Kamis, 14 Juli 2016

Q002016001 (Surat AL-Baqarah, Ayat ke-16, Kata "uulaaika")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎اللهُ يستهْزئُ بهِم ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم يعْمهُونَ (QS 2:15)

‎أولٓئك الّذين اشتروُا الضّلٰلةَ بالهدىٰ فما ربحت تّجٰرتهُم وما كانُوا مهتدِينَ  (QS 2:16)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-16 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- أولٓئك الّذين اشتروُا 
- الضّلٰلةَ بالهدىٰ 
- فما ربحت تّجٰرتهُم 
- وما كانُوا 
- مهتدِينَ 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata pertama (ke-1)  dari ayat ke-16 surat Al-Baqarah, yaitu kata uulaaika (أُوْلٓئِكَ) = itu (mereka laki2 jamak).

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa kata uulaaika (أولٓئك) adalah salah satu isim isyaarah yaitu kata tunjuk atau penunjuk. Sebagaimana telah kita bahas sebelumnya bahwa kata uulaaika (أولٓئك) adalah kata isim isyaarah jarak jauh (itu) untuk baik mudzakkar (laki2) maupun muannats (perempuan). 

Berikut ringkasan dari kata isim isyaarah:

Isim isyaarah jarak dekat (ini)
- Hadzaa (هَذَا) = untuk jenis kata laki2 (mudzakkar) tunggal (mufrad) 
- Hadzaani (هَذَانِ) = untuk jenis kata laki2 dual (mutsanna)
- Haulaai (هَؤُلَاءِ) = untuk jenis kata laki2 jamak (jama') 
- Hadzahi (هَذِهِ) = untuk jenis kata perempuan (muannats) tunggal 
- Jenis kata perempuan dual: هَاتَانِ
- Haulaai (هَؤُلَاءِ) = untuk jenis kata perempuan jamak

Isim isyaarah jarak jauh (itu)
- Dzaalika (ذَالِكَ) = untuk jenis kata laki2 tunggal 
- Dzaanika (ذَانِكَ) = untuk jenis kata laki2 dual
- Uulaika (أُولَئِكَ) = untuk jenis kata laki2 jamak 
- Tilka (تِلْكَ) = untuk jenis kata perempuan tunggal
- Taanika (تَانِكَ) = untuk jenis kata perempuan dual 
- Uulaika (أُولَئِكَ) = untuk jenis kata perempuan jamak: 

Catatan bahwa kata uulaaika (َأُولٓئِك) sering ditulis uulaika (أُولَئِكَ) = itu (mereka jamak) dan kata haulaai (هَؤُلَاءِ) = ini (mereka jamak) hanya dipakai untuk kata jamak yang berakal (jarang sekali dipakai untuk kata jamak tidak berakal). Untuk kata jamak tidak berakal baik mudzakkar maupun muannats biasanya dipakai kata isim isyaarah jarak dekat hadzihi (هَذِهِ) = ini, dan untuk isim isyaarah jarak jauh tilka (تِلْكَ) = itu. Jadi kata hadzihi (هَذِهِ) = ini (kata jenis perempuan tunggal atau jamak baik perempuan maupun laki2 tapi tidak berakal), sedangkan kata tilka (تِلكَ) = itu (kata jenis perempuan tunggal atau jamak baik perempuan maupun laki2 tapi tidak berakal). 

Jadi kata uulaaika (أولٓئك) pada ayat ke-16 surat Al-Baqarah ini merupahkan isim isyarat atau kata tunjuk jarak jauh untuk jenis mudzakkar atau laki2 jamak. Kata uulaika (أولئك) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 206 kali.


1.0. Indek = Q002016001
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 16
1.3. No kalimat = 1
2.0. Qur'anic = أُولَئٓكَ
2.1. Tarjamah = (mereka laki2 jamak) itu 
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
‎ء5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = أُولَئِكَ
6.1. Tarjamah = (mereka laki2 jamak) itu 
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Rabu, 13 Juli 2016

Q002015007 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-15, Kata "ya'mahuuna")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ


وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)

‎اللهُ يستهْزئُ بهِم ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم يعْمهُونَ (QS 2:15)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- اللهُ يستهْزئُ بهِم 
- ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم 
- يعْمهُونَ 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata terakhir dari ayat ke-15 surat Al-Baqarah, yaitu kata ya'mahuuna (يَعْمَهُوْنَ) = mereka (laki2 jamak sedang, akan dan/atau senantiasa) terombang-ambing atau terlunta-lunta (to wandering blindly).

Untuk mengingatkan kembali bahwa sebelumnya sudah kita bahas  wazan dari kata kerja fi'il bentuk ke-1 (dari 14) yaitu fi'il mujarrad shahih (AS1-AS8) sebagai berikut:
1. AS1 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
2. AS2 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
3. AS3 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
4. AS4 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
5. AS5 = fa'ula (َفَعُل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
6. AS6 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'ilu (يَفْعِلُ) - if'il (اِفْعِلْ)
7. AS7 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ) atau yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
8. AS8 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ) atau yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)

Jadi kata ya'mahuuna (يَعْمَهُوْنَ) = mereka (laki2 jamak sedang, akan dan/atau senantiasa) terombang-ambing atau terlunta-lunta, terdiri dari dua bagian sebagai berikut:
- Kata yang pertama ya'mahu (يعمهُ) = dia laki2 sedang, akan dan/atau senantiasa terombang-ambing, adalah fi'il mudari' dengan wazan AS4 'amiha (عَمِهَ) dan fi'il mudhari' ya'mahu (يعمهُ). 
- Kata yang kedua adalah dhamir muttashil orang ketiga jamak laki2 al-waw (ون) = mereka (laki2 jamak), yaitu dhamir untuk tashrif lughawiyah dari kata ya'mahu (يعمهُ) menjadi ya'mahuuna (يعمهُون).

Seperti pembahasan sebelumnya bahwa kata kerja fi'il mudhari' dengan dhamir muttashil al-waw ini dikenal sebagai salah satu fi'il af'alul khamsah (fi'il fi'il yang lima), yaitu fi'il mudhari' yang diakhiri dengan huruf 'illat dan nun.

Kata ya'mahuuna (يعمهُون) pada ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini merupakan hal (keterangan atau penjelasan) dari kata thughyaanihim (طغيٰنِهِم) sebelumnya. Kata ya'mahuuna (يعمهُون) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 7 kali, sedangkan asal kata ya'mahu (يعمهُ) dengan tashrif lughawiyah yang laun dan akar kata 'amiha (عَمِهَ) tidak ada.

Jadi arti dari ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini per kalimat adalah sebagai berikut:
- اللهُ يستهْزئُ بهِم = Allah akan (membalas) olok-olokan mereka
- ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم = dan membiarkan mereka dalam kesesatan atau kedurhakaan 
- يعْمهُونَ = mereka terombang-ambing atau terlunta-lunta


1.0. indek = Q002015007
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 15
1.3. no kalimat = 7
2.0. Qur'anic = يَعْمَهُوْنَ
2.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak sedang, akan dan/atau senantiasa) terombang-ambing atau terlunta-lunta
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = وْنَ
5.1. Tarjamah = mereka laki2 jamak
5.2. Jenis kalimat = إسم
‎ء5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = يَعْمَهُ
6.1. Tarjamah = dia laki2 sedang, akan dan/atau senantiasa terombang-ambing atau terlunta-lunta
7.0. Akar kalimat = عَمِهَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 tunggal telah terombang-ambing atau terlunta-lunta (to wandering blindly)
7.2. Jenis kalimat = فعل


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Selasa, 12 Juli 2016

Q002015006 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-15, Kata "thughyaanihim")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)

‎اللهُ يستهْزئُ بهِم ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم يعْمهُونَ (QS 2:15)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:

- اللهُ يستهْزئُ بهِم 

- ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم 

- يعْمهُونَ 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-6 dari ayat ke-15 surat Al-Baqarah, yaitu kata thughyaanihim (طُغْيٰنِحِم) = kedurhakaan mereka (laki2 jamak).

Kata thughyaanihim (طغيٰنِهِم) terdiri dari dua kata sebagai berikut:
1. Kata isim thughyaani (طغيانِ) = kedurhakaan, adalah isim fi'il mubalaghah dengan wazan fu'laanin/an/un (فـُعـْلان) dari kata fi'il madhi thaghaa (طَغَى) dan fi'il mudhari' yathghaa (يَطْغَى) dengan indek AN4 seperti diterangkan dibawah.
2. Kata dhamir orang ketiga jamak him (هِم) = mereka (laki2 jamak), adalah isim dhamir muttashil (menyambung penulisannya) untuk orang ke-3 jamak mudzakkar.

Kata isim dhamir muttashil him (هِم) adalah mabni, yaitu tidak berubah harakat huruf terakhirnya pada posisi manapun dalam kalimat. Kata dhamir him (هِم) atau kata dhamir humu (هُمُ) berasal dari dhamir hum (هُمْ) dengan arti yang sama untuk orang ketiga jamak laki2 (mereka). 

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa wazan fi'il mujarrad bentuk ke-1 dari 14 yang kemasukan huruf illat pada huruf akhir fi'il tsulatsi adalah sebagai berikut:

1. AN1 = fa'aa (فَعَا) - yaf'uu (يَفْعُوْ) - uf'u (اُفْعُ), naaqish waw (و) dimana huruf 'illat waw (و) menjadi alif (ا)
2. AN2 = fa'iya (فَعِيَ) - yaf'aa (يَفْعَى) - if'a (اِفْعَ)
3. AN3 = fa'aa (فَعَى) - yaf'ii (يَفْعِيْ) - if'i (اِفْعِ)
4. AN4 = Fa'aa (فَعَى) - yaf'aa (يَفْعَى) - if'a (اِفْعَ)


Jadi kata isim thughyaani (طغيٰنِ) pada kata thughyaanihim (طغيٰنِهِم) adalah isim majrur karena huruf jarr fii (فى) sebelumnya. Sedangkan kata isim dhamir muttashil him (هِم) adalah mudha'af ilaihi (mengikuti) i'rab kata thughyaani (طغيٰنِ) menempati posisi jar atau isim majrur. Kata thughyaanihim (طغيٰنِهِم) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 5 kali, sedangkan asal kata thughyanin/an/un (طغيٰن) dengan semua kemungkinan akhiran terdapat sebanyak 9 kali dan akar kata thaghaa (طَغَى) terdapat sebanyak 39 kali.


1.0. indek = Q002015006
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 15
1.3. no kalimat = 6
2.0. Qur'anic = طُغْيَنِهِم
2.1. Tarjamah = kedurhakaan mereka (laki2 jamak)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = هِم
5.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = طُغْيٰن
6.1. Tarjamah = kedurhakaan
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = طَغَى
7.1. Tarjamah = (dia laki2 tunggal telah) melampai batas atau berbuat keterlaluan.
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Senin, 11 Juli 2016

Q002015005 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-15, Kata "fii")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ


وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)

‎اللهُ يستهْزئُ بهِم ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم يعْمهُونَ (QS 2:15)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- اللهُ يستهْزئُ بهِم 
- ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم 
- يعْمهُونَ 


Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-5 dari ayat ke-15 surat Al-Baqarah, yaitu kata fii (فِى) = (di) dalam.

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa parra ulama mengumpulkan huruf jar sebanyak 20 huruf dengan pembagiannya menjadi 3 macam :
1. Huruf yang tidak khusus berfungsi sebagai huruf jar, maksudnya terkadang sebagai fi'il, yaitu terdapat 3 huruf : (عدا، خَلا، حاشَ) dan terkadang sebagai isim, yaitu terdapat 4 huruf: (الكَاف، عَلى، عَن، مُذ / مُنذُ)

2. Huruf jar yang "syadz" masksudnya maknanya yang menyimpang dari makna aslinya. Yaitu terdapat 4 huruf: (كَي، مَتى، لَعَلّ، لَولَا)

3. Sisanya adalah huruf jar asli yang khusus digunakan sebagai huruf jar. Yaitu 9 huruf adalah: (مِن، إلى، فِى، الباء، اللام، حَتّى، الواو، التاء، ربّّ)

Arti dari masing-masing huruf jarr asli ini adalah sebagai berikut:
1. Min (مِنْ)  = dari
2. Ilaa (إِلىَ ) = ke
3. 'An (عَنْ) = dari, kadang sebagai isim
4. 'Alaa (عَلىَ) = di atas, kadang sebagai isim
5. Fii (فِى) = di dalam
6. Rubba (رُبَّ) = banyak/sedikit
7. Al-baa (ب) = dengan
8. Al-kaf (ك)  = seperti, kadang sebagai isim
9. Al-laa (ل) = milik/kepunyaan

Jadi kata atau fii (فى) adalah huruf jarr asli yang mengkasrahkan kata setelahnya menjadi majrur dengan ciri utama kasrah pada huruf terakhirnya. Huruf jarr juga (selalu) dihubungan (muta'alaq) dengan kata lain. Dalam hal ini - pada ayat ke-15 surat Al-Baqarah - huruf jarr fii (فى) muta'alaq dengan kata kerja yamuddu (يمدُّ) sebelumnya. Kata atau huruf jarr fii (فى) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 1185 kali, sedangkan huruf fii (فى) dengan semua kemungkinan akhiran dan/atau awalan terdapat sebanyak 1701 kali.

1.0. indek = Q002015005
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 15
1.3. no kalimat = 5
2.0. Qur'anic = فِى
2.1. Tarjamah = (di) dalam
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = فِى
6.1. Tarjamah = di dalam
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Minggu, 10 Juli 2016

Q002015004 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-15, Kata "wayamudduhum")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ


وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)

‎اللهُ يستهْزئُ بهِم ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم يعْمهُونَ (QS 2:15)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- اللهُ يستهْزئُ بهِم 
- ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم 
- يعْمهُونَ 


Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-4 dari ayat ke-15 surat Al-Baqarah, yaitu kata wayamudduhum (وَيَمُدُّهُم) = dan (dia laki2 tunggal sedang, akan dan/atau senantiasa) membiarkan mereka (laki2 jamak).

Kata wayamudduhum (ويمدُّهُم) terdiri dari tiga (3) bagian sebagai berikut:
1. Huruf athaf atau penghubung wa (وَ) = dan, yaitu yang menghubungkan kata atau kalimat sebelum (ma'uthuf) dengan sesudahnya (muta'alaq).
2. Kata kerja fi'il mudhari' yamuddu (يمدُّ) = dia laki2 sedang, akan dan/atau senantiasa membiarkan, yaitu mauzun dari wazan AD1 seperti yang dibahas dibawah. Faa'il atau pelaku (subjek) dari kata yamuddu (يمدُّ) ini adalah dhamir Huwa (هُو) = dia laki2 tunggal, yaitu dhamir mustattir atau tersembunyi.
3. Kata isim hum (هُم) = mereka laki2 jamak, yaitu dhamir nashab muttashil yang menempati posisi maf'ul bih (objek).

Sebelumnya sudah bahas sebagian besar wazan kata kerja atau fi'il tsulatsi mujarrad dengan indek A atau bentuk ke-1 dari 14 yang shahih, yang kemasukan huruf illat dan hamzah. Berikut kita bahas wazan kata kerja atau fi'il tsulatsi mujarrad yang huruf ke-2 dan ke-3 nya sama atau disebut mudha'af, yaitu:
1. AD1 = fa'a'a (فَعَّ) - yafu'u'u (يَفُعُّ) - fu'a'a (فُعَّ) atau uf'u' (اُفْعُعْ)
2. AD2 = fa'a'a (فَعَّ) - yafa'u'u (يَفَعُّ) - fa'a'a (فَعَّ) atau if'a' (اِفْعَعْ)
3. AD3 = fa'a'a (فَعَّ) - yafi'u'u (يَفِعُّ) - fi'a'a (فِعَّ) atau if'i' (اِفْعِعْ)
4. AD4 = wa'a'a (فَعَّ) - yawa'u'u (يَوَعُّ) - wa'a'a (فُعَّ) atau iw'a' (اِوْعَعْ)
 
Juga sudah kita bahas sebelumnya bahwa dalam bahasa Arab, sebuah jumlah fi'liyah (جُمْلَة فِعْلِيَّة) atau kalimat verbal atau kalimat sempurna yang mengandung kata kerja, letak faa'il (pelaku) sebagai subjek bisa di depan dan bisa pula di belakang fi'il (kata kerja) sebagai prediket. Bila fi'il mendahului faa'il maka kata kerja fi'il tetap dalam dalam bentuk mufrad (tunggal) mudzakkar atau muannats meskipun faa'ilnya mutsanna (dual) ataupun jamak.

Jadi kata wayamudduhum (ويمدُّهُم) adalah jumlah fi'liyah dimana faa'ilnya adalah dhamir mustattir mufrad (tunggal) huwa (هُو), kata kerjanya fi'il mudhari' mujarrad yamuddu (يمدُّ) dan objeknya dhamir mutashil jamak hum (هُم). Kata wayamudduhum (ويمدُّهُم) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak satu kali, sedangkan asal kata yamuddu (يمدُّ) terdapat sebanyak 4 kali dan akar kata madda (مدَّ) terdapat sebanyak 32 kali.

1.0. indek = Q002015004
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 15
1.3. no kalimat = 4
2.0. Qur'anic = وَيَمُدُّهُم
2.1. Tarjamah = dan (dia laki2 tunggal sedang, akan dan/atau senantiasa) membiarkan mereka (laki2 jamak)
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = وَ
3.1. Tarjamah = dan
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = هُمُ
5.1. Tarjamah = mereka laki2 jamak
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = يَمُدُّ
6.1. Tarjamah =  (dia laki2 tunggal sedang, akan dan/atau senantiasa) membiarkan
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = مَدَّ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 tunggal telah) membiarkan
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Sabtu, 09 Juli 2016

Q002015003 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-15, Kata "bihim")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ


وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)

‎اللهُ يستهْزئُ بهِم ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم يعْمهُونَ (QS 2:15)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- اللهُ يستهْزئُ بهِم 
- ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم 
- يعْمهُونَ 

Insyaa Allah hari ini kita akan membahas kata ke-3 dari ayat ke-15 surat Al-Baqarah, yaitu kata bihim (ْبِهِم) = (dengan) mereka.

Kata bihim (بهِم) = dengan atau bersama mereka, terdiri atas huruf jarr al-baa (ب) = dengan atau bersama, dan dhamir orang ketiga jamak him (هِم) = mereka (laki2 jamak). Perlu di-ingat bahwa dhamir termasuk isim mabni yaitu yang keadaan/huruf akhirnya tidak mengalami perubahan walaupun diletakkan pada posisi yang berbeda dalam suatu kalimat.

Kata isim dhamir muttashil him (هِم) adalah mabni, yaitu tidak berubah harakat huruf terakhirnya pada posisi manapun dalam kalimat. Kata dhamir him (هِم) atau kata dhamir humu (هُمُ) berasal dari dhamir hum (هُمْ) dengan arti yang sama untuk orang ketiga jamak laki2 (mereka). Kata dhamir muttashil him (هِم) ini berkedudukan atau menempati posisi jarr atau majrur karena huruf jarr al-baa (ب) sebelumnya. 

Jadi kata bihim (بهِم) dihubungkan atau dikaitkan dengan kata yastahziuuna (يستهزئُ) sebelumnya di ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini. Kalimat yastahziu (يستهزِئُ) bihim (بهِم) merupakan khabar dari lafazh Al-Jalalah Allahu (اللهُ) di awal ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini. Kata bihim (بهِم) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 41 kali, sedangkan kata bihim (بهِم) dengan semua kemungkinan kata awalan terdapat sebanyak 202 kali.


1.0. indek = Q002015003
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 15
1.3. no kalimat = 3
2.0. Qur'anic = بهِمْ
2.1. Tarjamah = (dengan) mereka (laki2 jamak)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = هِم
5.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = 
6.1. Tarjamah = 
6.2. Jenis kalimat = 
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Jumat, 08 Juli 2016

Q002015002 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-15, Kata "yastahziu")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ


وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)

‎اللهُ يستهْزئُ بهِم ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم يعْمهُونَ (QS 2:15)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- اللهُ يستهْزئُ بهِم 
- ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم 
- يعْمهُونَ 

Insyaa Allah hari ini kita akan membahas kata ke-2 dari ayat ke-15 surat Al-Baqarah, yaitu kata yastahziu (يَسْتَهْزِئُ) = (dia laki2 tunggal sedang, akan dan/atau senantiasa) memperolok-olok.

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa kata kerja istahza-a (استهزأَ) - yastahziu (يستهزئُ) merupakan fi'il mazid bentuk ke-10 dengan indek JH3 dari kata kerja haza-a (هزأ) atau hazi-a (هزئَ) - yahza-u (يهزأُ), yaitu kata kerja fi'il mujarrad bentuk ke-1 dengan indek AH9.

Telah kita bahas sebelumnya bahwa struktur kalimat dalam bahasa Arab minimal harus tersusun dari dua kata atau lebih atau disebut jumlah atau nomina atau frasa atau kata majemuk yang mempunyai makna. Berdasarkan komponen penyusunnya, ada dua jumlah atau kata majemuk bermakna. Pertama, Jumlah Fi'liyyah, yaitu kalimat yang diawali dengan fi'il, dengan struktur fi'il + isim. Kedua, Jumlah ismiyyah, yaitu kalimat yang diawali dengan isim,  dengan struktur isim + fi'il atau isim + isim.

Pada frasa atau jumlah ismiyah, isim yang pertama sebagai Mubtada dan isim yang kedua sebagai khabar. Mubtada adalah kata atau objek dalam bentuk isim yang ingin dijelaskan (diterangkan) sedangkan khabar sesuai dengan namanya adalah kabar atau penjelasan (menerangkan) dari kondisi, keadaan, jabatan, atau penjelasan dalam bentuk apapun dari objek yang sedang dijelaskan (mubtada).

Ada 3 Kaidah dalam menyusun jumlah ismiyyah: 

1. Baik mubtada maupun khabar sama-sama harus dalam keadaan rafa' (i'rab rafa') dengan ciri utama dhammah. Isim dengan i'rab rafa' disebut isim marfu'.
2. Mubtada harus isim ma'rifah, yaitu kata khusus atau tertentu dengan ciri utama atau diawali alif lam ma'rifah. Sedangkan khabar hukum asalnya adalah nakirah, kecuali untuk isim-isim yang dari asalnya ma'rifah (Isim 'Alam, Isim Isyarah, dan Dhamir)
3. Khabar harus sama dengan mubtada dari sisi jenis dan jumlah/banyaknya. Bila mubtadanya mufrad dan mudzakkar, maka khabarnya wajib mufrad dan mudzakkar. Begitupun bila mubtadanya muannats dan tastsniyah, maka khabarnya harus muannats dan tatsniyah, dan seterusnya.

Jadi yastahziu (يستهزِئُ) merupakan kata kerja fi'il mudhari', yaitu kata kerja yang sedang, akan dan/atau senantiasa berlaku/terjadi dengan faa'il (pelaku) dhamor mustatir (tersembunyi) Huwa (هو). Karena kata di awal ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini adalah lafazh Al-Jalalah Allahu (اللهُ) merupakan mubtada marfu' mufrad (tunggal) maka kata yastahziu (يستهزِئُ) merupakan khabar marfu' (dhammah) mufrad. Keduanya membentuk jumlah ismiyah (kata majemuk) yang terdiri dari isim+isim. Kata yastahziu (يستهزِئُ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak satu kali, sedangkan akar kata haza-a (هزء) atau (هزأ) terdapat sebanyak 34 kali.


1.0. indek = Q002015002
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 15
1.3. no kalimat = 2
2.0. Qur'anic = يَسْتَهْزِئُ
2.1. Tarjamah = (dia laki2 tunggal sedang, akan dan/atau senantiasa) mengolok-olok.
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = استهزأَ
6.1. Tarjamah = dia (laki2 tunggal telah) mengolok-olok
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = هَزَأَ
7.1. Tarjamah = dia (laki2 tunggal telah) mengolok
7.2. Jenis kalimat = فعل

الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim