Senin, 11 April 2016

Q002007012 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-7, Kata "'azhiimun")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

إنّ الّذين كفرُوا سوآءٌ عليهِم ءأنذرْتَهُم أم لم تُنذرْهُم لا يؤمنُون (QS 2:6)

ختم اللهُ قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوَةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabi'ut tabi'ahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata terakhir dari ayat ke-7 surat Al-Baqarah, yaitu kata 'azhiimun (عَظِيْمٌ) = yang besar. 

Diawal-awal telah kita definisikan kata isim. Isim (إسم) adalah kata benda dan sifat. Definisi Ali RA bahwa isim adalah nama apapun. Berdasarkan ilmu nahwu bahwa isim adalah kalimat yang menunjukan makna mandiri dan tidak disertai dengan pengertian zaman (waktu). Jadi isim adalah setiap kata yang menunjukkan kepada manusia, hewan, tumbuhan, benda mati, tempat, waktu, sifat atau makna-makna yang tidak berkaitan dengan waktu.   Sedangkan Nahwu adalah kaidah yang digunakan untuk mengetahui jabatan atau posisi setiap kata dalam suatu kalimat, mengetahui harakat akhir dan mengetahui tata cara meng-i'rab-nya (cara memberikan harakat akhir).

Menurut kaidah-kaidah nahwu, isim terbagi dari sisi i'rab (berubahnya harakat akhir) dan bina (tetapnya harakat akhir) menjadi dua: mu'rab (isim yang harakat akhirnya berubah sesuai dengan posisi dalam kalmat) dan mabni (isim yang harakat akhirnya tetap meskipun posisinya berubah-ubah). 

Isim mu'rab terbagi menjadi:
- marfu' yaitu isim dengan tanda i'rab utamanya dhammah.
- manshub yaitu isim dengan tanda i'rab utamanya fathah.
- majrur yaitu isim dengan tanda i'rab utamanya kasrah.

Isim marfu' berada pada 6 posisi, yaitu: 
1. Mubtada, 
2. Khabar, 
3. Isim Kana atau salah satu saudaranya (Termasuk juga isim af'al muqarabah, raja' dan syuru') 
4. Khabar inna atau salah satu saudaranya.
5. Fail, dan 
6. Naibul Fail. 

Catatan bahwa setiap isim akan menjadi marfu' apabila mengikuti posisi isim marfu'. 
Fa'il adalah isim marfu' yang terletak setelah fi'il ma'lum (kata kerja aktif) dan menunjukkan pihak yang melakukan fi'il (pelaku atau subjek) atau menyandang sifat fi'il. Fa'il bisa juga berasal dari isim mabni seperti dhamir (kata ganti orang), isim isyarah (kata tanjuk), isim maushul (kata sambung) dan lain-lain.

Berdasar ilmu sharaf (perubahan bentuk kata) bahwa isim fa'il ini bisa menjadi isim sifat musyabbahah yaitu isim sifat yang menunjukkan kepada pihak yang melakukan fi'il secara terus-menerus atau isim yang menyerupai isim fa'il tetapi lebih condong pada arti sifatnya yang tetap. Tidak seperti isim fa'il, isim sifat hanya bisa dibentuk dari fi'il 3-huruf (fi'il madhinya 3 huruf). 

Pada umumnya isim fa'il dibentuk dari fi'il 3-huruf yang huruf a'innya fathah (فعَل) dengan wazan faa'ilun (فَاعِلٌ). Sedangkan isim sifat musyabbahah dibentuk dari fi'il 3-huruf yang huruf a'innya kasrah (فعِل) atau dhammah (فعُل) dengan beberapa wazan berikut:

- Untuk fi'il fa'ila (فعِل) wazannya adalah fa'ilun (فَعِلٌ), af'alun (أَفْعَلٌ)  atau fa'laaun (فَعْلَاءٌ) dan fa'laanu (فَعْلَانُ) atau fa'lai (فَعْلَى).
- Untuk fi'il fa'ula (فعُل) wazannya adalah fa'iilun (فَعِيلٌ), fa'lun (فَعْلٌ), fu'aalun (فُعَالٌ), fa'aalun (فَعَالٌ), fa'alun (فَعَلٌ) dan fu'lun (فُعْلٌ).

Jadi kata 'azhiimun (عَظِيمٌ) adalah isim sifat musyabbahah dari kata fi'il madhi 'azhuma (َعَظُم) ya'zhumu (ُيَعْظُم) dengan wazan fa'iilun (فَعِيْلٌ). Pada ayat ke-7 ini bahwa kata 'azhiimun (عظيمٌ) adalah sifat dari kata 'adzaabun (عذابٌ) yang disifati (ma'ushuf).

Kata 'azhiimun (عظيم) terdapat di dalam Al-Qur'an sebanyak 107 kali, sedangkan akar kata 'azhuma (عظم) terdapat sebanyak 128 kali.


1.0. indek = Q002007012
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 7
1.3. no kalimat = 12
2.0. Qur'anic = عَظِيْمٌ
2.1. Tarjamah = yang besar
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = عَظِيم
6.1. Tarjamah =  yang besar
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = عَظُمَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah menjadikan) besar
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.



--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Minggu, 10 April 2016

Q002007011 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-7, Kata "'adzaabun")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

إنّالّذين كفرُوا سوآءٌ عليهِم ءأنذرْتَهُم أم لم تُنذرْهُم لا يؤمنُونَ (QS 2:6)

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-11 dari ayat ke-7 surat Al-Baqarah, yaitu kata 'adzaabun (عَذَابٌ) = siksaan. 

Sebelum membahas kata 'adzaabun (عذاب) lebih dulu kita kupas sedikit mengenai mashdar (مصدر) = masdar. Masdar adalah lafazh (ucapan) yang menunjukkan arti pekerjaan atau peristiwa, sepi dari (tidak mempunyai) zaman atau tidak dikenai waktu atau tidak tergantung waktu, serta memuat/mencakup semua huruf-huruf Fi'il-nya baik secara lafazh. Masdar berbeda dengan isim masdar yang tidak memuat/mencakup semua huruf Fi'il-nya bahkan ada yang dikurangi secara lafazh, dikira-kira (taqdiran) atau mengganti huruf yang sudah dibuang dengan huruf lain.

Mashdar ada dua, yaitu:
1. Masdar mim, yaitu masdar yang terdapat mim zaidah diawal kalimatnya. Masdar mim itu difathahkan mimnya dengan mutlak, kecuali dari fi'il bina waw dimana ain fi'ilnya dikasrahkan.

2. Masdar ghairu mim, yaitu masdar yang tidak terdapat mim zaidah diawal kalimatnya.

Masdar ghairu mim ini dibentuk dari kata fi'il dengan wazan2 berikut:

1. Wazan fa'lun Wazan (ٌفَعْل). Wazan ini menjadi masdar qiyasi dari setiap fi'il tsulasi yang muta'addi (yang membuahkan maf'ul) secara mutlak, baik dari fi'il madhi yang 'ain fi'ilnya dibaca kasrah atau fatha, bina', shahih, mudha'af, mahmuz, ataupun mu'tal.
2. Wazan fa'alun (فَعَلٌ). Wazan ini menjadi masdar qiyasinya fi'il madhi yang mengikuti wazan  فَعِلَ dengan dikasrah 'ain fi'ilnya yang mmpunyai ma'na lazim secara mutlaq.
3. Wazan fa'uulun (فَعُوْلٌ). Wazan ini menjadi masdar qiyasinya lafazh yang fi'il madlinya mengikuti wazan فَعَلَ yang lazim secara mutlaq dari semua bina'.
4. Wazan fa'aalun (فَعَالٌ). Wazan ini menjadi masdar qiyasinya lafazh yang menunjukkan arti mencegah, keengganan (tidak patuh). 
5. Wazan fa'alaanun (فَعَلاَنٌ). Wazan ini menjadi masdar qiyasinya lafazh yang menunjukkan arti gerak, goncang dan bolak balik (taqollub).
6. Wazan fu'aalun (فُعَالٌ). Masdar ini menjadi masdar qiyasinya fi'il madhi yang mengikuti wazan فَعَلَ yang menunjukkan arti penyakit/suara.
7. Wazan fa'iilun (فَعِيْلٌ). Wazan ini menjadi masdar qiyasinya fi'il madhi yang mengikuti wazan فَعَلَ yang menunjukkan arti berjalan/bersuara.
8. Wazan fu'uulatun (فُعُوْلَةٌ). Wazan ini menjadi masdar qiyasinya fi'il madhi yang mengikuti wazan فَعُلَ.
9. Wazan fa'aalatun (فَعَالَةٌ). Wazan ini menjadi masdar qiyasinya fi'il madhi yang mengikuti wazan  فَعُلَ.
10. Masdar dengan wazan berbeda dari apa yang telah disebut diatas, maka bab masdarnya adalah suqil/sama'i berdasarkan ucapan orang Arab.

Kata 'adzaabun (عذابٌ) adalah mashdar dengan wazan fa'aalun (فعال) dari fi'il madhi 'adzaba (عذب) dan fi'il mudhari' ya'dzibu (يعذب).

Kata 'adzaabun (عذابٌ) pada ayat ke-7 surat Al-Baqarah ini adalah isim marfu' dengan i'rab dhammah, merupakan mubtada muakhkhir.

Kata 'adzaabun (عذابٌ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 322 kali, sedangkan akar kata adzaba (عذب) terdapat sebanyak 373 kali.

1.0. indek = Q002007011
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 7
1.3. no kalimat = 11
2.0. Qur'anic = عَذَابٌ
2.1. Tarjamah = siksaan
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = عَذَابٌ
6.1. Tarjamah =  siksaan, adzab
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = عَذَبَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) menyiksa, mengadzab
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.

Sabtu, 09 April 2016

Q002007010 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-7, Kata "walahum")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

إنّ الّذين كفرُوا سوآءٌ عليهِم ءأنذرْتَهُم أم لم تُنذرْهُم لا يؤمنُونَ (QS 2:6)

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-10 dari ayat ke-7 surat Al-Baqarah, yaitu kata walahum (وَلَهُم) = dan bagi mereka (laki2 jamak). 

Kata walahum (ولهُم) = dan bagi mereka, terdiri dari 3 kata atau huruf berikut:

1. Huruf al-waw (وَ) = dan, adalah huruf isti'naafiyah atau ibtidaiyah atau huruf waw yang terdapat diawal kalimat. Al-waw ibtidaiyah atau isti'naafiyah tidak berfungsi menentukan i'rab kata sesudahnya. Al-waw ini disebut ibtidaiyah (diawal kalimat) atau isti'naafiyah (diawal atau ditengah kalimat) karena tidah merubah arti kalimat kalau huruf al-waw ini dibuang. Penggunaan huruf al-waw ibtidaiyah atau isti'naafiyah ini tidak menyebabkan kata sesudahnya berhubungan dengan sebelumnya.

2. Huruf jar al-laam (لَ) = bagi. Huruf al-laam jar yaitu lam yang menjadi amil (menyebabkan) jar sehingga berakibat pada isim (kata benda), dhamir (kata ganti), masdar yang jatuh setelahnya. Harakat lam jar selalu kasrah (dibaca: li) kecuali di beberapa tempat dibaca la tergantung lafazh orang Arab atau tajwidnya. Berdasarkan pemakaiannya, lam jar ini memiliki fungsi dan arti yang banyak seperti, kepemilikan, takjub atau kagum, minta tolong, menegaskan dan bermakna sebab.

3. Isim dhamir hum (هُم) = mereka (laki-laki) jamak. Isim dhamir hum kadang dibaca him atau humu tergantung lafazh orang Arab atau tajwidnya, semuanya mempunyai arti yang sama yaitu mereka (laki2 jamak).

Kata lahum (لهُم) merupakan isim jar wal majrur yang dikaitkan (متعلق) dengan khabar muqaddam (awal) dan al-mim dengan ciri jamak.

Kata walahum (ولهُم) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 43 kali.

1.0. indek = Q002007010
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 7
1.3. no kalimat = 10
2.0. Qur'anic = وَلَهُم
2.1. Tarjamah = dan bagi mereka
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = وَ
3.1. Tarjamah = dan
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = َل
3.4. Tarjamah = bagi
3.5. Jenis kalimat = حرف
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = هُم
6.1. Tarjamah =  mereka (laki2 jamak)
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Jumat, 08 April 2016

Q002007009 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-7, Kata " ghisyaawatun")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

إنّ الّذين كفرُوا سوآءٌ عليهِم ءأنذرْتَهُم أم لم تنذرْهُم لا يؤمنُونَ (QS 2:6)

ختمَ اللهُ على قلوبهِم  وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-9 dari ayat ke-7 surat Al-Baqarah, yaitu kata ghisyaawatun (غِشٰوَةٌ) = tabir, tutup. 

Kata ghisyaawatun (غشٰوةٌ) adalah isim mubalaghah (yang berfungsi untuk menguatkan atau menyangatkan artinya) dengan wazan fi'aalatun (فِعَالَةٌ) dari kata fi'il madhi ghashiya (عَشِيَ) dan fi'il mudhari' yaghsyai (يَغْشَى).

