Selasa, 22 Agustus 2017

Q002037006 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-37, Kata “fataaba”)

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

فأزلَّهما الشّيطٰنُ عنها فأخرجَهما ممّا كانا فيهِ ۖ وقلنَا اهبطُوْا بعضُكم لبعضٍ عدوٌّ ۖ ولكم فى الأرضِ مستقرٌّ ومتٰعٌ إلىٰ حينٍ (QS 2:36)

فتلقَّىٰٓ ءادمُ مِن رّبّهِۦ كلمٰتٍ فتابَ عليهِ ۚ إنّهُۥ هوَ التّوّابُ الرّحيمُ (QS 2:37)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-37 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
  • Kemudian Adam menerima = فتلقَّىٰٓ ءادمُ
  • beberapa kalimat dari Tuhannya, = مِن رّبّهِۦ كلمٰتٍ 
  • maka Allah menerima taubatnya. = فتابَ عليهِ ۚ
  • Sesungguhnya Allah = إنّهُۥ هوَ 
  • Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. = التّوّابُ الرّحيمُ 

Jika Allah menghendaki atau insya Allah (إن شاء الله atau kalau dilatenkan "in syaa-a Allaah"), pada hari ini kita akan membahas kata ke-6 dari ayat ke-37 surat Al-Baqarah, yaitu kata fataaba (فَتَابَ) = maka Dia (mufrad mudzakkar telah) menerima taubat.

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa huruf fa (فَ) di dalam tata bahasa Arab atau ilmu nahwu bisa berperan sebagai berikut:
  1. Huruf 'athaf fa (فَ) = kemudian, yaitu huruf penghubung yang berurutan tanpa tenggang waktu dan bisa masuk ke isim atau fi'il.
  2. Huruf nashab atau sababiyah fa (فَ) = sehingga atau mengakibatkan, yaitu huruf yang masuk pada fi'il mudhari' kemudian menashabkan fi'il tersebut. Memberi faidah bahwa yang sebelumnya merupakan sebab bagi yang setelahnya dan harus didahului oleh thalab atau nafi. 
  3. Huruf ibtida' atau isti'naafiyah fa (فَ) = maka, yaitu yang terletak pada jawab syarat. 

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa wazan dari kata kerja fi'il bentuk ke-1 (dari 14) yaitu fi'il tsulatsi mujarrad untuk Mitsaal (M), Ajwaf (A) dan Naaqish (N) adalah sebagai berikut:
  1. AM1 = wa'ala (وَعَلَ) - ya'ilu (يَعِلُ) - 'il (عِلْ)
  2. AM2 = wa'ala (وَعَلَ) - ya'alu (يَعَلُ) - 'al (عَلْ)
  3. AM3 = wa'ila (وَعِلَ) - ya'ilu (يَعِلُ) - 'il (عِلْ)
  4. AM4 = wa'ila (وَعِلَ) - yau'alu (يَوْعَلُ) - ii'al (اِيْعَلْ)
  5. AM5 = wa'ula (وَعُلَ) - yau'ulu (يَوْعُلُ) - uu'ul (اُوْعُلْ)
  6. AM6 = ya'ila (يَعِلَ) - yai'alu (يَيْعَلُ) - ii'al (اِيْعَلْ)
  7. AM7 = wa'ila (وَعِلَ) - ya'alu (يَعَلُ) - 'al (عَلْ)
  8. AA1 = faala (فَالَ) - yafuulu (يَفُوْلُ) - ful (فُلْ), ajwaf waw (و) dimana huruf 'illat waw (و) menjadi alif (ا)
  9. AA2 = aala (آلَ) atau (ءَالَ) - yauulu (يَؤُوْلُ) - ul (أُلْ), ajwaf waw (و) dimana huruf 'illat waw (و) menjadi alif (ا)
  10. AA3 = faala (فَالَ) - yafaalu (يَفَالُ) - fal (فَلْ), ajwaf waw (و) dimana huruf 'illat waw (و) menjadi alif (ا)
  11. AA4 = faala (فَالَ) - yafiilu (يَفِيْلُ) - fil (فِلْ), ajwaf yaa (ي) dimana huruf 'illat yaa (ي) menjadi alif (ا)
  12. AA5 = laisa (لَيْسَ), tidak ada tashrifnya
  13. AA6 = faala (فَالَ) - yafaalu (يَفَالُ) - fal (فَلْ), ajwaf yaa (ي) dimana huruf 'illat yaa (ي) menjadi alif (ا)
  14. AN1 = fa'aa (فَعَا) - yaf'uu (يَفْعُوْ) - uf'u (اُفْعُ), naaqish waw (و) dimana huruf 'illat waw (و) menjadi alif (ا)
  15. AN2 = fa'iya (فَعِيَ) - yaf'aa (يَفْعَى) - if'a (اِفْعَ)
  16. AN3 = fa'aa (فَعَى) - yaf'ii (يَفْعِيْ) - if'i (اِفْعِ)
  17. AN4 = Fa'aa (فَعَى) - yaf'aa (يَفْعَى) - if'a (اِفْعَ)

