Senin, 18 April 2016

Q002008007 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-8, Kata "wabilyaumi")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

ومِنَ النّاسِ مَن يقولُ ءامنّا باللهِ وباليومِ الءاخرِ وما هُم بمؤمنِين (QS 2:8)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabi'ut tabi'ahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-7 dari ayat ke-8 surat Al-Baqarah, yaitu kata wa bilyaumi (وَبِالْيَوْمِ) = dan dengan hari (tertentu). 

Kata wa bilyaumi (وَبِالْيَوْمِ) terdiri dari empat (4) kata atau/dan huruf, sebagai berikut:

1. Huruf athaf wa (وَ) = dan, yaitu huruf yang menghubungan kata atau kalimat sebelumnya dengan sesudahnya. Kata ini bisa isim, fi'il atau kalimat.
2. Huruf jar bi (بِ) = dengan, yaitu huruf yang menjarkan atau mengkasrahkan atau mengkhafadkan kata isim sesudahnya.
3. Huruf alif lam (ْال) = yang, yang ini atau yang itu, yaitu huruf ma'rifat yang menjadikan kata sesudahnya menjadi tertentu atau dikenal secara jelas dibandingkan yang lain.
4. Isim yaumi (يَوْم) = hari (tertentu), yaitu isim majrur dan ma'rifat yang dikasrahkan oleh huruf jar dan menjadi tertentu (ma'rifat) oleh huruf alim lam.

Pada ayat ke-8 ini, kata wabilyaumi (وباليومِ) = dan dengan hari (tertentu), dikaitkan kata aamannaa (ءامنّا) = kami (2 atau lebih laki2 dan/atau perempuan telah) beriman. Kata alyaumi (اليومِ) = hari (tertentu), dihubungkan dengan lafazh Al-Jalaalah Allahi (اللهِ) = Allah, oleh huruf athaf wa (و) = dan. Kata wabilyaumi (وباليومِ) di dalam Al-Qur'an hanya terdapat pada ayat ke-8 ini, sedangkan asal kata yaum (يوم) terdapat sebanyak 475 kali.


1.0. indek = Q002008007
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 8
1.3. no kalimat = 7
2.0. Qur'anic = وَبِاليَوْمِ
2.1. Tarjamah = dan dengan hari
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = وَ
3.1. Tarjamah = dan
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = بِ
3.4. Tarjamah = dengan
3.5. Jenis kalimat = حرف
3.6. Awalan3 = ال
3.7. Tarjamah = (yang, ini, itu)
3.8. Jenis kalimat = حرف
4.0. Sisipan1 = 
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = يَوْم
6.1. Tarjamah = hari
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = يَوْم
7.1. Tarjamah = hari
7.2. Jenis kalimat = إسم

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.



--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Minggu, 17 April 2016

Q002008006 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-8, Kata "billaahi")


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

ومِنَ النّاسِ مَن يقولُ ءامنَّا باللهِ وباليومِ الءاخرِ ومَا هُم بمؤمنِينَ (QS 2:8)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabi'ut tabi'ahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-6 dari ayat ke-8 surat Al-Baqarah, yaitu kata billaahi (بِاللهِ) = dengan Allah. 

Kata billaahi (باللهِ) terdiri dari huruf jar bi (بِ) = dengan, dan lafazh Al-Jalaalah Allahi (اللهِ) = Allah.

Pada ayat ke-8 ini, i'rab lafazh Al-Jalaalah Allahi (اللهِ) majrur karena huruf jar bi (بِ) yang mengkasrahkan isim sesudahnya, dalam hal ini lafazh Al-Jalaalah yang merupakan isim alam. Kata billaahi (باللهِ) muta'alaq (dikaitkan) dengan kata aamanaa (آمنّا) sebelumnya.

1.0. indek = Q002008006
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 8
1.3. no kalimat = 6
2.0. Qur'anic = بِاللهِ
2.1. Tarjamah = dengan Allah
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = بِ
3.1. Tarjamah = dengan
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = الله
6.1. Tarjamah = Allah
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.



--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Sabtu, 16 April 2016

Q002008005 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-8, Kata "aamannaa")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

‎بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

ومِنَ النّاسِ مَن يقولُ ءامنَّا باللهِ وباليومِ الءاخرِ ومَا هُم بمؤمنِين (QS 2:8)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabi'ut tabi'ahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-5 dari ayat ke-8 surat Al-Baqarah, yaitu kata aamannaa (ءَامَنَّا) = kami (dua orang atau lebih laki2 dan/atau perempuan telah) beriman. 

Kata aamannaa (ءامنّا) terdiri dari kata fi'il madhi aamana (ءامن) = (dia laki2 tunggal telah) beriman, dan kata isim dhamir muttashil naa (نا) = kami (dua orang atau lebih laki2 dan/atau perempuan).

Sebelumnya sudah kita bahas tasrif ishtilahiyah kata kerja fi'il mulai dari fi'il madhi sampai dengan isim
alat dengan pola-pola tertentu atau timbangan atau rumus yang dalam bahasa Arab disebut wazan.  Wazan dalam bahasa Arab menggunakan kata fa', 'ain dan lam (فعل) dengan segala bentuk kombinasinya. Jika wazan adalah rumusnya, maka mauzun adalah kata yang dibandingkan dan disandingkan dengan atau yang menggunakan wazan tersebut. 

Kata kerja dalam bahasa Arab bisa dikelompokkan sesuai dengan beberapa tinjauan kategori. 

1. Ditinjau pada kebutuhannya akan objek, fi'il dibagi menjadi yang butuh objek yaitu fi'il muta'addi (transitif) dan tidak butuh objek yaitu fi'il lazim (intransitif). Antara fi'il lazim dan muta'addi tidak ada perbedaan wazan.

2. Ditinjau dari adanya huruf 'illat atau lemah penyusunnya (wazan), fi'il dibagi menjadi dua yaitu; fi'il shahih dan fi'il mu'tal. Fi'il shahih adalah fi'il yang huruf penyusunnya terbebas dari huruf 'illat. Sebaliknya fi'il mu'tal adalah fi'il yang huruf penyusunnya mengandung minimal salah satu dari tiga huruf 'illat yaitu alif, waw dan ya baik pada awal, tengah dan akhir kata. Wazan fi'il madhi dari kategori ini adalah sebagai berikut:

A. Shahih atau Salim: fa'ala (فعل)
B. Mudha'af: fa'a'a (فعّ) atau (فعع)
C. Mitsaal, adanya 1-huruf diawal wazan sbb:
- Mitsaal waw: wa'ala (وعل)
- Mitsaal yaa: ya'ala (يعل)
D. Ajwaf, adanya 1-huruf 'illat di tengah wazan sbb:
- Ajwaf waw: fawala (فول)
- Ajway yaa: fayala (فيل)
E. Naaqish, adanya 1-huruf 'illat diakhir wazan sbb:
- Naaqish waw: fa'awa (فعو)
- Naaqish yaa: fa'aya (فعي)
F. Lafiif, adanya 2-huruf 'illat dan/atau hamzah pada wazan sbb:
- Lafiif maqruun waw-yaa: fawaya (فوي)
- Lafiif maqruun 2-yaa: fayaya (فيّ) atau (غيب)
- Lafiif maqruun alif-hamzah: fa-a-a' (فاء)
- Lafiif maqruun hamzah-yaa: faa'ya (فأي)
- Lafiif mafruuq waw-yaa: wa'aya (وعي)
- Lafiif mafruuq hamzah-yaa: a'aya (أعي)
G. Mahmuuz, adanya huruf hamzah pada wazan sbb:
- A'ala (أعل)
- Faa'la (فأل)
- Fa'aa' (فعأ)

3. Ditinjau dari jumlah atau adanya tambahan huruf penyusun wazan, fi'il  dibagi menjadi dua yaitu; fi'il mujarrad dan fi'il mazid. Fi'il mujarrad adalah fi'il yang jumlah penyusun wazannya sama dengan jumlah huruf aslinya dan tidak ada huruf lain selain huruf aslinya. Sebaliknya fi'il mazid adalah fi'il yang jumlah penyusun wazannya ada tambahan huruf lain selain huruf aslinya. Wazan fi'il madhi dari kategori ini adalah sbb:
A. Tsulatsii mujarrad: fa'ala (فعل)
B. Tsulatsii mazid fa'a'ala (فعّل)
C. Tsulatsii mazid faa'ala (فاعل)
D. Tsulatsii mazid a'f'ala (أفعل)
E. Tsulatsii mazid tafa'a'ala (تفعّل)
F. Tsulatsii mazid tafa'ala (تفاعل)
G. Tsulatsii mazid infa'ala (إنفعل)
H. Tsulatsii mazid ifta'ala (إفتعل)
I. Tsulatsii mazid  if'alala (إفعلّ)
J. Tsulatsii mazid istaf'ala (إستفعل)
K. Rubaa'i mujarrad: fa'alala (فعلل)
L. Rubaa'i mazid: tafa'lala (تفعلل)
M. Rubaa'i mazid: if'anlala (افعنلل)
N. Rubaai mazid if'alalla (افعللّ)


Dengan demikian mauzun kata fi'il madhi aamana (ءامن) menggunakan wazan fi'il tsulatsii mazid af'ala (أفعل). 

Kata aamanna (ءامنّا) pada ayat ke-8 ini adalah fi'il madhi yang mabnii dengan i'rab sukun karena terhubung dengan dhamir mutakallim (yang berbicara) jamak. Dhamir mutashshil naa (نا) menempati posisi rafa' sebagai faa'il bersama (pelaku atau subjek). Kata aamannaa (ءامنّا) menempati posisi nashab sebagai maf'uul bih (objek).

Kata aamannaa (ءامنّا) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 33 kali, sedangkan akar kata aamana (آمَنَ) terdapat sebanyak 879 kali.

1.0. indek = Q002008005
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 8
1.3. no kalimat = 5
2.0. Qur'anic = ءَامَنَّا
2.1. Tarjamah = kami (dua orang atau lebih laki2 dan/atau perempuan telah) beriman
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = نَا
5.1. Tarjamah = kami (dua orang atau lebih laki2 dan/atau perempuan)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = آمَنَ
6.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) beriman
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = آمَنَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) beriman
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Jumat, 15 April 2016

Q002008004 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-8, Kata "yaquulu")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

ومِنَ النّاسِ مَن يقولُ ءامنَّا باللهِ وباليومِ الءاخرِ ومَا هُم بمؤمنِينَ (QS 2:8)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabi'ut tabi'ahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-4 dari ayat ke-8 surat Al-Baqarah, yaitu kata yaquulu (يَقُوْلُ) = (dia laki2 sedang, akan dan sentiasa) berkata. 

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa fi'il (فعل) adalah kata kerja atau perintah. Ali RA mendefinisikan fi'il sebagai kata yang memberikan informasi/aktifitas. Sedangkan berdasarkan ilmu nahwu dan sharaf bahwa fi'il adalah kalimat yang menunjukkan makna mandiri dan disertai dengan pengertian zaman (waktu).

Perlu diketahui sebelumnya bahwa kalimat baik fi'il ataupun isim dalam bahasa arab paling sedikit terdiri dari 3 huruf dan paling banyak adalah 7/9 huruf. Umumnya atau mayoritas akar kata dari kata kerja dalam bahasa Arab terdiri dari 3 huruf dan mengikuti acuan atau timbangan atau rumus tertentu yang dalam bahasa Arab disebut wazan. 

Perubahan akar kata kerja menjadi kata kerja lain baik kata kerja sekarang, perintah maupun kata benda (isim) dan lain-lain disebut tasrif. Tasrif berdasarkan jumlah atau banyak dan jenis pelakunya (dhamir) disebut tasrif lughawi. Sedangkan tasrif berdasar jenis kata (kata kerja, isim, perintah, dll) disebut tasrif ishtilahiyah.

Tasrif ishtilahiyah dari akar kata terdiri beberapa tasrif, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Fi'il madhi, yaitu kata kerja yang menunjukkan zaman madhi/masa lampau (past tense), hukumnya adalah mabnii fathah (tercetak dalam bentuk berharkat fathah huruf akhirnya) kecuali apabila bersambung dengan dhamir rafa' mutaharrik (bentuk dhamir mulai dari jama' mu'annats ghaib sampai mutakallim ma'al ghair dalam tashrif lughawiyah) maka harus disukunkan huruf akhirnya atau bila bertemu dengan wau jama' maka harus dibaca dhammah huruf akhirnya.‬

2. Fi'il mudhari', yaitu kata kerja yang menunjukkan zaman haal atau mustaqbal/saat ini atau akan datang (present continues tense), hukumnya adalah mabni dhammah kecuali apa bila kemasukan aamil nashab (kalimat yang menuntut nashab) maka harus dibaca fathah huruf akhirnya‬ atau amil jazm (kalimat yang menuntut jazm/sukun) maka harus dibaca sukun huruf akhirnya.‬

3. Mashdar ghairu miim, yaitu isim masdar yang tidak diawali dengan huruf miim dan bermakna kejadian, hukumnya adalah mu'rab (harkat huruf terakhirnya bisa berubah sesuai aamil yang menuntutnya), dan samaa'ii (bentuk lafadznya tidak selamanya mengikuti kiyasan sharaf, akan tetapi disesuaikan dengan bahasa yang pernah didengar dari orang arab).

4. Mashdar miim atau Isim mashdar, yaitu isim mu'rab yang diawali dengan huruf miim dan bermakna kejadian, hukumnya adalah mu'rab dan qiyaii (bentuk lafadznya disesuaikan dengan kiyasan sharaf).‬

5. Isim dhamiir, yaitu isim yang tidak dapat dijadikan awalan dan tidak dapat terletak setelah illaa (‫إلا‬) secara ikhtiyar.

6. Isim faa'il, yaitu isim yang dibaca rafa' yang disebut setelah fi'ilnya, hukumnya adalah mabnî dhammah. Isim fa'il ini menunjukkan pada makna kejadian dan orang yang melakukannya yang disebut dengan subjek. Isim fas'il ada dua: 
- faa'il isim dzahir dan 
- faa'il isim dhamiir, 

7. Isim isyaarah ialah isim yang dipakai sebagai makna isyarat, hukumnya adalah mabnii.‬

8. Isim maf'uul ialah isim yang dibaca nashab yang disebut setelah faa'il, hukumnya adalah mabnii fathah. Isim maf'uul ini menunjukkan pada makna kejadian dan orang/sesuatu yang menjadi objek kejadian tersebut. Isim maf'uul juga ada dua sebagaimana isim faa'il (dzahir dan dhamir).

9. Fi'il amar, yaitu fi'il yang menunjukkan makna perintah yang eksis pada zaman mustaqbal, yang mana harakat 'ain fi'ilnya sama dengan harkat 'ain fi'il mudhaari'nya, hukumnya adalah mabnii sukun.

10. Fi'il nahii, yaitu fi'il yang menunjukkan makna larangan dan harakat 'ain fi'ilnya sama dengan harakat 'ain fi'il mudhaari'nya, hukumnya adalah mabnî sukun.

11. Isim zamaan dan Isim makaan, yaitu isim yang menunjukkan makna masa/waktu dan makna tempat. Kedua isim ini bentuk wazannya sama akan tetapi maknanya bisa berbeda sesuai pemakaiannya, hukumnya adalah mu'rab.

12. Isim aslat, yaitu isim yang menunjukkan makna alat, hukumnya adalah mu'rab.

13. Dan lain-lain baik dalam bentuk paif maupun aktif,

Keterangan; perbedaan antara isim fa'il dan isim maf'ul dalam fi'il rubaa'ii (4-huruf akar kata) dan seterusnya adalah terletak pada harakat 'ain fi'ilnya, isim fa'il dibaca kasrah 'ain fi'ilnya sedangkan isim maf'ul dibaca fathah 'ain fi'ilnya. Pemakaian isim zaman, isim makan dan isim alat tidak semuanya berlaku dalam percakapan melainkan tergantung pada kebiasaan orang arab dalam pemakaiannya (ka'idah sama').

Jadi kata yaquulu (يقول) adalah fi'il mudhari' yang merupakan tasrif dari kata qaala (قال) yang merupakan fi'il madhi dari akar kata qaf waw lam (قول). Seperti sudah kita bahas sebelumnya, katena huruf waw adalah huruf 'illat (penyakit atau lemah) maka waw dapat berubah menjadi alif.

Kata yaquulu (يقول) pada ayat ke-8 ini merupakan marfu' dengan i'rab dhammah dan pelaku tersembunyi atau tersurat (mustatir). Kata yaquulu (يقول) merupakan shilah pertama (awal) dari kata isim maushuf man (مَن) sebelumnya. Di dalam Al-Qur'an, kata yaquulu (يقول) terdapat sebanyak 193 kali, sedangkan akar kata qaf waw lam (قول) terdapat sebanyak 1722 kali.


1.0. indek = Q002008004
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 8
1.3. no kalimat = 4
2.0. Qur'anic = يَقُوْلُ
2.1. Tarjamah = (dia laki2 sedang, akan dan senantiasa) berkata
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = قَالَ
6.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) berkata
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = قول
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) berkata
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Kamis, 14 April 2016

Q002008003 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-8, Kata "man")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

ومِنَ النّاسِ مَن يقولُ ءامنَّا باللهِ وباليومِ الءاخرِ ومَا هُم بمؤمنِينَ (QS 2:8)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabi'ut tabi'ahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-3 dari ayat ke-8 surat Al-Baqarah, yaitu kata man (مَنْ) = (orang orang) yang. 

Telah kita bahas sebelumnya bahwa menurut kaidah-kaidah nahwu, isim terbagi dari sisi i'rab (berubahnya harakat akhir) dan bina (tetapnya harakat akhir) menjadi dua: 
1. Isim mu'rab, yaitu isim yang harakat akhirnya berubah sesuai dengan posisi dalam kalmat.
2. Isim mabni, yaitu isim yang harakat akhirnya tetap meskipun posisinya berubah-ubah. 

Isim Mabni ada delapan, yaitu: 
* Dhamir 
* Isim isyarah 
* Isim maushul 
* Isim syarat 
* Isim istifham  
* Isim fi'il 
* Adad murakab - sebagian besar
* Zharaf yang mabni

Isim maushul disebut juga dengan kata penghubung, berfungsi menghubungkan beberapa kalimat atau pikiran pokok menjadi satu kesatuan. Isim maushul adalah isim yang membutuhkan Shilah (penghubung) dan 'aaid, yaitu dhamir (kata ganti orang) yang zhahir (yang tersurat) atau mustatir  yang tersirat) yang merujuk atau kembali kepada isim maushul.

Isim maushul terbagi menjadi dua macam yaitu:
1. Maushul Khas, yaitu isim maushul yang menggunakan lafazh-lafazh maushul al-ladzii (الّذي) dan perubahannya sesuai dengan mudzakkar, muannats, mufrad, mutsanna atau jama'. 
2. Maushul Musytarak (yang bersekutu dengan mudzakkar, muannats, mufrad, mutsanna atau jama'), yaitu isim maushul yang menggunakan lafazh umum berikut:
- Maa (ما) = yang (apa), menghubungkan kepada isim shilah tidak berakal. 
- Man (مَن) = yang (siapa), menghubungkan kepada isim shilah berakal. 
- Ayyun( أَيٌّ), dzuu (ذُو) dan dzaa (ذَا) = yang, yaitu digunakan untuk menunjukkan makna yang berakal dan yang tidak berakal.

Kata man (مَن) pada ayat ke-8 ini mempunyai 'aaid (dhamir) mustatir (yang tersirat) dan shilah berupa jumlah setelah kata man (مَن) ini. Kata man (مَن) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 397 kali.

1.0. indek = Q002008003
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 8
1.3. no kalimat = 3
2.0. Qur'anic = مَنْ
2.1. Tarjamah = (orang orang) yang
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = مَن
6.1. Tarjamah = yang
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Rabu, 13 April 2016

Q002008002 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-8, Kata "an-naasi")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

ومِنَ النّاسِ مَن يقولُ ءامنَّا باللهِ وباليومِ الءاخرِ ومَا هُم بمؤمنِينَ (QS 2:8)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabi'ut tabi'ahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-2 dari ayat ke-8 surat Al-Baqarah, yaitu kata an-naasi (النَّاسِ) = manusia. 

Kata An-Naasi (النّاس) terdiri dari huruf alif lam ma'rifat (ال) dan isim alam (nama benda) naas (ناس).

Pembahasan isim – menurut kaidah-kaidah sharaf - mencakup pembagian-pembagian berikut ini: 
1. Isim menurut bentuknya terbagi menjadi shahih akhir dan ghair shahih akhir. 
2. Isim menurut kepastiannya terbagi menjadi nakirah dan ma'rifah. 
3. Isim menurut jenisnya terbagi menjadi mudzakkar dan muannats 
4. Isim menurut jumlahnya terbagi menjadi mufrad, mutsanna, dan jama' 
5. Isim menurut susunannya terbagi menjadi jamid dan musytaq 
6. Isim menurut tashghirnya. 
7. Isim menurut penisbatannya. 

Isim jamid adalah setiap isim yang tidak diambil dari selainnya. Isim jamid ada 2 jenis:
– Isim dzat (atau isim jenis),
– Isim mashdar (atau isim makna). 

Isim musytaq adalah isim yang diambil dari kata selainnya dan menunjukkan kepada sesuatu yang disifati dengan sifat. Isytiqaq adalah proses pembentukan kata dari kata yang lain dengan penyesuaian antara keduanya dalam hal makna dan perubahan lafazh. 

Isim-isim musytaq ada 7, yaitu: 
1. Isim fa'il (dan shighah mubalaghah), 
2. Isim maf'ul, 
3. Shifah musyabbahah bismil fa'il, 
4. Isim tafdhil, 
5. Isim zaman, 
6. Isim makan, 
7. Isim alat 

Isim fa'il adalah isim musytaq yang menunjukkan kepada pihak yang melakukan fi'il. Untuk tujuan mubalaghah (hiperbola) atau memperbanyak atau menguatkan, bentuk isim fa'il diubah menjadi bentuk-bentuk yang sama'i (didengar dari kebiasaan ucapan orang Arab) dalam wazan-wazan berikut: 

- Fa'aalun (فَعَّالٌ) 
- Mif'aalun (مِفْعَالٌ)
- Fa'uulun (فَعُوْلٌ)
- Fa'iilun (فَعِيْلٌ)
- Fa'ilun (فَعِلٌ)

Wazan dari isim faa'il mubalagah, sama dengan wazan isim-isim fi'il lainnya, banyak macamnya dan tidak dapat dipastikan kecuali sama'i atau merujuk pada mu'jam bahasa Arab atau kamus. Adapun penjelasan dari Ulama Nahwu mengenai wazan-wazan ini, mengacu pada kaidah kebiasaan yang umum dipergunakan, kaidah ini dapat dipergunakan pada lafazh-lafazh isim-isim fi'il (faa'il, masdar, dll) yang belum dipergunakan atau belum didengar (sama'i) dari bangsa Arab. 

Kata naas (نَاس) atau an-naas (النّاس) adalah jamak dari anaasii (أَناسي) yg merpakan jamak dari (أُنَاس). Kata unaas (أُناس) merupakan isim fa'il mubalaghah dengan wazan فُعال berdasarkan kaidah sama'i dari kata ketja fi'il madhi anisa (أَنِسَ) dan fi'il mudhari' yanasu (يَأْنَيُ).

Jadi unaasun (أُنَاس) berarti sekelompok kecil orang yang mempunyai kesamaan psikologis dan pribadi. Anaasii (أَنَاسِي) berarti sejumlah kelompok yang masing-masing kelompok ditandai oleh individu yang berbeda pikiran, kualitas psikologis dan personalitis. Naasun (نَاس) atau an-naasu (النَّس) berarti genus yang menunjukkan umat manusia sebagai makhluk, sehingga mencakup semua termasuk segi kualitas pribadinya, psikologis, sosial, perilaku dan kepribadian, termasuk apa yang diperoleh dari kualitasnya dan karakternya.

I'rab kata an-naasi (النّاسِ) menjadi majrur karena huruf jar min (مِن) sebelumnya dan dikaitkan dengan khabar muqaddam tersembunyi (mutaqaddir). Kata naas (نَاس) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 251 kali, sedangkan akar kata anisa (أَنِسَ) terdapat sebanyak 388 kali.


1.0. indek = Q002008002
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 8
1.3. no kalimat = 2
2.0. Qur'anic = ِالنَّاس
2.1. Tarjamah = manusia
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = ال
3.1. Tarjamah = yang
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = نَاسِ
6.1. Tarjamah = manusia
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = أَنِسَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 telah memujudkan, menjinakkan atau mempersonifikasikan
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Selasa, 12 April 2016

Q002008001 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-8, Kata "wamina")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

ومِن النّاسِ مَن ياقولُ ءامنّا باللهِ وباليومِ الءاخرِ وما هُم بمؤمنِينَ (QS 2:8)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabi'ut tabi'ahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata pertama dari ayat ke-8 surat Al-Baqarah, yaitu kata wamina (وَمِنَ) = dan dari. 

Kalimat Harf atau Huruf berdasarkan jumlah banyak hurufnya dikelompokan menjadi lima macam, yaitu uhadiyah (datu huruf), tsunaiyah (2 huruf), tsulatsiyah (3 huruf), ruba'iyah (4 huruf) dan khumasiyah (5 huruf). Jumlah kalimat huruf tidak lebih dari 80 (delapan puluh) kalimat, dan semuanya mabni (tidak mengalami perubahan harakat huruf akhir secara permanen). 

Sedangkan berdasarkan lafazh yang dimasukinya, huruf dibagi menjadi tiga, yaitu :

1.    Khusus masuk pada kalimat isim ( مُخْتَصٌّ بِالأَسْمَاءِ) seperti huruf huruf jar.

2.    Khusus masuk pada kalimat fi'il (مُخْتَصٌّ بِالأَفْعَالِ) seperti huruf huruf yang menashabkan fi'il mudhari', yaitu :  أَنْ , لَنْ , إِذَنْ , كَيْ  dan yang lainnya.

3.    Bisa masuk pada kalimat isim dan fi'il ( مُشْتَرَك بين الأسماء والأفعال ), seperti  الهمزة  dan هَلْ .

Dan berdasarkan amalnya (pengaruh kepada i'rab lafazh yang dimasukinya), kalimat huruf dibagi menjadi dua, yaitu :

1. Dapat beramal (mempengaruhi i'rab lafazh yang dimasukinya), seperti  إِنَّ , لَعَلَّ , لَمْ , لَنْ  

2. Tidak beramal (tidak dapat berpengaruh kepada i'rab lafazh yang dimasukinya), seperti  هَلْ , نَعَمْ , بَلَى , أَجَلْ 

Jadi huruf Al-Waaw (و) = dan/demi, termasuk dalam huruf berma'na uhadiyah (satu konsonan) sedangkan huruf min (مِن) = dari/antara, termasuk dalam huruf bermakna tsunaiyah (dua konsonan).

Kata wamina (ومِن) terdiri dari dua bagian, yaitu yang pertama huruf waw ibtidaiyah atau isti'naafiyah (و) = dan, yang kedua huruf jar min (مِن) = dari. Huruf jar min (مِن) pada ayat ini ditulis mina (مِنَ) karena dalil tajwid.

Kata wamina (ومِن) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 40 kali.

1.0. indek = Q002008001
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 8
1.3. no kalimat = 1
2.0. Qur'anic = وَمِنَ
2.1. Tarjamah = dan dari
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = وَ
3.1. Tarjamah = dan
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = مِنْ
6.1. Tarjamah = dari
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim