Senin, 01 Februari 2016

Q001003002 (Surat Al-Fatihah, Ayat ke-3, Kata "Ar-Rahiimi")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

‎بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمينَ

الرّحمٰنِ الرّحيمِ 

Insyaa' Allah hari kita bahas ayat ke-3 surat Al Fatihah. Kebetulan kedua katanya yaitu ‎الرّحمٰنِ dan الرّحيمِ  sudah kita bahas pada ayat Basmalah (ayat ke-1).

Seperti telah kita bahas sebelumnya bahwa kata Ar-Rahmaani adalah shifat dari lafazh Al-Jalaalah اللهِ, begitu juga dengan kata Ar-Rahiimi (الرّحيمِ) adalah shifat dari maushuf lafazh Al-Jalaalah اللهِ. Kata Rahiimi merupakan isim fa'il atau berasal dari kata kerja dengan wazan/rumus fa'iil (فَعيل) dari kata kerja fi'il madhi رَحِمَ - fi'il mudhari' يَرْحَمُ.

1.0. indek = Q001003002
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 3
1.3. no kalimat = 2
2.0. Qur'anic = ٱلرَّحِيمِ
2.1. Tarjamah = yang Maha Penyayang
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = ال
3.1. Tarjamah = yang 
3.2. Jenis kalimat = حرْف
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = رَحِيم
6.1. Tarjamah = pengasih, penyayang
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = رَحِمَ
7.1. Tarjamah = (dia laki-laki telah) mengasihi, menyayangi
7.2. Jenis kalimat = فعل

Alhamdulillah, wallahu a'lamu bishshawabi, semoga bermamfaat.




--

Wassalam,
Aba Abdirrahim

Q001003001 (Surat Al-Fatihah, Ayat ke-3, Kata "Ar Rahmaani")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

‎بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمينَ

الرّحمٰنِ الرّحيمِ 

Insyaa' Allah hari kita bahas ayat ke-3 surat Al Fatihah. Kebetulan kedua katanya yaitu ‎الرّحمٰنِ dan الرّحيمِ  sudah kita bahas pada ayat Basmalah (ayat ke-1). Jadi kita akan tuntaskan keduanya dengan sekaligus mereview bahasan sebelumnya (kata pepatah "tau jalan karena sering dilewati, hafal kaji karena sering dibaca).

Kita udah bahas 8 kata yang berasal dari 6 akar kata. 8 kata ini (sama harakatnya) terdapat sebanyak 1163 kali di dalam Al Qur'an. Jadi kita sudah membahas 1.5% kata dalam seminggu. Insyaa' Allah dalam 2-3 tahun kita mampu menyelesaikan semuanya. Mudah2an Allah Azza wa Jalla memberikan kemudahan kepada kita untuk melakukannya, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat Basmalah:

1. Bismi (بِسمِ) = dengan nama. Mim nya kasrah (ــمِ) karena huruf jar bi (بِــ)

2. Allahi (اللهِ) = Allah. Huruf ha kasrah (ــهِ) karena kata bismi bukan ma'rifat (bukan ma'rifah = nakirah) sementara lafazh Al-Jalaalah الله adalah ma'rifat. Maka menurut dalil mudhaf ilaih (nakirah + ma'rifah) maka kata isim ma'rifah harus kasrah diakhirannya.

3. Ar Rahmaani (الرّحمٰنِ) = yang Maha Pemurah. Huruf nun kasrah (ــنِ) karena kata Ar Rahmaani adalah shifat dari lafazh Al-Jalaalah اللهِ yang juga kasrah. Kata yang disifati disebut Maushuf, dalam hal ini lafazh Al-Jalaalah اللهِ.

4. Ar Rahiimi (الرّحيمِ) = yang Maha Penyayang. Huruf mim kasrah (ــمِ) sama dalilnya dengan kata Ar Rahmaani yaitu kata shifat lafazh Al-Jalaalah اللهِ.

Ayat Hamdalah:

1. Al Hamdu (الحمدُ) = Segala Pujian. Huruf dal dhammah (ــدُ) karena merupakan subjek (mubtada') dari frasa/nominal/jumlah isimiyah.

2. Lillahi (لِـلَّـهِ) = bagi Allah. Huruh ha kasrah (ــهِ) karena huruf jar li (لِــ). Kata Lillahi adalah khabar (prediket) dari subjek (mubtada') Al-Hamdu sehingga membentuk frasa/nominal/jumlah isimiyah.

3. Rabbi (ربِّ) = Pemelihara. Huruf ba kasrah (بِّ) karena kata Rabbi merupakan kata pengganti (badal) lafazh Al-Jalaalah اللهِ yang juga kasrah pada kata Lillahi sebelumnya.

4. Al 'aalamiina (العٰلمِينّ) = (semua) alam semesta. Huruf mim kasrah (ـمِِـ) karena kata sebelumnya Rabbi adalah isim nakirah (tidak ma'rifah) sementara kata Al 'aalamiina adalah isim ma'rifah. Berdasarkan dalil mudhaf ilaih maka kata Al 'aalamiina majrur. Sementara kata yaa nun (ـينَ) menunjukan kata Al 'aalamiina adalah jamak (lebih dari 2).

Seperti telah kita bahas sebelumnya bahwa kata Ar-Rahmaani (الرّحمٰنِ) adalah shifat dari maushuf lafazh Al-Jalaalah اللهِ. Kata Rahmaani merupakan isim fa'il atau berasal dari kata kerja dengan wazan/rumus fa'laan (فَعلان) dari kata kerja fi'il madhi رَحِمَ - fi'il mudhari' يَرْحَمُ.

1.0. indek = Q001003001
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 3
1.3. no kalimat = 1
2.0. Qur'anic = ٱلرَّحْمٰنِ
2.1. Tarjamah = yang Maha Pemurah
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = ال
3.1. Tarjamah = yang 
3.2. Jenis kalimat = حرْف
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = رَحْمَان
6.1. Tarjamah = pemurah
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = رَحِمَ
7.1. Tarjamah = (dia laki-laki telah) mengasihi, menyayangi
7.2. Jenis kalimat = فعل


Alhamdulillah, wallahu a'lamu bishshawabi, semoga bermamfa'at.




--

Wassalam,
Aba Abdirrahim

Q001002004 (Surat Al-Fatihah, Ayat Hamdalah, Ayat "Al-'Aalamiina")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. 

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمينَ

Kemaren sudah kita bahas kata badal yaitu kata pengganti, pada bahasan kita kita kemaren bahwa badal dari lafazh Al-Jalaalah اللهِ adalah ربِّ. Terjemahan kata رَبِّ adalah Pemelihara, Pengasuh, Pendidik, Pemilik atau semua sifat Rubiyah الله.

Insyaa' Allah kita lanjut pembahasan ayat Hamdalah yaitu kata ke-4 al-'aalamiina (العٰلمِينَ) yang terjemahannya adalah alam semesta. Kata al-'aalamiina (العٰلمِينَ) berasal dari kata عالم yang berarti alam atau dunia. Kata العٰلمِينَ isim ma'rifah karena dimulai dengan alif lam (ال) ma'rifah, sementara kata ربِّ adalah isim nakirah (lihat pembahasan Q001002002). 

Berdasar dalil mudhaf ilaih maka harakat dari akhir kata عالم harus kasrah sehingga huruf mim (ـمـ) menjadi (ـمِـ). Dengan demikian kata العٰلمِينَ adalah isim majrur.

Kata العٰلمِينَ mempunyai akhiran ـينَ yaitu akhiran yang ditambahkan untuk menunjukan banyak (number of) atau jumlah alam (عالم) yang lebih dari dua atau dalam bahasa Arab disebut jama' (جمع). 

Sebagai catatan bahwa jumlahnya cuman (sama dengan) dua, dalam bahasa Arab disebut mutsanna (مثنّى). Sedangkan kalau jumlahnya tunggal atau sama dengan satu disebut mufrad (مفرد).

Jadi kata العٰلمِينَ adalah juga isim jamak dari kata عالم.

1.0. indek = Q001002004
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 2
1.3. no kalimat = 4
2.0. Qur'anic = ٱلْعٰلَمِينَ
2.1. Tarjamah = alam semesta
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = ال
3.1. Tarjamah = demua
3.2. Jenis kalimat = حرْف
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = َـين
5.1. Tarjamah = (jamak - >2)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = عَالَم
6.1. Tarjamah = dunia, alam
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = َعَلِم
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) mengetahui sesuatu
7.2. Jenis kalimat = فعل

Adapun pembahasan dari sisi terjemahan adalah sebagai berikut:

Kata ال berarti "semua", sementara kata عالم adalah "alam" dan عٰلمينَ adalah "3 atau lebih alam".

Dalam ilmu pengatahuan astronomi kita mengenal alam tempat kita (manusia dan makhluk laiinya) tinggal adalah alam dunia atau bumi sedangkan 3 atau lebih alam kita kenal sebagai alam semesta atau jagad raya. Dengan demikian pengertian العٰلمينَ pada ayat Hamdalah ini adalah seluruh ciptaan Allah. Karena Allah sendiri menerjemahkan arti ربِّ العٰلمِينَ ini di dalam Al Qur'an surat Ash Shu'ara surat ke-26 ayat 23-24.

Wallahu a'lamu bishshawab, semoga bermamfaat, aamiin yaa Rabbi al'aalamiina.





--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Q001002003 (Surat Al-Fatihah, Ayat Hamdalah, Kata "Rabbi")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. 

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

Kemaren kita sudah membahas frasa atau nominal atau jumlah DM (Diterangkan dan Menerangkan) atau dalam istilah bahasa Arab disebut Mubtada (Diterangkan) dan Khabar (Menerangkan). Kata alhamdu sebagai mubtada dan lillahi sebagai khabar. Kata lillahi sendiri adalah isim jar wa majrur, dimana li- sebagai huruf jar dan -llahi (berasal dari lafazh Al-Jalaalah Allahi) sebagai isim majrur.

Insyaa' Allah hari ini kita bahas kata Rabbi (رَبِّ) yang berarti Tuhan, Pemelihara, Pendidik, Pengasuh, dan semua makna Rububiyah Allah. Dengan demikian kata Rabbi adalah badal (kata pengganti) dari lafazh Al-Jalaalah Allahi pada kata lillahi sebelumnya.

Berdasar kaidah bahasa Arab bahwa kata pengganti (badal) mengikuti perubahan harakat akhiran kata yang diganti (mubdal minhu). Jadi harakat akhir kata Rabbi (yaitu kasrah) harus sama dengan harakat akhir lafazh Al-Jalaalah Allahi (yaitu kasrah).

Akar kata ربب terdapat sebanyak 980 kali di dalam 871 ayat Al Qur'an, dimana kata Rabbi (رَبِّ) terdapat sebanyak 609 kali di dalam 568 ayat Al-Qur'an.

1.0. indek = Q001002003
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 2
1.3. no kalimat = 3
2.0. Qur'anic = رَبِّ
2.1. Tarjamah = pemelihara
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = رَبّ
6.1. Tarjamah = pemelihara, Tuhan
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = رَبَبَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) mengasuh, memimpin, mengatur, memerintah, mendidik, memelihara
7.2. Jenis kalimat = إسم


Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bishshawab.





--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Q001002002 (Surat Al-Fatihah, Ayat Hamdalah, Kata "lillahi")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu. 

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الحيمِ

Alhamdulillahi Rabbil'aalamiin. Kemaren kita sudah bahas kata alhamdu (الحمد) yang berarti segala pujian. Kata Alhamdu disebut isim marfuu' karena kata daal (د) berubah menjadi (ُد) yang tadinya (دَ) berasal dari akar kata hamida (حَمِدَ). Perubahan harakat menjadi dhammah ini disebut i'raab rafa'. 

Lantas kenapa tidak berubah menjadi yg lain, kasrah, fathah atau sukun?

Sebelumnya kita bahas dulu beberapa dalil berikut.

Dalam ilmu nahwu dan sharaf bahwa frasa atau nominal atau penggalan kalimat yang terdiri dari beberapa kata dan mempunyai makna sempurna disebut jumlah (الجملة). Frasa/jumlah yang dimulai dengan isim disebut frasa isim atau jumlah ismiyah (اسمية). Isim yang pertama yaitu kata yang perlu diterangkan disebut mubtada (مبتدأ). Sedangkan kata yang menerangkan dan dapat menyempurnakan makna mubtada (kata yang pertama) disebut khabar (خبر). Khabar ini boleh merupakan isim atau fi'il. Sementara isim sebagai mubtada ini harus marfuu' (berakhiran dhammah).

Kata alhamdu (segala pujian) belum mempunyai makna yang sempurna, perlu diterangkan, jadi alhamdu merupakan mubtada, makanya huruf dal harus berharakat dhammah (isim marfuu').

Insyaa' Allah kata kita hari ini adalah lillahi (لِلَّـهِ) yang berarti "bagi Allah". Karena kata alhamdu adalah mubtada (yang diterangkan) maka kata lillahi seharusnya adalah khabar, yaitu untuk menerangkan alhamdu sehingga mempunyai makna yang sempurna. Sehingga alhamdu lillahi berarti segala pujian bagi Allah.

Mari kita bahas kata lillahi (لِلَّـهِ) ini baik perubahan harakat (i'raab) dan jenis kalimatnya.

Kata li- ( لِـ ) berarti bagi, diawal kata lillahi ada huruf jar, yaitu huruf yang mengkasrahkan kata setelahnya. Sementara kata لَّهِ berasal dari lafazh Al-Jalaalah الله dimana harakat huruf terakhirnya ( ـه ) berubah menjadi kasrah ( ـهِ ) karena jar li- ( لِـ ). Jadi kata lillahi ( لِلَّـهِ ) adalah isim majrur atau jar wa majrur.

Kata lillahi ( لِلَّـهِ ) di dalam Al Qur'an terdapat sebanyak 149 kali dalam 145 ayat.

1.0. indek = Q001002002
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 2
1.3. no kalimat = 2
2.0. Qur'anic = لِلَّـهِ
2.1. Tarjamah = bagi Allah
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = لِـ
3.1. Tarjamah = bagi
3.2. Jenis kalimat = حرْف
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = ٱلله
6.1. Tarjamah = Allah
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = أله
7.1. Tarjamah = Tuhan
7.2. Jenis kalimat = إسم

Semoga bermamfaat dan menambah semangat kita untuk dapat mempelajari dan memahami ayat-ayat Al Qur'an baik maksud/makna yang tersurat maupun yang tersirat, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.





--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Q001002001 (Surat Al-Fatihah, Ayat Hamdalah, Kata "Al-Hamdu")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

Insyaa' Allah hari ini kita akan mulai pembahasan Q001002001 yaitu kata pertama dalam ayat ke-2 surat Al Fatihah. Sebelumnya pada pembahasan ayat Basmalah kita sudah mengenal isim majrur yaitu isim yang abjad/huruf terakhirnya kasrah ( ــِــ ) atau tanwin dibawah - kasratain ( ــٍــ ), tapi pada ayat Basmalah semua katanya berkasrah di akhir kata. 

Dalam ilmu nahwu sharaf, perubahan harakat di akhir sebuah kata disebit i'raab (‎‎إِعْرَاب). I'raab yang terjadi pada isim disebut i'raab isim. I'raab (perubahan harakat) yang mengkasrah kata disebut i'raab jarr (جرّ). Isim yang akhirannya berkasrah disebut isim majrur.

Pada kata ٱلْحَمْدُ (alhamdu) akhiran katanya berharakat dhammah ( ـدُ ). Pada pembahasan sebelumnya disebutkan bahwa salah satu ciri isim adalah diawali dengan alif laam ( ال ), jadi kata alhamdu termasuk isim. Isim yang berhakat dhammah ( ــُــ ) atau tanwin berbaris 'dapan' - dhammatain ( ــٌــ ) disebut isim marfuu' (‎مَرْفُوْع) sedangkan perubahan harakat menjadi dhammah disebut i'raab rafa' (‎رَفْع). Dengan demikian kata alhamdu ini disebut isim marfuu'.

Ini kata kita hari ini yaitu alhamdu, di dalam Al Qur'an kata alhamdu (الحمد) terdapat sebanyak 28 kali dan akar kata حمد terdapat sebanyak 68 kali.

1.0. indek = Q001002001
1.1. no surat = 1
1.2. no ayat = 2
1.3. no kalimat = 1
2.0. Qur'anic = ٱلْحَمْدُ
2.1. Tarjamah = segala pujian
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = ال
3.1. Tarjamah = segala
3.2. Jenis kalimat = إسم
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan3 =
5.0. Akhiran1 = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = حَمْد
6.1. Tarjamah = pujian
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = حَمِدَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) memuji
7.2. Jenis kalimat = فعل

Semoga bermamfaat, wallahu a'lamu bishshawab.

--

Wassalam,

Aba Abdirrahim

Q001001004 (Surat Al-Fatihah, Ayat Basmalah, Kata "Ar Rahiimi")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بِسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ 

Insya Allah awak cubo review kembali pembahasan tentang ayat Basmalah dari awal sampai kemaren. 

Majrur adalah isim (kata benda atau kata sifat) yang berakhiran kasrah ( ــِــ ). Kalau isimnya betanwin di akhir maka kata majrur tersebut berakhiran kasratain atau tanwin dibawah ( ــٍــ ).  

Kata bi (بِـ) adalah huruf jar dan setiap kata setelahnya akan menjadi berakhiran kasrah ( ــِــ ). Dalam ayat Basmalah بسم maka huruf miim berubah menjadi kasrah ( ـمِ ). 

Sedangkan lafazh Al-Jalaalah اللهِ menjadi kasrah diakhiran ( ـهِ ) karena mudhaf ilaih (ditambahkan setelahnya). Rangkaian dua buah Isim atau lebih, satu kata di depannya dalam keadaan Nakirah (tapi tanpa tanwin) dinamakan Mudhaf sedang kata yang paling belakang adalah Ma'rifah dinamakan Mudhaf ilaih.  

Sementara الرّحمٰنِ majrur/kasrah karena الرّحمٰنِ adalah isim shifat dari lafazh Al-Jalaalah اللهِ (majrur). Bila rangkaian dua buah Isim atau lebih, semuanya dalam keadaan Nakirah (tanwin) atau semuanya dalam keadaan Ma'rifah (alif-lam) maka kata yang di depan dinamakan Maushuf (yang disifati) sedang yang di belakang adalah Shifat. 

Ini pembahasan kita hari yaitu kata الرّجيمِ yang relative sama dengan kata sebelumnya yaitu الرّحمٰنِ. 

1.0. indek = Q001001004 
1.1. no surat = 1 
1.2. no ayat = 1 
1.3. no kalimat = 4 
2.0. Qur'anic = ٱلرَّحِيمِ 
2.1. Tarjamah = yang Maha Penyayang
2.2. Jenis kalimat = إسم 
3.0. Awalan1 = ال 
3.1. Tarjamah = yang  
3.2. Jenis kalimat = حرْف 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 = 
4.3. Sisipan3 = 
5.0. Akhiran1 =  
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = رَحِيم 
6.1. Tarjamah = pengasih, penyayang 
6.2. Jenis kalimat = إسم 
7.0. Akar kalimat = رَحِمَ 
7.1. Tarjamah = (dia laki-laki telah) mengasihi, menyayangi 
7.2. Jenis kalimat = فعل 

Kata ٱلرَّحِيمِ adalah isim ma'rifah sama seperti kata ٱلرَّحْمٰنِ yaitu diawali dengan alif lam ma'rifah (ال).  

Huruf bermakna alif lam (ال) pada kata الرّحيمِ adalah alif lam syamsiyah (الشمسيه) karena huruf hijaiyah setelah alif lam adalah huruf syamsiyah yaitu raa' (ر). Hukum tajwid atau cara membaca alif lam ini (syamsiyah) tidak dibacakan melainkan dileburkan kepada huruf setelahnya, sehingga huruf raa' (ر) bertasydid (رّ). 

Kata الرّحيمِ majrur (kasrah pada ـمِِ ) karena merupakan shifat (صِفَة) dari lafazh Al-Jalaalah اللهِ yang juga majrur. 

Di dalam Al Qur'an terdapat lebih dari 300 kali akar kata رحم, dimana 57 kali berasal dari asal kata رحمان dan 116 kali berasal dari asal kata رحيم. 

Alhamdulillah sudah kita bahas ayat Basmallah: 

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ 

Dalam tulisan laten: 

Bismi Allahi Ar-Rahmaani Ar-Rahiimi 

atau kalau dua kata pertama disambung: 

Bismillaahi Ar-Rahmaani Ar-Rahiimi 

Atau kalau ditulis nyambung semua: 

BismillaahirRahmaanirRahiimi 

Mudah2an mulai sekarang kita dapat memahami setiap abjad, baik harakat dan perbahannya. Insyaa' Allah kita juga paham ma'na atau artinya, aamiin yaa Rabb al'aalamiin. 



--

Wassalam,

Aba Abdirrahim