Sebelumnya juga sudah kita bahas bahwa dhamir adalah Isim mabni yang menunjukkan kepada pihak yang berbicara atau yang diajak bicara atau pihak ke tiga. Berdasarkan penulisannya, dhamir ada tiga macam:

  1. Dhamir Munfashil adalah dhamir yang terpisah ketika dituliskan. Dhamir munfashil ada dua:
    a. Dhamir rafa’ munfashil, kedudukannya rafa’ sebagai mubtada’, khabar, fa’il atau naibul fa’il. 
b. Dhamir nashab munfashil, dii’rab pada posisi nashab maf’ul bih.

  1. Dhamir muttashil adalah dhamir yang tersambung ketika dituliskan. Dhamir muttashil ada tiga macam:
    a. Dhamir rafa’ muttashil, selalu bersambung dengan fi’il atau kana dan saudaranya.
b. Dhamir nashab muttashil, bersambung dengan fi’il atau huruf nashab inna dan saudaranya.
c. Dhamir jar muttashil, bersambung dengan isim atau huruf jar.

  1. Dhamir mustatir adalah dhamir yang tidak mempunyai bentuk yang kelihatan yang bisa diucapkan tapi tidak dituliskan.
    Dhamir-dhamir mustatir ada dua macam: 
a. Dhamir mustatir wujuban, adalah dhamir yang tidak bisa ditempati oleh isim zhahir.
b. Dhamir mustatir jawazan, adalah dhamir yang bisa ditempati oleh isim zhahir. Dhamir menjadi mustatir jawazan pada semua fi’il madhi dan fi’il mudhari’ yang disandarkan kepada orang ke tiga laki-laki atau perempuan tunggal (mufrad). 

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa tanda asal-asal i’rab adalah harakat dan sukun. Maka tanda asal Rafa’ adalah Dhammah/tain (ــُــٌـ), tanda asal Nashab adalah Fathah/tain (ــَــًـ), tanda asal Jar adalah Kasrah/tain (ــِــٍــ) dan tanda asal Jazm adalah Sukun (ــْــ). Dengan demikian apabila ada kalimah yang tidak kebagian tanda i’rab asal (Harakth atau Sukun), maka bagiannya adalah tanda i’rab Pengganti Asal (Bisa juga Harakat, Huruf atau membuang Huruf).

Tanda pengganti i'rab asal adalah sebagai berikut:
  • Untuk rafa': Wau (و), Alif (ا) dan Nun (ن)
  • Untuk Nashab: Alif (ا), Ya (ي), Kasrah (ــِــ) dan membuang Nun (حذف النون)
  • Untuk Jar: Ya (ي) dan Fathah (ــَــ)
  • Untuk Jazm: membuang huruf (حذف).

تَابَ – يَتُوْبُ + الكائن: يتراجع عن فعل أو أمر: يتوقف ثم يرجع ويعود عن فعل كان قد بدأه

Kata fataaba (فَتَابَ) terdiri dari dua kata dan/atau huruf berikut:
  • Huruf fa (فَ) = maka, adalah huruf athaf atau penghubung yang berurutan tanpa tenggang waktu dan bisa masuk ke isim atau fi'il.
  • Kata taaba (تَابَ) = Dia (mufrad mudzakkar telah) menerima taubat, adalah kata kerja fi’il madhi atau bentuk lampau oleh  pihak ketiga atau ghaib Huwa (هُوَ) = Dia (mufrad mudzakkar). Kata taaba (تَابَ) - yatuubu (يَتُوْبُ) adalah kata kerja fi’il tsulatsi mujarrad bentuk ke-1 dari 14 yang kemasukan huruf ‘illat waaw pada posisi huruf ‘ain atau ajwaf dengan wazan faala (فَالَ) - yafuulu (يَفُوْلُ)  atau indeks AA1.

Jadi kata taaba (تَابَ) pada kata fataaba (فَتَابَ) di dalam ayat ke-37 surat Al-Baqarah ini, adalah kata kerja fi'il madhi mabni dengan ciri utama fathah. Kata fataaba (فَتَابَ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 5 kali, sedangkan asal kata taaba (تَابَ) dengan semua kemungkinan awalan terdapat sebanyak 10 kali dan akar kata taaba (تَابَ) terdapat sebanyak 87 kali. 

1.0. Indek = Q002037006
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 37
1.3. No kalimat = 6
2.0. Qur'anic = فَتَابَ
2.1. Tarjamah = maka Dia (mufrad mudzakkar telah) menerima taubat
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = فَ
3.1. Tarjamah = maka
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = تَابَ
6.1. Tarjamah = dia (mufrad mudzakkar telah) menerima taubat
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = تَابَ
7.1. Tarjamah = dia (mufrad mudzakkar telah) bertobat atau minta ampun atau menerima taubat
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.

Wassalam


References:

  1. http://www.kitabuallah.com/موسوعة-لسان-القرآن/معجم-لسان-القرآن/49-التاء/216-تَابَ-يَتُوبُ-تَوْب-تَوْبَة-مَتَاب-تَائِب-تَائِبُوْن-تَائِبَة-تَائِبات-تَوَّا
  2. http://www.almaany.com/quran/2/37/6/
  3. http://corpus.quran.com/treebank.jsp?chapter=2&verse=37&token=6
  4. http://tanzil.net/#search/quran/فتابَ

Minggu, 20 Agustus 2017

Q002037004 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-37, Lafazh Al-Jalaalah "Rabbihi")

  1. Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

    بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

    فأزلَّهما الشّيطٰنُ عنها فأخرجَهما ممّا كانا فيهِ ۖ وقلنَا اهبطُوْا بعضُكم لبعضٍ عدوٌّ ۖ ولكم فى الأرضِ مستقرٌّ ومتٰعٌ إلىٰ حينٍ (QS 2:36)

    فتلقَّىٰٓ ءادمُ مِن رّبّهِۦ كلمٰتٍ فتابَ عليهِ ۚ إنّهُۥ هوَ التّوّابُ الرّحيمُ (QS 2:37)

    Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

    Ayat ke-37 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
    • Kemudian Adam menerima = فتلقَّىٰٓ ءادمُ
    • beberapa kalimat dari Tuhannya, = مِن رّبّهِۦ كلمٰتٍ 
    • maka Allah menerima taubatnya. = فتابَ عليهِ ۚ
    • Sesungguhnya Allah = إنّهُۥ هوَ 
    • Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. = التّوّابُ الرّحيمُ 

    Jika Allah menghendaki atau insya Allah (إن شاء الله atau kalau dilatenkan "in syaa-a Allaah"), pada hari ini kita akan membahas kata ke-4 dari ayat ke-37 surat Al-Baqarah, yaitu kata Rabbihi (رَّبِّهِ) = Tuhannya atau Tuhan dia (laki2 tunggal).

    Sebelumnya sudah bahas wazan kata kerja atau fi'il tsulatsi mujarrad bentuk ke-1 dari 14 yangmana huruf ke-2 dan ke-3 nya sama atau disebut mudha'af:
    1. AD1 = fa'a'a (فَعَّ) - yafu'u'u (يَفُعُّ) - fu'a'a (فُعَّ) atau uf'u' (اُفْعُعْ)
    2. AD2 = fa'a'a (فَعَّ) - yafa'u'u (يَفَعُّ) - fa'a'a (فَعَّ) atau if'a' (اِفْعَعْ)
    3. AD3 = fa'a'a (فَعَّ) - yafi'u'u (يَفِعُّ) - fi'a'a (فِعَّ) atau if'i' (اِفْعِعْ)
    4. AD4 = wa'a'a (فَعَّ) - yawa'u'u (يَوَعُّ) - wa'a'a (فُعَّ) atau iw'a' (اِوْعَعْ)

    Sebelumnya sudah kita bahas bahwa fungsi kata isim dhamir atau kata ganti orang muttashil ada tiga macam, sebagai berikut:
    • Dhamir rafa' muttashil, selalu bersambung dengan fi'il atau kana dan saudaranya.
    • Dhamir nashab muttashil, bersambung dengan fi'il atau huruf nashab inna dan saudaranya.
    • Dhamir jar muttashil, bersambung dengan isim atau huruf jar.

    Dhamir Muttashil berdasarkan pihak yang berbicara terdiri dari tiga jenis sebagai berikut:

    A. Pihak Ketiga (yang dibicarakan) atau Ghaib, yaitu:
    • Dia tunggal atau seorang laki-laki هُ - hu
    • Mereka (dual atau 2 orang laki-laki) هُمَا – humaa
    • Mereka (jamak atau 3 orang laki-laki atau lebih) هُمْ - hum
    • Dia (tunggal atau seorang perempuan) هَ - ha
    • Mereka (dual atau 2 orang perempuan) هُمَا – humaa
    • Mereka (jamak atau 3 orang perempuan atau lebih) هُنَّ - hunna

    B. Pihak Kedua (yang diajak bicara) atau Mukhatab, yaitu:
    • Kamu (tunggal atau seorang laki-laki) كَ – ka
    • Kalian (dual atau 2 orang laki-laki) كُمَا – kumaa
    • Kalian (jamak atau 3 orang laki-laki atau lebih) كٌمْ - kum
    • Kamu (tunggal atau seorang perempuan) كِ – ki
    • Kalian (dual atau 2 orang perempuan كُمَا – kumaa
    • Kalian (jamak 3 orang perempuan atau lebih) كٌنَّ -kunna

    C. Pihak Kesatu (yang berbicara) atau Mutakalim, yaitu:
    • Saya tunggal seorang laki-laki atau perempuan نِى - ni
    • Kami dua atau lebih laki-laki dan/atau perempuan نَا – na

    Untuk mengingatkan kembali bahwa kata isim dhamir muttashil hu (هُ) adalah mabni, yaitu tidak berubah harakat huruf terakhirnya pada posisi manapun dalam kalimat. Tapi berdasar dalil lafazh sama'i (kebiasaan bangsa Arab),  dhamir muttashil hu (هُ) juga diucapkan hi (هِ). Baik kata dhamir hi (هِ) dan dhamir hu (هُ) keduanya mempunyai arti yang sama, yaitu untuk orang ketiga tunggal laki2 (dia atau nya). 

    Juga sebelumnya sudah kita bahas tentang kata majemuk yang tidak sempurna yang terdiri dari isim-isim. Rangkaian dua buah Isim atau lebih, satu kata di depannya dalam keadaan Nakirah (tapi tanpa tanwin) dinamakan Mudhaf sedang kata yang paling belakang adalah Ma'rifah dinamakan Mudhaf Ilaih. Mudhaf Ilaih selalu sebagai Isim Majrur, sedangkan Mudhaf (Isim di depannya) bisa dalam bentuk Marfu', Manshub maupun Majrur, tergantung kedudukannya dalam kalimat. 

    Kata Rabbihi (رَّبِّهِ) terdiri dari dua bagian kata sebagai berikut:
    • Kata atau lafazh Al-Jalaalah Rabbi (رَّبِّ) = Tuhan atau Pemilik, aslinya dari kata atau lafazh Al-Jalaalah raabb (رابّ) = Tuhan atau Pemilik, adalah isim faa'il (pelaku) dari kata kerja rabba (رَبَّ) atau rababa (رَبَبَ) = (dia mufrad mudzakkar telah) mengasuh, memimpin, mengatur, memerintah, mendidik, memelihara. Kata kerja rabba (رَبَّ) - yarubbu (يَرُبُّ) adalah fi'il tsulatsi mudha'af mujarrad bentuk ke-1 dari 14 dengan wazan fa'a'a (فَعَّ) - yafu'u'u (يَفُعُّ) atau indek AD1. 
    • Kata benda atau isim dhamir muttashil hi (هِ) = dia laki2 tunggal, adalah pihak ketiga yang dibicarakan atau ghaib. 

    Jadi lafazh Al-jalaalah Rabbi (رَّبِّ) pada kata Rabbihi (رَّبِّهِ) di dalam ayat ke-37 surat Al-Baqarah ini, adalah isim majrur dengan ciri utama kasrah karena huruf jarr min (مِنْ) sebelumnya. Kata atau lafazh Al-Jalaalah Rabbi (رَّبِّ) juga merupakan mudhaf dalam kalimat tidak sempurna dengan kata isim hi (هِ) setelahnya. Tanda tasydid atau syaddah pada huruf ra (ر) karena dalil tajwid. Sedangkan kata dhamir muttashil hi (هِ) adalah dhamir muttashil yang menempati posisi jarr bil-idhafah yaitu dhamir yang menerangkan (mudhaf ilahi) lafazh Al-Jalaalah Rabbi (ربِّ) sebelumnya. Kata Rabbihi (رَبِّهِ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 44 kali, sedangkan asal kata rabb (رَبّ) atau akar kata rababa (رَبّ) dengan semua kemungkin awalan, akhiran dan/atau i'rab terdapat sebanyak 993 kali. 

    1.0. Indek = Q002037004
    1.1. No surat = 2
    1.2. No ayat = 37
    1.3. No kalimat = 4
    2.0. Qur'anic = رَّبِّهِ
    2.1. Tarjamah = Rabbnya atau Tuhan dia (laki2 tunggal)
    2.2. Jenis kalimat = إسم
    3.0. Awalan1 = 
    3.1. Tarjamah = 
    3.2. Jenis kalimat = 
    3.3. Awalan2 = 
    4.0. Sisipan1 =
    4.3. Sisipan2 =
    5.0. Akhiran1 = هِ
    5.1. Tarjamah = nya atau dia (laki2 tunggal)
    5.2. Jenis kalimat = إسم
    5.3. Akhiran2 = 
    5.6. Akhiran3 = 
    6.0. Asal kalimat = رَبّ
    6.1. Tarjamah = Rabb atau Tuhan
    6.2. Jenis kalimat = إسم
    7.0. Akar kalimat = رَبَّ
    7.1. Tarjamah = (Dia mufrad mudzakkar telah) mengasuh, memimpin, mengatur, memerintah, mendidik, memelihara.
    7.2. Jenis kalimat = فعل

    الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

    Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

    Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.

    Wassalam


    References:
    1. http://www.kitabuallah.com/موسوعة-لسان-القرآن/معجم-لسان-القرآن/56-الراء/1885-رَبَّ-يَرُبُّ-رَبّ-–-أّرْبّاب-–-رَبَّانِي-–-رَبَّانِيُّون-–-رِبِّي-رِبِّيُّون
    2. http://arabicverb.com/conjugate/ربّ/AG1
    3. http://www.almaany.com/quran/2/37/4/
    4. http://corpus.quran.com/treebank.jsp?chapter=2&verse=37&token=1
    5. http://tanzil.net/#search/quran/ربِّهِ

Sabtu, 19 Agustus 2017

Q002037003 (surat Al-Baqarah, Ayat ke-37, Kata "min")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

فأزلَّهما الشّيطٰنُ عنها فأخرجَهما ممّا كانا فيهِ ۖ وقلنَا اهبطُوْا بعضُكم لبعضٍ عدوٌّ ۖ ولكم فى الأرضِ مستقرٌّ ومتٰعٌ إلىٰ حينٍ (QS 2:36)

فتلقَّىٰٓ ءادمُ مِن رّبّهِۦ كلمٰتٍ فتابَ عليهِ ۚ إنّهُۥ هوَ التّوّابُ الرّحيمُ (QS 2:37)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-37 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
  • Kemudian Adam menerima = فتلقَّىٰٓ ءادمُ
  • beberapa kalimat dari Tuhannya, = مِن رّبّهِۦ كلمٰتٍ 
  • maka Allah menerima taubatnya. = فتابَ عليهِ ۚ
  • Sesungguhnya Allah = إنّهُۥ هوَ 
  • Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. = التّوّابُ الرّحيمُ 

Jika Allah menghendaki atau insya Allah (إن شاء الله atau kalau dilatenkan "in syaa-a Allaah"), pada hari ini kita akan membahas kata ke-3 dari ayat ke-37 surat Al-Baqarah, yaitu kata atau huruf min (مِنْ) = dari.

Sebelumnya sudah kita bahas tentang huruf jarr bahwa huruf jar dalam bahasa indonesia lebih dikenal dengan kata depan; (di, ke, dari, atas dll). Disebut huruf jar karena fungsinya adalah menjadikan kata setelahnya menjadi majrur. Ulama Lughah atau ahli bahasa Arab di kota Basroh (Syam)  menamakannya dengan "Huruf jar", sedangkan Ulama Lughah di kota Kufah (Irak) menamakannya dengan "Huruf Khafdh", sebagian mereka menamakannya dengan "Huruf Idhafah".

Kita ketahui bersama,  diantara keistimewaan bahasa arab dibanding dengan bahasa selainnya adalah bahwasannya bahasa arab memilki makna yang luas, dimana satu kata dalam bahasa arab bisa memilki banyak makna. Contohnya adalah pada huruf jar yang akan kita pelajari kali ini. Para ulama mengumpulkan huruf jar sebanyak 20 huruf dengan pembagiannya menjadi 3 macam :
  1. Huruf yang tidak khusus berfungsi sebagai huruf jar, maksudnya terkadang sebagai fi'il, yaitu terdapat 3 huruf : (عدا، خَلا، حاشَ) dan terkadang sebagai isim, yaitu terdapat 4 huruf: (الكَاف، عَلى، عَن، مُذ / مُنذُ)
  2. Huruf jar yang "syadz" masksudnya maknanya yang menyimpang dari makna aslinya. Yaitu terdapat 4 huruf: (كَي، مَتى، لَعَلّ، لَولَا)
  3. Sisanya adalah huruf jar asli yang khusus digunakan sebagai huruf jar. Yaitu 9 huruf adalah: (مِن، إلى، فِى، الباء، اللام، حَتّى، الواو، التاء، ربّّ)

Arti dari masing-masing huruf jarr asli ini adalah sebagai berikut:
  1. Min (مِنْ)  = dari
  2. Ilaa (إِلىَ ) = ke atau sampai
  3. 'An (عَنْ) = dari, kadang sebagai isim
  4. 'Alaa (عَلىَ) = di atas, kadang sebagai isim
  5. Fii (فِى) = di dalam
  6. Rubba (رُبَّ) = banyak/sedikit
  7. Al-baa (ب) = dengan
  8. Al-kaf (ك)  = seperti, kadang sebagai isim
  9. Al-laa (ل) = milik/kepunyaan

Jadi kata atau huruf min (مِن) pada ayat ke-37 surat Al-Baqarah ini adalah huruf jarr, yaitu huruf yang mengkasrahkan atau menjarkan atau memajrurkan kata setelahnya. Kata atau huruf jarr min (مِن) bersama isim majrur setelah min (مِن) pada ayat ke-37 ini merupakan muta'alaq (berhubungan) dengan kata kerja talaqqaa (تَلَقَّى) sebelumnya. Kata min (مِن) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 1030 kali, sedangkan huruf jarr min (مِن) untuk semua kemungkinan awalan dan/atau akhiran terdapat sebanyak  ribuan kali.

1.0. Indek = Q002037003
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 37
1.3. No kalimat = 3
2.0. Qur'anic = مِنْ
2.1. Tarjamah = dari
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = مِن
6.1. Tarjamah = dari
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.

Wassalam


References:

  1. http://www.almaany.com/quran/2/37/3/
  2. http://corpus.quran.com/treebank.jsp?chapter=2&verse=37&token=1
  3. http://tanzil.net/#search/quran/مِنْ