Senin, 14 Maret 2016

Q002005003 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-5, Kata "hudan")

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الٓمٓ

ذٰلك الكتٰبُ لا ريبَ فيهِ هدًى لّلمتّقِينَ

الّذين يؤمنُونَ بالغيبِ ويقيمُونَ الصّلوٰةَ وممّا رزقنٰهُم ينفقُونَ

والّذين يؤمنُونَ بمآ أُنزِل إليكَ ومآ أُنزِل مِن قبلِكَ وبالءاخرةِ هُم يوقنُونَ

أولئك على هدًى مِّن رّبِّهِم وأولئك هُمُ المفلحُونَ


Alhamdulillah wasyukurillah atas segala nikhmat yang Allah anugerahkan kepada kita semua. Salawat dan salam kita sampaikan kepada baginda Rasulullah Muhammad SAW berserta keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabiut tabiahum, dan ummat Islam sepanjang zaman dimanapun berada. Semoga kita tetap istiqamah menegakkan ajarN Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabbi al'aalamiin.

Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan sehingga dapat melanjutkan pembahasan kata per kata (alfaazha) ayat-ayat Al-Qur'an Al-Kariim. Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-3 ayat ke-5 dari surat Al-Baqarah, yaitu kata hudan (هُدًى) = petunjuk.

Sebelumnya kita bahas dulu kata uulaika (أولئك) yang merupakan atau menempati posisi rafa' mubtada (subjek), tetapi karena uulaika (أولئك)  isim mabni maka harakatnya tidak berubah menjadi dhammah (sebagai alamat atau ciri2 atau tanda 'irab rafa). Kata predikat atau isim khabar dari kata uulaika (أولئك) ini tersembunyi atau tersirat. 

Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya bahwa kata hudan (هُدًى) adalah isim fi'il (masdar) dengan wazan فُعْل dari kata fi'il madhi (هَدَى) - fi'il mudhari' (يَهدِي). 

Pada ayat ke-5 ini, kata hudan (هدًى) merupakan isim majrur yaitu huruf terakhirnya harus kasrah karena huruf jarr 'alaa (عَلَى) pada kata ke-2 sebelumnya. Tetapi karena huruf alif maqsurah atau alif bengkok (ى) pada kata hudan adalah asli bukan tambahan, maka kata hudan dijarrkan (dikasrahkan) dengan kasrah muqaddarah (tersirat - bukan tersurat).

Kata ke-2 jarr على (= di atas) dan kata ke-3 majrur هدًى (= petunjuk) ini merupakan muta'aliq (keterangan atau terkait) dengan kata ke-1 أولئك (= mereka itu).

Kata hudan (هدًى) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 43 kali, sementara akar kata hadaya (هدي) terdapat sebanyak 316 kali.

1.0. indek = Q002005003
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 5
1.3. no kalimat = 3
2.0. Qur'anic = هُدًى
2.1. Tarjamah = petunjuk
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = هُدًى
6.1. Tarjamah = di atas
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = هَدَى
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) memberi petunjuk, hidayah
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawaabi.



--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Minggu, 13 Maret 2016

Q00200502 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-5, Kata "'alaa")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الٓمٓ

ذٰلك الكتٰبُ لا ريبَ فيهِ هدًى لّلمتّقِينَ

الّذين يؤمنُونَ بالغيبِ ويقيمُونَ الصّلوٰةَ وممّا رزقنٰهُم ينفقُونَ

والّذين يؤمنُونَ بمآ أُنزِل إليكَ ومآ أُنزِل مِن قبلِكَ وبالءاخرةِ هُم يوقنُونَ

أولئك على هدًى مِّن رّبّهِم وأولئك هُمُ المغلحُونَ

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur kepada Allah atas segala nikhmat yang Allah limpahkan kepada kita semua. Salawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi dan Rasul yang mulia, Muhammad SAW, kepada keluarga Beliau yang kita cintai, kepada para Sahabat RA, kepada para tabi'in dan tabiut tabiahum, kepada ummat Islam yang terdahulu, yang sekarang dan yang akan datang yang sentiasa istiqamah menegakkan dienul Islam sampai hari kiamat nanti, aamiin yaa Rabbi al'aalamiin.

Insyaa' Allah hari ini kita akan membahas kata ke-2 dari ayat ke-5 surat Al-Baqarah, yaitu kata atau huruf 'alaa (عَلَى) = di atas.

Kata 'alaa (على) merupakan salah saru dari huruf jarr, yaitu huruf yang mengkasrahkan kata setelahnya. Sebelumnya, telah beberapa kali kita membahas huruf jarr ini, diantaranya adalah sbb:

- bi (بِ)  = dengan, di dalam (with; in, at)
- li (لِ) = bagi, ke (to, for)
- ka (كَ) = seperti (as)
- ilaa (إِلَى) = ke (to, towards)
- hattaa (حَتَّى) = sampai (until, up to)
- 'alaa (عَلَى) = di atas (on, over; against)
- 'an (عَن) = dari (from, about)
- fii (فِى) = di dalam (in, at)
- min (مِن) = dari (from; than)
- mundzu (مُنذُ) = sejak (ago, since...ago, for; a period of time)

Huruf jarr 'alaa (عَلَى) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 1457 kali.


1.0. indek = Q002005002
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 5
1.3. no kalimat = 2
2.0. Qur'anic = عَلَى
2.1. Tarjamah = di atas
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = عَلَى
6.1. Tarjamah = di atas
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Sabtu, 12 Maret 2016

Q002005001 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-5, Kata "uulaika")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الٓمٓ

ذٰلك الكتٰبُ لا ريبَ فيهِ هدًى لّلمتّقِينَ

الّذين يؤمنُونَ بالغيبِ ويقيمُونَ الصّلوٰةَ وممّا رزقنٰهُم ينفقُونَ

والّذين يؤمنُونَ بمآ أُنزِل إليكَ ومآ أُنزِل مِن قبلِكَ وبالءاخرةِ هُم يوقنُونَ

أُولٓئكَ على هدًى مِّن رّبِّهِم وأُولٓئكَ هُمُ المفلحُونَ

Alhamdulillah wasyukurillah 'alaa ni'matillah. Segala pujian dan syukur hanya kepada Allah atas segala nikmat yang Allah limpahkan kepada kita. Salawat dan salam kepada Nabi dan Rasul yang mulia, Muhammad SAW berserta keluarga, para Sahabat RA, para tabi'in, para tabiut tabiahum, kepada kita semua dan kepada ummat Islam sampai akhir zaman dimanapun berada. Semoga kita semua istiqamah menegakkan dienul Islam dan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan, uswatun hasanah atau suri tauladan dalam setiap amal ibadah, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Kemaren, alhamdulillah kita sudah menyelesaikan pembahasan kata terakhir ayat ke-4 surat Al-Baqarah. Insyaa' Allah pada hari ini kita mulai pembahasan kata pertama dari ayat ke-5 surat Al-Baqarah, yaitu kata uulaika (أُوْلَئِكَ) = itu (mereka jamak).

Kata uulaika (أولئك) adalah salah satu isim isyaarah yaitu kata tunjuk atau penunjuk. Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya bahwa kata uulaika (أولئك) adalah kata isim isyaarah jarak jauh (itu) untuk baik mudzakkar (laki2) maupun muannats (perempuan). 

Berikut ringkasan dari kata isim isyaarah:

Isim isyaarah jarak dekat (ini)
- Jenis kata laki2 (mudzakkar) tunggal (mufrad): هَذَا
- Jenis kata laki2 dual (mutsanna): هَذَانِ
- Jenis kata laki2 jamak (jama'): هَؤُلَاءِ
- Jenis kata perempuan (muannats) tunggal: هَذِهِ
- Jenis kata perempuan dual: هَاتَانِ
- Jenis kata perempuan jamak: هَؤُلَاءِ

Isim isyaarah jarak jauh (itu)
- Jenis kata laki2 tunggal: ذَالِكَ
- Jenis kata laki2 dual: ذَانِكَ
- Jenis kata laki2 jamak: أُولَئِكَ
- Jenis kata perempuan tunggal: تِلْكَ
- Jenis kata perempuan dual: تَانِكَ
- Jenis kata perempuan jamak: أُولَئِكَ

Catatan bahwa kata uulaika (أولئك) = itu (mereka jamak) dan kata haulaai (هَؤُلَاءِ) = ini (mereka jamak) hanya dipakai untuk kata jamak yang berakal (jarang sekali dipakai untuk kata jamak tidak berakal). Untuk kata jamak tidak berakal baik mudzakkar maupun muannats biasanya dipakai kata isim isyaarah jarak dekat hadzihi (هَذِهِ) = ini, dan untuk isim
Isyaarah jarak jauh tilka (تِلْكَ) = itu. Jadi kata hadzihi (هَذِهِ) = ini (kata jenis perempuan tunggal atau jamak baik perempuan maupun laki2 tapi tidak berakal), sedangkan kata tilka (تِلكَ) = itu (kata jenis perempuan tunggal atau jamak baik perempuan maupun laki2 tapi tidak berakal).

Kata uulaika (أولئك) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 206 kali.

1.0. indek = Q002005001
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 5
1.3. no kalimat = 1
2.0. Qur'anic = أُوْلَئِكَ
2.1. Tarjamah = itu (mereka jamak)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = أُوْلَئِك
6.1. Tarjamah = itu (mereka jamak)
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Jumat, 11 Maret 2016

Q002004012 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-4, Kata "yuuqinuuna")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الٓمٓ

ذٰلك الكتٰبُ لا ريبَ فيهِ هدًى لّلمتّقِينَ

الّذين يؤمنُونَ بالغيبِ ويقمُونَ الصّلوٰةَ وممّا رزقنٰهُم ينفقُونَ

والّذين يؤمنُونَ بمآ أُنزِل إليكَ ومآ أُنزِل مِن قبلِكَ وبالءاخرةِ هُم يوقنُونَ

Alhamdulillah wasyukurillah 'alaa ni'matillah. Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala ni'mat yang Allah limpahkan kepada kita. Insyaa' Allah hari ini kita akan tuntaskan pembahasan kata terakhir (ke-12) dari ayat ke-4 surat Al-Baqarah, yaitu kata yuuqinuuna (يُوْقِنُوْنَ) = mereka laki2 sedang, akan dan senantiasa meyakini atau mempercayai dengan pasti (believe with certainty or firmly believe).

Kata yuuqinuuna (يوقنُونَ) ini terdiri atau disusun dari dua kata. Kata pertama adalah kata kerja atau fi'il mudhari' yuuqinu (يُوقِنُ) = dia laki2 sedang, akan dan senantiasa meyakini, mempercayai dengan pasti atau dalam bahasa Inggris believe with certainty or firmly believe. 

Kata yuuqinu (يُوْقِنُ) adalah fi'il mudhari' dengan wazan atau rumus/pola af'ilu (أَفْعَلَ) atas mawuzun atau yang mengunakan rumus/pola fi'il madhi ayqinu (أَيْقَنَ) dari akar kata yaqina (يَقِنَ) - yaiqanu (يَيْقَنُ). 

Kata yang kedua adalah isim dhamir muttashil (tersambung) orang ketiga laki-laki jamak al-waw (ونَ) = mereka. Dhamir muttashil al-waw ini menempati posisi rafa' fa'il (pelaku) yang ditandai dengan i'rab (harakat huruf terakhir) dhammah, tetapi berhubung dhamir adalah isim mabni maka harakat huruf terakhirnya tidak berubah (tetap fathah).

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa kata kerja fi'il mudhari' dengan dhamir muttashil al-waw ini dikenal sebagai salah satu fi'il af'alul khamsah (fi'il fi'il yang lima), yaitu fi'il mudhari' yang diakhiri dengan huruf 'illat dan nun, seperti alif dan nun (ـان), waw dan nun (ـون) serta ya dan nun (ـين). 

Kelima fi'il af'alul khamsah tersebut dengan kata fi'il mudhari' yuuqinu (يُوقِنُ) adalah sebagai berikut:
1. Yuuqinaani (يُوْقِنَانِ) = dia laki2 berdua (dual) sedang, akan dan senantiasa meyakini
2. Yuuqinuuna (يُوْقِنُوْنَ) = mereka laki2 jamak (3 atau lebih) sedang, akan dan senantiasa meyakini
3. Tuuqinaani (تُوْقِنَانِ) = dia perempuan, kamu laki2 atau kamu perempuan berdua (masna/dual) sedang, akan dan sentiasa meyakini
4. Tuuqinuuna (تُوْقِنُوْنَ) = kamu laki2 jamak (3 atau lebih) sedang, akan dan senantiasa metakini
5. Tuuqiniina (تُوْقِنِيْنَ) = dia perempuan tunggal (mufrad) sedang, akan dan senantiasa meyakini.

Kemaren sudah kita bahas bahwa kata ke-11, kata hum (هُم) merupakan dhamir rafa' munfashil yaitu subjek yang terpisah. Kata hum (هُم) juga merupakan mubtada (kata yang belum sempurna maknanya) dhamir munfashil. Kata yuuqinuuna (يوقنُونَ) merupakan khabar (keterangan) dari kata hum (هُم) sehingga mempunyai makna yang sempurna dari jumlah ismiyah (frasa atau kata majemuk) yang dimulai dengan kata isim/benda; hum (هُم) yuuqinuuna (يوقنُونَ). 

Kata yuuqinuuna (يوقنُونَ) juga merupakan atau terkait atau dikaitkan dengan kata isim jar wal majrur bil-aakhirati (بلءاخرةِ) pada kata ke-10 sebelumnya.

Kata yuuqinuuna (يوقنُونَ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 11 kali sedangkan akar kata yaqina (يَقِنَ) terdapat sebanyak 28 kali.

1.0. indek = Q002004012
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 4
1.3. no kalimat = 12
2.0. Qur'anic = يُوقِنُوْنَ
2.1. Tarjamah = mereka (laki2 sedang, akan dan senantiasa) meyakini
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = ونَ
5.1. Tarjamah = mereka
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = يُوقِنُ
6.1. Tarjamah = (dia laki2 sedang, akan dan senantiasa) meyakini
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = يَقِنَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) yakin
7.2. Jenis kalimat = فعا

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Kamis, 10 Maret 2016

Q002004011 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-4, Kata "hum")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الٓمٓ

ذٰلك الكتٰبُ لا ريبَ فيهِ هدًى لّلمتّقِينَ

الّذين يؤمنُونَ بالغيبِ ويقيمُونَ الصّلوٰةَ وممّا رزقنٰهُم ينفقُونَ

والّذين يؤمنُونَ بمآ أُنزِل إليكَ ومآ أُنزِل مِن قبلِكَ وبالءاخرةِ هُم يوقنُونَ

Alhamdulillah wasyukurillah 'alaa ni'matillah. Insyaa' Allah, hari ini kita lanjutkan pembahasan kata ke-11 dari ayat ke-4 surat Al-Baqarah, yaitu kata hum (هُم) = mereka (laki-laki jamak).

Kata hum (هُم) seperti sudah pernah kita bahas sebelumnya adalah dhamir atau kata ganti orang ketiga. Karena terpisah dari kata lainnya (tidak menyambung) maka disebut juga sebagai dhamir munfashil (terpisah). 

Pada ayat ke-4 ini, kata hum (هُم) merupakan subjek atau rafa' atau disebut dhamir rafa' munfashil.

Kata hum (هُم) di dalam Al-Qur'an baik sebagai dhamir munfashil (terpisah) atau sebagai dhamir muttashil (tersambung) terdapat sebanyak 2040 kali.

1.0. indek = Q002004011
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 4
1.3. no kalimat = 11
2.0. Qur'anic = هُمْ
2.1. Tarjamah = mereka laki-laki jamak (3 orang atau lebih)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = هُمْ
6.1. Tarjamah = mereka laki-laki jamak (3 orang atau lebih)
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Rabu, 09 Maret 2016

Q002004010 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-4, Kata "wabil-aakhirati")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الٓمٓ

ذٰلك الكتٰبُ لا ريبَ فيهِ هدًى لّلمتّقِينَ

الّذين يؤمنُونَ بالغيبِ ويقيمُونَ الصّلوٰةَ وممّا رزقنٰهُم ينفقُونَ

والّذين يؤمنُونَ بمآ أُنزِل إليكَ ومآ أُنزِل مِن قبلِكَ وبالءاخرةِ هُم يوقنُونَ

Alhamdulillah wasyukurillah 'alaa ni'matillah. Insyaa' Allah hari ini kita lanjutkan pembahasan kata ke-10 dari ayat je-4 surat Al-Baqarah, yaitu kata wabil-aakhirati (وَبِالْءَاخِرَةِ) = dan dengan hari akhirat.

Kata wabil-aakhirati (وبالءاخرةِ) terdiri dari beberapa kata atau huruf. Yang pertama adalah huruf waw isti'nafiyah (وَ) = dan.
Sebelumnya sudah pernah kita bahas bahwa huruf waw isti'nafiyah atau ibtida-iyah adalah huruf waw yang berada dipermulaan kalimat. 

Yang kedua adalah huruf jarr bi (بِ) = dengan, pada. Sebelumnya jurus sudah sering kita bahas bahwa huruf jarr mengkasrahkan harakat terakhir atau memajrurkan kata setelahnya.

Yang ketiga adalah huruf alif lam ma'rifat (ال) = yang, ini, itu. Sebelumnya juga sudah sering kita bahas bahwa huruf ma'rifat menjadikan kata setelahnya menjadi ma'rifat atau tertentu. Huruf alif lam ma'rifat (ال) menjadikan harakat terakhir kata benda tidak tanwin, dimana sebelumnya atau tanpa huruf alif lam kata benda tersebut pakai tanwin.

Yang terakhir atau bagian ke-4 dari kata wabil-aakhirati adakah kata benda atau isim aakhirati (آخِرَةِ) = kiamat, akhirat. Kata aakhirati berasal dari kata aakhiratun (آخرةٌ) yaitu isim muannats (kata perempuan) dari kata aakhirun (آخرٌ). Kata aakhirun merupakan isim dari kata kerja أخر.

Perubahan harakat huruf terakhir dari tanwin menjadi tidak tanwin dikarenakan huruf ma'rifat alim lam (ال) sedangkan huruf jarr bii (بِ) menjadikannya kasrah atau majrur.

Kata wabil-aakhirati (وبالءاخرةِ) di falam Al-Qur'an hanya terdapat satu kali, sementara asal kata aakhirat (آخرة) terdapat sebanyak 119 kali dan akar kata أخر terdapat sebanyak 250 kali.

1.0. indek = Q002004010
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 4
1.3. no kalimat = 10
2.0. Qur'anic = وَبِٱلْءَاخِرَةِ
2.1. Tarjamah = dan dengan hari akhirat
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = وَ
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = بِ
3.4. Tarjamah = dengan
3.5. Jenis kalimat = حرف
3.6. Awalan3 = ال
3.7. Tarjamah = yang, ini, itu
3.8. Jenis kalimat = حرف
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = آخِر
6.1. Tarjamah = akhir, kemudian
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = أَخَّرَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) mengakhirkan, menangguhkan
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Selasa, 08 Maret 2016

Q002004009 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-4, Kata "qablika")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الٓمٓ

ذٰلك الكتٰبُ لا ريبَ فيهِ هدًى لّلمتّقِينَ

الّذين يؤمنُونَ بالغيبِ ويقيمُونَ الصّلوٰةَ وممّا رزقنٰهُم ينفقُونَ

والّذين يؤمنُونَ بمآ أُنزِل إليكَ ومآ أُنزِل مِن قبلكَ وبالءاخرةِ هُم يوقنُونَ

Alhamdulillah wasyukurillah 'alaa ni'matillah. Insyaa' Allah hari ini kita lanjutkan pembahasan kata ke-9 dari ayat ke-4 surat Al-Baqarah, yaitu kata qablika (قَبْلِكَ) = sebelum kamu.

Kata qablika (قبلكَ) terdiri dari kata qabli (قَبْل) = sebelum, dan kata dhamir mutashil ka (كَ) = kamu - orang kedua laki2 tunggal.

Kemaren kita sudah kita sudah membahas kata min (مِن) = dari, yang merupakan huruf jarr dan menkasrahkan kata sesudahnya. Dengan demikian kata qabli (قَبْلِ) = sebelum, merupakan isim majrur, dan dhamir mutashil ka (كَ) menempati tempat jar bil-idhafah (mafhul bih). Tetapi karena dhamir adalah idim mabni maka harakatnya tetap fathah (tidak berubah menjadi kasrah).

Kata min (مِن) qablika (قبلِكَ) terkait dengan (mut'aliq) kata ke-7 unjila (أُنزِل) sebelumnya. Kata ke-7 unjila (أُنزِل), kata ke-8 min (مِن) dan kata ke-9 qablika (قبلِكَ) merupakan shilah dari huruf maushul maa pada kata ke-6 wamaa (ومآ) dan disambungkan oleh huruf 'athaf wa dari huruf maushul maa pada kata ke-3 bimaa (بمآ) pada ayat ke-4 ini.

Kata qablika (قبْلِكَ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 28 kali dan asal katanya qablu (قَبْل) tetdapat sebanyak 250 kali.

1.0. indek = Q002004009
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 4
1.3. no kalimat = 9
2.0. Qur'anic = قَبْلِكَ
2.1. Tarjamah = sebelum kamu
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = كَ
5.1. Tarjamah = kamu
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = قَبْل
6.1. Tarjamah = sebelum
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = قَبِلَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) menerima atau menyetujui
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim