iyyaaka")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

الرّحمٰنِ الرّحيمِ

مالكِ يوْمِ الدّينِ

إيّاكَ نَعْبدُ وإيّاكَ نَستعِينُ

Insyaa' Allah hari ini pembahasan kita adalah pengulangan kata dua hari sebelumnya. Perbedaannya cuman kata wa (َو) yang beraryi dan. 

Jadi kata kita hati ini adalah wa-iyyaaka (وإيّاكَ) yang berarti "dan (hanya) kepadaMu".

1.0. indek = Q001005003
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 5
1.3. no kalimat = 3
2.0. Qur'anic = وَإِيَّاكَ
2.1. Tarjamah = dan hanya kepada-Mu 
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = وَ
3.1. Tarjamah = dan
3.2. Jenis kalimat = حرْف
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = كَ
5.1. Tarjamah = engkau, kamu
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = إِيَّا
6.1. Tarjamah = kepada
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = ايي
7.1. Tarjamah = yang mana
7.2. Jenis kalimat = إسم

Semoga bermamfaat, wallahu a'lamu bishshawab.





--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Q001005002 (Surat Al Fatihah, Ayat ke-5, Kata "na'budu")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. 

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

الرّحمٰنِ الرّحيمِ

مالكِ يوْمِ الدّينِ

إيّاكَ نعْبدُ وإيّاك نَسْتَعِينُ

Insyaa Allah hari ini kita lanjut dengan kata ke-2 ayat ke-5 surat Al Fatihah yaitu na'budu (نَعْبُدُ) yang berarti "kami menyembah".

Kemaren telah kita bahas dhamir atau kata ganti nama dan kita sebutkan bahwa dhamis adalah isim ma'rifat dan juga tidak berubah harakatnya (isim mabnii إسم مبني). Dhamir  sebagai objek disebut dhamir nashab sedangkan isim objek disebut maf'ul dan isim objek yang ada dhamir nya disebut maf'ul bih. 

Isim yang harakat huruf akhirnya fathah disebut isim manshub. Jadi tadi isim objek (maf'ul) huruf akhirnya fathah atau isim manshub.

Pada kata ke-2 ayat ke-5 surat Al-Fatihah, kita akan membahas Dhamir Rafa' yaitu kata ganti nama sebagai subjek. Kita akan mulai membahas kata fi'il yang dipakai dalam kalimat.

Kata na'budu (نَعْبُدُ) = "kami menyembah" terdiri dari dhamir rafa na (نَـ) = "kami" dan fi'il mudhari' 'budu (عْبُدُ) = "menyembah". Fi'il mudhari' (فِعْل مُضَارِع) adalah kata kerja kini, sedang, nanti dan kebiasaan. 

Jadi na'budu berarti "kami (sedang, akan dan senantiasa) menyembah".

Pada ayat hamdalah sudah kita bahas bahwa isim sebagai subjek disebut isim mubtada' seperti alhamdu. Isim yang huruf akhirnya berharakat dhammah disebut isim marfu'. Pada fi'il, perubahan harakat mengikuti pola tertentu. Untuk fi'il mudhari, perubahan harakatnya terjadi di dua tempat: di awal dan di akhir, perubahan harakatnya tergantung dari jenis pelaku (fa'il) atau dhamir rafa'.

Di hari2 pertama sudah pernah kita sebutkan bahwa  biasanya (sebagian besar) akar kata bahasa Arab terdiri dari 3 huruf dan biasanya berharakat fathah. Akar kata bahasa Arab ini biasanya  adalah kata fi'il madhi (فِعْل مَاضِي) yaitu kata kerja telah lampau yang dilakukan oleh orang laki2 pihak ke-3: "dia laki2 telah".

Pada surat Al Fatihah, ayat ke-5 kata ke-2, akar katanya adalah 'abada (عَبَدَ) adalah fi'il madhy yang berarti (dia laki2 telah) menyembabah, fi'il mudhari' nya menjadi ya'budu - يَعْبُدُ (dia laki2 sedang, akan dan senantiasa) menyembah. Kalau pelakunya adalah dhamir kami maka menjadi نَعْبُدُ yang berarti kami (sedang, akan dan senantiasa) menyembah.

Kata kita hari ini adalah na'budu (نعْبدُ), di dalam Al Qur'an terdapat sebanyak 4 kali, sementara akar kata 'abada (عبد) terdapat sebanyak 275 kali.  

1.0. indek = Q001005002
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 5
1.3. no kalimat = 2
2.0. Qur'anic = نَعْبُدُ
2.1. Tarjamah = kami menyembah
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = نَ
3.1. Tarjamah = kami
3.2. Jenis kalimat = إسم
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = عَبَدَ
6.1. Tarjamah = menyembah
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = عَبَدَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) menyembah
7.2. Jenis kalimat = فعل

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawab.





--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Q001005001 (Surat Al-Fatihah, Ayat ke-5, Kata "iyyaaka")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. 

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ 

الرّحمٰن الرّحيمِ 

مالكِ يوْمِ الدّينِ 

إيّاكَ نعبدُ وإيّاكَ نستعينُ

Insyaa Allah kita masuk dalam pembahasan ayat ke-5 surat Al-Fatihah. Kemaren kita sudah bahas bahwa kalimat majemuk (idhafah) terdiri dari tiga kata isim pada ayat ke-4 surat Al Fatihah. Dimana kata isim terakhir (الدّينِ) dari mudhaf ilaih yang ma'rifat, sedangkan kata kedua atau sebelum terakhir (يوْمِ) tidak ma'rifat atau disebut nakirah sama dengan kata pertama (مالكِ) yang juga nakirah.

Pada kata ke-1 ayat ke-5 surat Al Fatihah ini yaitu iyyaaka (إِيَّاكَ) yang terjemahan "hanya kepadaMu" merupakan isim dhamir, isim ma'rifat, isim objek (maf'ul bih) atau isim manshub yaitu isim yang berharakat fathah.

Sebelumnya mari kita lihat dulu definisi dhamir. Dhamir adalah kata ganti nama/sebutan, seperti saya, kamu, dia, dll.

Dalam bahasa Arab, dhamir merupakan isim ma'rifat. Dhamir bisa sebagai subjek atau objek. Dhamir sebagai objek disebut maf'ul bih. Huruf terakhir kata pada posisi objek (bukan dhamir karena harakat dhamir tidak berubah) berharakat fathah atau disebut mandhub.

Jadi huruf yaa kata Iyyaka berharakat fathah karena merupakan isim manshub, sementara huruf ka (كَ) pada kata iyyaaka adalah dhamir dari kamu sebagai objek - sedangkan subjek dari dhamir kamu adalah kata anta (أنْتَ).

Jadi kata iyyaaka (= kepadamu) adalah objek dan biasanya objek terletak di belakang kata lain. Pada ayat ke-5 surat Al Fatihah ini, kata iyyaaka ditempatkan didepan kata lainnya. Menurut ahli tafsir, jika objek ditempatkan didepan kata lain maka ditambahkan kata "hanya", sementara kata ka (= Mu) di ayat ini adalah dhamir dari kata Maaliki pada ayat sebelumnya.

Pembahasan kita hari ini adalah kata iyyaaka (إيّاكَ) = kepadaMu. Di dalam Al Qur'an, kata iyyaaka (إِيَّاكَ) hanya terdapat dua kali dan dua-duanya di ayat ke-5 surat Al Fatihah. Tetapi akar kata ايي terdapat sebanyak 628 kali di dalam Al Qur'an.

1.0. indek = Q001005001
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 5
1.3. no kalimat = 1
2.0. Qur'anic = إِيَّاكَ
2.1. Tarjamah = hanya kepada-Mu 
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = كَ
5.1. Tarjamah = engkau, kamu
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = إِيَّا
6.1. Tarjamah = kepada
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = ايي
7.1. Tarjamah = yang mana
7.2. Jenis kalimat = إسم


Semoga bermamfaat, wallahu a'lamu bishshawab.





--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Q001004003 (Surat Al-Fatihah, Ayat ke-4, Kata "Ad Diini")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. 

بيمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ 

الرّحمٰنِ الرّحيمِ 

مالكِ يوْمِ الدّينِ

Insyaa Allah kita lanjutan pembahawan ayat ke-4 surat Al Fatihah. Kemaren sudah kita bahas kata yaumi (يَوْمِ) dan pembahasannya membingungkan karena kesalahan asumsi atau karena saya menganggap pasangan kata mudhaf ilaih hanya dua kata saja seperti sebelumnya (bismi dengan lafazh Al-Jalaalah Allah). Padahal, per definisi dan juga sudah kita bahas di awal bahwa kalimat terdiri dari minimal 2 (dua) kata, begitu juga dengan pasangan kalimat idhafah (mudhaf dan mudhaf ilaih).

Pada ayat ke-4 surat Al-Fatihah ini, pasangan idhafah terdiri dari 3 (tiga) kata. Karena kalau cuman dua yaitu Maaliki dan Yaumi maka kata Yaumi harus ma'rifat atau ditambah Alif Lam, tapi artinya jauh berbeda karena kata Al-Yaumi berarti HARI INI (today) dan secara tauhid ini SALAH BESAR. 

Jadi pada ayat ke-4 surat Al-Fatihah ini, kalimat idhafah terdiri dari 3 kata dan per definisi, kata terakhir harus ma'rifat. Tetapi kata kedua tetap mengikuti dalil/aturan mudhaf ilaih yaitu majrur, huruf akhirnya kasrah. Dengan demikian kata yaumi tetap mudhaf ilaih dan kata Ad-Diini (الدّينِ) juga mudhaf ilaih, huruf nun di akhir katanya berakat kasrah (ـنِ).

Jadi pada ayat ke-4 surat Al-Fatihah terdapat dua kata mudhaf ilaih yaitu Yaumi (يوْمِ) dan Ad-Diini (الدّينِ) dari kata mudhaf Maaliki (مالكِ).

Sebagai padanan dalam bahasa Indonesia bahwa kalimat Idhafah adalah kalimat majemuk dari dua atau lebih kata benda. Kata benda yang pertama disebut Mudhaf dan kata benda kedua dan seterusnya disebut Mudhaf Ilaihi. Tujuan dari kata majemuk/idhafah ini agar kata2 benda yang berdiri sendiri-sendiri ini menjadi jelas artinya (ma'rifat), sebagai contoh:

1a. bismi = dengan nama (tidak jelas - nakirah)

1b. Allah = Allah (jelas - ma'rifat)

Maka gabungannya

1a + 1b. Bismillahi = dengan Nama Allah (jelas - ma'rifat)

Contoh lain:

3a. Rabb = Tuhan, Pemilik (belum jelas yang mananya karena orang Arab menyebut Rabb juga kepada pemilik Kambing - ingat cerita dialog Abrahah dengan Abdul Muthalib, jadi kata Rabbi adalah isim nakirah).

3b. Al-'Aalamiina = Alam Semesta (jelas - ma'rifat).

Gabungan katanya menjadi 

Rabbil'aalamiina = Pemelihara (Semua) Alam Semesta (jelas - ma'rifah).

Kata Alif Lam diawal kata Diini ini merubah arti kata diini = agama menjadi ad-diini = Pembalasan/Hisab (judgement). Dari nakirah menjadi ma'rifat.

1.0. indek = Q001004003
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 4
1.3. no kalimat = 3
2.0. Qur'anic = ٱلدِّينِ
2.1. Tarjamah = pembalasan
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = ال
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = حرْف
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = دِين
6.1. Tarjamah = agama
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = َدَيَن
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) menghutangkan
7.2. Jenis kalimat = فعل

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawab.





--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Q001004002 (Surat Al-Fatihah, Ayat ke-4, Kata "yaumi")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. 

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ
الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمينَ
الرّحمٰن الرّحيم
مالكِ يوْمِ الدّينِ


Insyaa' Allah hari ini kita bahas kata ke-2 dari ayat ke-4 surat Al-Fatihah yaitu yaumi (يَوْمِ) = hari. 

Kata yaumi (يَوْمِ) atau yaum (يَوْم) - baik asal kata atau akar kata semuanya adalah isim nakirah. Tapi disini kata yaumi menjadi ma'rifat karena mudhaif ilaih, dengan demikian kata yaumi kasrah di mim (مِ) semenentara kata sebelumnya Maliki adalah isim nakirah.

Ini kata kita hari ini, yaumi (يَوْمِ). Di dalam Al Qur'an kata yaumi muncul sebanyak 73 kali.

1.0. indek = Q001004002
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 4
1.3. no kalimat = 2
2.0. Qur'anic = يَوْمِ
2.1. Tarjamah = hari
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = يَوْم
6.1. Tarjamah = hari
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = يَوْم
7.1. Tarjamah = hari
7.2. Jenis kalimat = إسم


Semoga bermamfaat, wallahu a'lamu bishshawab.





--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Q001004001 (Surat Al-Fatihah, Ayat ke-4, Kata "Maaliki")

Assalam mu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. 

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

الرّحمٰنِ الرّحيمِ

Insyaa' Allah hari ini kita mulai membahas ayat ke-4 dari surat Al Fatihah. Kata Maaliki (مَالِكِ) artinya Pemilik, kalau ma- dibaca pendek sehingga menjadi Maliki maka artinya Raja, menurut ahli tafsir tidak ada perubahan ma'na. Tapi untuk pembahasan kita menggunakan kata Maaliki yang berasal dari kata Maalik (مَالِك) = Pemilik. Akar katanya adalah malaka (مَلَكَ) yang berarti (dia laki2 telah) memiliki atau menguasai.

Huruf kaf berharakat kasrah (ـكِ) karena kata Maaliki merupakan kata pengganti lafazh Al-Jalaalah اللهِ pada kata Lillahi di ayat Hamdalah sebelumnya. Jadi Maaliki juga merupakan badal (kata pengganti) sama dengan Rabbi.

Kata kita hari dan di dalam Al Qur'an cuman ada dua kata Maaliki (مَالِكِ) ini:

1.0. indek = Q001004001
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 4
1.3. no kalimat = 1
2.0. Qur'anic = مٰلِكِ
2.1. Tarjamah = Pemilik
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = مَالِك
6.1. Tarjamah = Pemilik
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = مَلَك
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) memiliki, menguasai
7.2. Jenis kalimat = فعل


Wallahu a'lamu bishshawab, semoga bermamfaat.





--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Senin, 01 Februari 2016

Q001003002 (Surat Al-Fatihah, Ayat ke-3, Kata "Ar-Rahiimi")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

‎بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمينَ

الرّحمٰنِ الرّحيمِ 

Insyaa' Allah hari kita bahas ayat ke-3 surat Al Fatihah. Kebetulan kedua katanya yaitu ‎الرّحمٰنِ dan الرّحيمِ  sudah kita bahas pada ayat Basmalah (ayat ke-1).

Seperti telah kita bahas sebelumnya bahwa kata Ar-Rahmaani adalah shifat dari lafazh Al-Jalaalah اللهِ, begitu juga dengan kata Ar-Rahiimi (الرّحيمِ) adalah shifat dari maushuf lafazh Al-Jalaalah اللهِ. Kata Rahiimi merupakan isim fa'il atau berasal dari kata kerja dengan wazan/rumus fa'iil (فَعيل) dari kata kerja fi'il madhi رَحِمَ - fi'il mudhari' يَرْحَمُ.

1.0. indek = Q001003002
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 3
1.3. no kalimat = 2
2.0. Qur'anic = ٱلرَّحِيمِ
2.1. Tarjamah = yang Maha Penyayang
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = ال
3.1. Tarjamah = yang 
3.2. Jenis kalimat = حرْف
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = رَحِيم
6.1. Tarjamah = pengasih, penyayang
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = رَحِمَ
7.1. Tarjamah = (dia laki-laki telah) mengasihi, menyayangi
7.2. Jenis kalimat = فعل

Alhamdulillah, wallahu a'lamu bishshawabi, semoga bermamfaat.




--

Wassalam,
Aba Abdirrahim