Pada ayat ke-7 surat Al-Baqarah ini, kata ghisyaawatun (عشٰوةٌ) merupakan isim mubtada muakhir, marfu' dengan i'rab dhammah. Sedangkan kata sebelumnya yaitu 'alaa (على) abshaarihim (أبصٰرهِم) menempati posisi rafa' isim khabar muqaddam  karena pengulangan kata 'alaa (على) yang menguatkan arti kata khatama (ختم) di awal ayat.

Kata ghisyaawatun (غشٰوةٌ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 2 kali sedangkan akar kata ghasyiya (غَشِيَ) terdapat sebanyak 29 kali.

1.0. indek = Q002007009
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 7
1.3. no kalimat = 9
2.0. Qur'anic = غَثٰوَةٌ
2.1. Tarjamah = tabir
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = غِشَٰوَةٌ
6.1. Tarjamah =  tutup
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = غَشِيَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) menutup
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Kamis, 07 April 2016

Q002007008 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-7, Kata "abshaarihim")

Q002007008

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

إنّ الّذين كفرُوا سوآءٌ عليهِم ءأنذرْتَهُم أم لم تنذرْهُم لا يؤمنُونَ (QS 2:6)

ختمَ اللهُ على قلوبهِم  وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-8 dari ayat ke-7 surat Al-Baqarah, yaitu kata abshaarihim (أَبْصَٰرِهِمْ) = penglihatan (jama' mudzakkar) mereka (laki2 jamak). 

Seperti sudah kita bahas sebelumnya bahwa jumlah ismiyyah yaitu kata majemuk yang dimulai dengan kata isim dan kata berikutnya bisa isim atau fi'il. Kata abshaarihim (أبصٰرهِم) terdiri dari dua kata isim, yaitu kata abshaari (أبصٰرِ) = penglihatan (jamak mudzakkar) dan kata him (هِم) = mereka (laki2 jamak). Dengan demikian kata abshaarihim (أبصٰرِهِم) adalah jumlah ismiyyah, kata majemuk yang diawali dengan isim dengan struktur isim + isim. 

Isim yang pertama disebut dengan Mubtada dan isim yang kedua disebut khabar. Mubtada adalah kata / objek dalam bentuk isim yang ingin dijelaskan sedangkan khabar sesuai dengan namanya adalah kabar atau penjelasan dari kondisi, keadaan, jabatan, atau penjelasan dalam bentuk apapun dari objek yang sedang dijelaskan (mubtada).

Juga sudah kita bahas sebelumnya bahwa baik mubtada maupun khabar sama-sama harus dalam keadaan rafa' (i'rab rafa').  Mubtada harus isim ma'rifah, sedangkan khabar hukum asalnya adalah nakirah. Khabar harus sama dengan mubtada dari sisi jenis dan jumlah/banyaknya. 

Jadi kata abshaari (أبصٰرِ) adalah mubtada, merupakan isim ma'rifah karena tertentu (isim 'alam) dan marfu', berjenis mudzakkar dan jamak dari kata bashar (بَصَر). Sedangkan kata him (هِم) adalah khabar, meskipun dhamir adalah isim ma'rifah tapi menempati posisi nakirah, berjenis mudzakkar dan jamak.


Pada ayat ke-7 surat Al-Baqarah ini, karena kata abshaari (أبصٰرِ) terletak setelah huruf jar 'alaa (على) maka i'rabnya menjadi jar atau isim majrur. Sedangkan dhamir muttashil (tersambung dengan quluubi) him (هِم) adalah mabni tapi menempati posisi jar bil idhafah (dhamir yang tetsambung dengan isim majrur). 

Kata abshaarihim (أبصٰرِهِم) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 5 kali sedangkan akar kata bashura (بَصُرَ terdapat sebanyak 148 kali.

1.0. indek = Q002007008
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 7
1.3. no kalimat = 8
2.0. Qur'anic = أَبْصَٰرِهِمْ
2.1. Tarjamah = penglihatan (jama' mudzakkar) mereka (laki2 jamak)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = هِم
5.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = بَصَر
6.1. Tarjamah =  penglihatan
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = بَصُرَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) melihat atau memperhatikan
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Rabu, 06 April 2016

Q002007007 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-7, Kata "wa'alaa")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

إنّ الّذين كفروا سوآءٌ عليهِم ءأنذرْتَهُم أم لم تنذرْهُم لا يؤمنُونَ (QS 2:6)

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-7 dari ayat ke-7 surat Al-Baqarah, yaitu kata wa'alaa (وَعَلَى) = dan atas. 

Kata wa'alaa (وعلى) terdiri dari dua kata atau huruf. Pertama huruf waw (و) = dan, yaitu huruf waw isti'naafiyah atau ibtidaiyah atau huruf waw di awal kalimat. Kedua huruf jar 'alaa (على) = atas, yaitu huruf yang manjarkan atau mengkasrahkan atau memajrurkan kata isim setelahnya.

Seperti sudah kita sebelumnya bahwab huruf waw (وَ = dan) isti'naafiyah atau ibtida-iyah yaitu huruf waw yang terletak diawal kata atau kalimat dan tidak berfungsi atau tidak menghubungkan dengan kata sebelumnya (ma'uthuf) seperti huruf waw (وَ = dan) athaf. Juga tidak sama seperti waw (وَ) ma'iyah dimana kata atau kalimat dihubungan harus sama waktu dan/atau tempatnya. Dengan demikian kata atau setelah huruf waw (وَ) isti'naafiyah atau ibtidaiyah mengalami atau mempunyai i'rab berdiri sendiri.


1.0. indek = Q002007007
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 7
1.3. no kalimat = 7
2.0. Qur'anic = وَعَلَى
2.1. Tarjamah = dan atas
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = وَ
3.1. Tarjamah = dan 
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = عَلَى
6.1. Tarjamah =  atas
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Selasa, 05 April 2016

Q002007006 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-7, Kata "sam'ihim")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

إنّ الّذين كفرُوا سوآءٌ عليهِم ءأنذرْتَهُم أم لم تنذرْهُم لا يؤمنُونَ (QS 2:6)

ختم اللهُ على قلوبِهِم وعلى سمعِهِم وعلى أبصٰرِهِم غشٰوةٌ ولهُم عذابٌ عظيمٌ (QS 2:7)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para tabi'in, tabiut tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-6 dari ayat ke-7 surat Al-Baqarah, yaitu kata sam'ihim (سَمْعِهِمْ) = pendengan mereka (laki2 jamak). 

Kata sam'ihim (سمعِهِم) terdiri dari kata sam'i (سَمْعِ) = pendengaran atau telinga, dan kata dhamir muttashil orang ke-3 laki2 jamak him (هِم) = mereka (laki2 jamak).

Kata sam'i (سَمْعِ) atau sam'un (سَمْعٌ) adalah isim fi'il dari kata fi'il madhi sami'a (سَمِعَ) = dia laki2 telah mendengar, dan fi'il mudhari' yasma'u (يَسْمَعُ) = dia laki2 sedang, akan dan senantiasa mendengar. 

Isim fi'il adalah isim yang menunjukkan arti pekerjaan atau mewakili kata kerja, tetapi tidak dapat menerima tanda-tanda fi'il (kata kerja). Penggunaan isim fiil tetap dalam satu bentuk keadaan, baik untuk tunggal, dual, jamak, atau baik untuk mudzakkar maupun muannats. Jadi kata sam'i (سَمْعِ) bentuknya tetap (sama) untuk jama' mudzakkar.

Seperti sudah kita bahas sebelumnya tentang huruf penghubung ('athaf) waw (وَ) bahwa i'rab (perubahan harakat huruf akhir) kata setelah huruf 'athaf mengikuti i'rab kata yang dihubungkan atau ma'thufnya. Dengan demikian kalimat alaa (على) = atas, sam'ihim (سمعِهِم) = pendengaran mereka (laki2 jamak), dihubungkan (ma'uthuf) dan i'rabnya sama dengan kalimat 'alaa (على) = atas, quluubihim (قلوبِهِم) = hati (jama' mudzakkar) mereka (laki2 jamak). 

Jadi kata sam'i (سمعِ) adalah majrur dan kata him (هِم) adalah mabni (tetap) tapi menempati posisi jar bil idhafah yaitu dhamir yang tersambung (muttashil) dengan isim majrur.

Kata sam'ihim (سمعِهِم) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 3 kali dan akar kata sami'a (سَمِعَ) terdapat sebanyak 185 kali.

1.0. indek = Q002007006
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 7
1.3. no kalimat = 6
2.0. Qur'anic = سَمْعِهِمْ
2.1. Tarjamah = pendengaran mereka (laki2 jamak)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = هِم
5.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = سَمْع
6.1. Tarjamah =  pendengaran, telinga
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = سَمِعَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 telah 
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim