Selasa, 07 Juni 2016

Q002013006 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-13, Kata "aamana")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ألآ إنّهُم همُ الْمفسدون ولٰكن لّا يشعرُون (QS 2:12)

وإذَا قيلَ لهُم ءامِنُوا كمآ ءامنَ النّاس قالُوا أنؤمِنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-13 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا قيل لهُم ءامنُوا
- كمآ ءامنَ النّاسُ
- قالُوا
- أنؤمنُ
- كمآ ءامنَ السّفهآءُ
- ألآ إنّهُم
- همُ السّفهآءُ
- ولٰكن لّا يعلمُون

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-6 dari ayat ke-13 surat Al-Baqarah, yaitu kata aamana (ءَامَنَ) = telah berimannya.

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa kata aamana (َءَامَن) atau (َآمَن) adalah kata kerja fi'il madhi mazid bentuk ke-4 (dari 14) af'ala (أفعل) yang kemasukan huruf hamzah menggunakan wazan DH1 = aa'ala (آعَلَ) atau (أأعل), dimana posisi huruf fa-nya (ف) diisi atau diganti oleh huruf hamzah (أ).

Jadi kata ke-6 pada ayat ke-13 surat Al-Baqarah ini, yaitu kata aamana (آمنَ) atau (ءامنَ) =  dia laki2 tunggal telah beriman, adalah kata kerja fi'il madhi mazid yang kemasukan huruf hamzah pada posisi huruf fa-nya. Kata aamana (آمنَ) mabni dengan i'rab fathah merupakan mbtada dari sebuah jumlah fi'liyah.

Sebelumnya sudah kita sebutkan bahwa huruf mashdariyah maa (ما) adalah huruf yang bisa mentakwillan kata fi'il sesudahnya menjadi mashdar dan sekaligus menghalangi fungsi huruf jar terhadap kata isim setelahnya dari majrur menjadi nashab. 

Dengan demikian kata aamana (آمن) pada ayat ke-13 ini menempati posisi nashab dan merupakan bagian (ke-3) naibul faa'il dari kata qiila (قيل) pada kalimat sebelumnya, dimana naibul faa'il yang pertama dan kedua adalah kata aaminuu (آمِنوا) dan kamaa (كمآ) sebelumnya. Kata aamana (آمنَ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 26 kali.


1.0. indek = Q002013006
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 13
1.3. no kalimat = 6
2.0. Qur'anic = ءَامَنَ
2.1. Tarjamah = dia laki2 tunggal telah beriman 
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 = 
4.3. Sisipan2 = 
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = ءَامَنَ
6.1. Tarjamah =  (dia laki2 tunggal telah) beriman
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = آمَنَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 tunggal telah) beriman
7.2. Jenis kalimat = فعل


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Senin, 06 Juni 2016

Q002013005 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-13, Kata "kamaa")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ألآ إنّهُم همُ الْمفسدُون ولٰكن لّا يشعرُون (QS 2:12)

وإذَا قيلَ لهُم ءامنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-13 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا قيل لهُم ءامنُوا
- كمآ ءامنَ النّاسُ
- قالُوا
- أنؤمنُ
- كمآ ءامنَ السّفهآءُ
- ألآ إنّهُم
- همُ السّفهآءُ
- ولٰكن لّا يعلمُون

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-5 dari ayat ke-13 surat Al-Baqarah, yaitu kata kamaa (كَمَآ) = sebagaimana.

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa parra ulama mengumpulkan huruf jar sebanyak 20 huruf dengan pembagiannya menjadi 3 macam :
1. Huruf yang tidak khusus berfungsi sebagai huruf jar, maksudnya terkadang sebagai fi'il, yaitu terdapat 3 huruf : (عدا، خَلا، حاشَ) dan terkadang sebagai isim, yaitu terdapat 4 huruf: (الكَاف، عَلى، عَن، مُذ / مُنذُ)

2. Huruf jar yang "syadz" masksudnya maknanya yang menyimpang dari makna aslinya. Yaitu terdapat 4 huruf: (كَي، مَتى، لَعَلّ، لَولَا)

3. Sisanya adalah huruf jar asli yang khusus digunakan sebagai huruf jar. Yaitu 9 huruf adalah: (مِن، إلى، فِى، الباء، اللام، حَتّى، الواو، التاء، ربّّ)

Arti dari masing-masing huruf jarr asli ini adalah sebagai berikut:
1. Min (مِنْ)  = dari
2. Ilaa (إِلىَ ) = ke
3. 'An (عَنْ) = dari, kadang sebagai isim
4. 'Alaa (عَلىَ) = di atas, kadang sebagai isim
5. Fii (فِى) = di dalam
6. Rubba (رُبَّ) = banyak/sedikit
7. Al-baa (ب) = dengan
8. Al-kaf (ك)  = seperti, kadang sebagai isim
9. Al-laa (ل) = milik/kepunyaan

Sementara huruf maa (ما) = apa, bisa berupa isim atau huruf. Sebagai isim ada empat kemungkinan sebagai berikut:
- Isim maushul, digunakan untuk yang tidak berakal.
- Isim istifham, digunakan untuk menanyakan sesuatu yang tidak berakal.
- Isim syarat, menjazmkan dua fi'il, fi'il syarat dan jawabnya. 
- Isim nakirah dengan makna "sesuatu yang agung" (Ma Ta'ajjubiyah), dii'rab pada posisi rafa' mubtada'. 

Sedangkan maa (ما) sebagai huruf ada beberapa kemungkinan berikut:
1. Huruf nafi yang masuk ke fi'il : Biasanya masuk ke fi'il madhi dan memberi faidah penafian pada masa lalu, sebagaimana juga masuk ke fi'il mudhari' kemudian memberi faidah penafian pada masa sekarang atau akan datang. 

2. Huruf nafi masuk ke mubtada' dan khabar. 
- Bisa berupa huruf yang beramal seperti laisa dengan syarat mubtada' dikedepankan atas khabar dan penafiannya tidak dibatalkan dengan dimasukkannya illa (إلّا) sebelum khabar. 
- Atau memberi faidah penafian ketika tidak tercukupinya syarat- syarat yang lalu dan tidak mempunyai pengaruh kepada i'rab mubtada' dan khabar.

3. Huruf zaidah atau tambahan yang menghalangi amal. 
- Bisa bersambung dengan inna dan saudaranya (kemudian menghalangi inna dan saudaranya dari menashabkan isim inna dan jadilah isim setelahnya mubtada' marfu'). 
- Apabila bersambung dengan fi'il kasyura (كشر) = banyak, qalla (قلّ) = sedikit, dan thaala (طال) = lama, maka huruf tersebut mencegah fi'il-fi'il ini dari membutuhkan fa'il dan setelahnya adalah jumlah fi'liyah. 
- Apabila bersambung dengan dua huruf jar kaf (ك) dan rubbi (ربّ) maka huruf maa membatalkan amal kedua huruf jar tersebut. Tidak menjarkan isim setelahnya.

4. Huruf mashdari, adalah huruf maa tersebut bisa ditakwil (diartikan atau ditukar atau digantikan) dengan atau dama fi'il mudhari' setelahnya sebagai mashdar. 
- Cara membedakan dengan selain mashdari adalah apabila huruf maa ini dan kalimat setelahnya bisa ditakwilkan kepada mashdar maka disebut huruf mashdari, apabila tidak maka bukan huruf mashdari.
- Huruf mashdariyah ada 7 sebagai berikut: Anna (َأَنّ), An (أَنْ), Kai (كَيْ), Lau (لَوْ), Hamzah (أ), Maa (مَا) dan Alladzi (الَّذِي).
- Maa (ما) yang berfungsi sebagai mashdariyah, yaitu setelah huruf maa (‫مَا‬) terdapat fi'il dan huruf maa tersebut bisa digantikan dengan bentuk mashdar yang berasal dari fi'ilnya. Huruf mashdariyah menashabkan i'rab kata setelahnya.
- Huruf maa (‫مَا‬) mashdariyah seperti ini tidak bisa diterjemahkan apa adanya, karena menjadi tidak lazim di dalam bahasa Indonesia, tetapi harus diterjemahkan sesuai dengan mashdarnya.

Jadi kata kamaa (كمآ) = sebagaimana, terdiri dari dua bagian sebagai berikut:
- Huruf jar kaf (ك) = seperti atau sebagaimana, yaitu huruf yang menjarkan isim setelahnya.
- Huruf mashdariyah atau huruf zaidah maa (ما) = apa, yaitu huruf yang bisa mentakwillan kata fi'il sesudahnya menjadi mashdar dan sekaligus menghalangi fungsi huruf jar terhadap kata isim setelahnya dari majrur menjadi nashab. 

Kata kamaa (كمآ) pada ayat ke-13 ini merupakan bagian (ke-2) naibul faa'il dari kata qiila (قيل) pada kalimat sebelumnya, dimana naibul faa'il yang pertama adalah kata aaminuu (آمِنوا) sebelumnya. Kata kamaa (كَمَآ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 62 kali.


1.0. indek = Q002013005
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 13
1.3. no kalimat = 5
2.0. Qur'anic = كَمَآ
2.1. Tarjamah = sebagaimana 
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = ك
3.1. Tarjamah = seperti, sebagaimana
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 = 
4.3. Sisipan2 = 
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = ما
6.1. Tarjamah = apa
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 

‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Minggu, 05 Juni 2016

Q002013004 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-13, Kata "aaminuu")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ألآ إنّهُم همُ الْمفسدُون ولٰكن لّا يشعرُون (QS 2:12)

وإذَا قيلَ لهُم ءامنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-13 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا قيل لهُم ءامنُوا
- كمآ ءامنَ النّاسُ
- قالُوا
- أنؤمنُ
- كمآ ءامنَ السّفهآءُ
- ألآ إنّهُم
- همُ السّفهآءُ
- ولٰكن لّا يعلمُون

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-4 dari ayat ke-13 surat Al-Baqarah, yaitu kata aaminuu (ءَامِنُوا) = berimanlah (kalian  orang ke-2 atau mukhaatab atau orang diajak bicara laki2 jamak).

Kata aaminuu (ءامنوا) terdiri dari kata fi'il amar aamin (ءامن) = berimanlah (kamu laki2 tunggal), dan kata isim dhamir muttashil al-waw (ون) = kalian (laki2 jamak).

Alhamdulillah, sebelumnya sudah kita bahas tashrif istilahiyah bentuk kata kerja ke-4 (dari 14) yaitu wazan fi'il mazid dengan indek D = a'f'ala (َأَفْعَل) - yuf'ilu (يُفْعِلُ) - af'il (أَفْعِلْ), untuk semua kemungkinan sebagai berikut:
1. DM1 = au'ala (أَوْعَلَ) - yuu'ilu (يُوْعِلُ) - au'il (أَوْعِلْ)
2. DM2 = ai'ala (أَيْعَلَ) - yuu'ilu (يُوْعِلُ) - ai'il (أَيْعِلْ)
3. DN1 = af'ai (أَفْعَى) - yuf'ii (يُفْعِيْ) - af'i (أَفْعِ) - waw naqish
4. DN2 = af'ai (أَفْعَى) - yuf'ii (يُفْعِيْ) - af'i (أَفْعِ) - yaa naqish
5. DD1 = afa'-'a (أَفَعَّ) - yufi'-'u (يُفِعُّ) - afi'-'a (أَفِعَّ) atau af'i' (أَفْعِعْ)
6. DA1 = afaala (أَفَالَ) - yufiilu (يُفِيْلُ) - afil (أَفِلْ) - waw ajwaf
7. DA2 = afaala (أَفَالَ) - yufiilu (يُفِيْلُ) - afil (أَفِلْ) - yaa ajwaf
8. DS1 = af'ala (أَفْعَلَ) - yuf'ilu (يُفْعِلُ) - af'il (أَفْعِلْ)
9. DL1 = au'ai (أَوْعَى) - yuu'ii (يُوْعِيْ) - au'i (أَوْعِ)
10. DL2 = afaa-a (أَفَاءَ) - yuufii-u (يُفِيْءُ) - afi' (أَفِئْ)
11. DL3 = afai (أَفَى) - yufii (يُفِيْ) - afi (أَفِ)
12. DL4 = aa'ai (آعَى) - yu'-'ii (يُؤْعِيْ) - aa'i (آعِ)
13. DL5 = afyaa (أَفْيَا) - yufyii (يُفْيِيْ) - afyi (أَفْيِ)
14. DH1 = aa'ala (آعَلَ) - yu'-'ilu (يُؤْعِلُ) - aa'il (آعِلْ)
15. DH2 = af-ala (أَفْأَلَ) - yuf-ilu (يُفْئِلُ) - af-il (أَفْئِلْ)
16. DH3 = af'a-a (أَفْعَأَ) - yuf'i-u (يُفْعِئُ) - af'i' (أَفْعِئْ)

Sedangkan tashrif lughawiyah untuk fi'il amar (kata perintah) dari kata kerja fi'il madhi aamana (آمَنَ) dengan wazan DH1 untuk dhamir mukhaatab (orang ke-2 yang diajak bicara ) adalah sebagai berikut:
1. Anta (أنتَ) = aamin (آمِنْ)
2. Antumaa (أنتما) = aaminaa (آمِنَا) untuk 2-laki2 orang ke-2
3. Antum (أنتم) = aaminuu (آمِنُوْا)
4. Anti (أنتِ) = aaminii (آمِنِيْ)
5. Antumaa (أنتما) = aaminaa (آمِنَا) untuk 2-perempuan orang ke-2
6. Antuna (أنتن) = aaminna (آمِنَّ)

Jadi kata aaminuu (ءامِنوا) = berimanlah (kalian/kamu orang ke-2 laki2 jamak) beriman, merupakan tashrif lughawiyah dari kata fi'il amar aamin (آمِن) = berimanlah (kamu orang ke-2 laki2 tunggal), dari wazan DH1 aa'ala (آعل).

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa kata kerja fi'il majhuul adalah kata kerja passive yang dibentuk atau merupakan tashrif istilahiyah dari kata kerja fi'il ma'luum (active) untuk masing2 kata kerja fi'il madhi dan fi'il mudhari'. Fi'il majhuuul membutuhkan adanya atau ada naaibul faa'il setelahnya.

Naaibul Faa'il (نائب الفاعل) adalah isim marfu' yang terletak setelah fi'il majhul untuk menunjukkan objek yang dikenai pekerjaan. 

Pada ayat ke-13 surat Al-Baqarah ini, kata aaminuu (آمِنُوا) adalah awal dari naibul faa'il atau objek dari fi'il majhul qiila (قيل). Jadi kata aaminuu (ءامِنوا) menempati posisi rafa'. Kata aaminuu (آمِنُوا) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 18 kali, sedangkan asal kata aamin (آمِن) terdapat sebanyak 36 kali dan akar kata aamana (آمن) terdapat sebanyak 879 kali.


1.0. indek = Q002013004
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 13
1.3. no kalimat = 4
2.0. Qur'anic = ءَامِنُوا
2.1. Tarjamah = berimanlah (kalian orang ke-2 laki2 jamak)
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 = 
4.3. Sisipan2 = 
5.0. Akhiran1 = وا
5.1. Tarjamah = kalian (laki2 jamak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = ءَامِنْ
6.1. Tarjamah = berimanlah (kamu laki2 tunggal)
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = آمَنَ
7.1. Tarjamah = (dia laki2 telah) beriman
7.2. Jenis kalimat = فعل

‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Sabtu, 04 Juni 2016

Q002013003 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-13, Kata "lahum")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ألآ إنّهُم همُ الْمفسدُون ولٰكن لّا يشعرُون (QS 2:12)

وإذَا قيلَ لهُم ءامنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-13 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا قيل لهُم ءامنُوا
- كمآ ءامنَ النّاسُ
- قالُوا
- أنؤمنُ
- كمآ ءامنَ السّفهآءُ
- ألآ إنّهُم
- همُ السّفهآءُ
- ولٰكن لّا يعلمُون

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-3 dari ayat ke-13 surat Al-Baqarah, yaitu kata lahum (لَهُمْ) = kepada mereka (laki2 jamak).

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa kata lahum (لهُم) = kepada mereka, terdiri dari 2 bagian atau kata berikut:
1. Huruf jar al-laam (لَ) = kepada. Huruf al-laam jar yaitu lam yang menjadi amil (menyebabkan) jar sehingga berakibat pada isim (kata benda), dhamir (kata ganti), masdar yang jatuh setelahnya. Harakat lam jar selalu kasrah (dibaca: li) kecuali di beberapa tempat dibaca la tergantung lafazh orang Arab atau tajwidnya. Berdasarkan pemakaiannya, lam jar ini memiliki fungsi dan arti yang banyak seperti, kepemilikan, takjub atau kagum, minta tolong, menegaskan dan bermakna sebab.

2. Isim dhamir hum (هُم) = mereka (laki-laki) jamak. Isim dhamir hum kadang dibaca him atau humu tergantung lafazh orang Arab atau tajwidnya, semuanya mempunyai arti yang sama yaitu mereka (laki2 jamak). Isim dhamir hum (هُم) ini menempati posisi isim majrur karena huruf jar sebelumnya.

Jadi kata lahum (لهُم) merupakan isim jar wal majrur yang dikaitkan dengan kata fi'il majhuul qiila (قيل) sebelumnya. Kata lahum (لهُم) merupakan kata ke-3 dari kalimat pertama ayat ke-13 surat Al-Baqarah. Kata lahum (لهُم) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 373 kali.

1.0. indek = Q002013003
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 13
1.3. no kalimat = 3
2.0. Qur'anic = لَهُمْ
2.1. Tarjamah = kepada mereka (jamak laki2)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = لَ
3.1. Tarjamah = kepada
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = هُم
6.1. Tarjamah =  mereka (laki2 jamak)
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Jumat, 03 Juni 2016

Q002013002 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-13, Kata "qiila")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ألآ إنّهُم همُ المفسدُون ولٰكن لّا يشعرُون (QS 2:12)

وإذَا قيل لهُم ءامنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-13 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا قيل لهُم ءامنُوا
- كمآ ءامنَ النّاسُ
- قالُوا
- أنؤمنُ
- كمآ ءامنَ السّفهآءُ
- ألآ إنّهُم
- همُ السّفهآءُ
- ولٰكن لّا يعلمُون

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-2 dari ayat ke-13 surat Al-Baqarah, yaitu kata qiila (قِيلَ) = (telah) dikatakan (oleh orang ke-3 tunggal laki2).

Sebelumnya sudah kita bahas mengenai wazan kata fi'il mujarrad yang kemasukan satu huruf 'illat baik diawal, ditengah maupun diakhir akar kata. Untuk wazan fi'il mujarrad yang kemasukan satu huruf 'illat ditengah akar kata disebut ajwaf dengan indek AA1 - AA6. Ajwaf ada dua; yang pertama yaitu ajwaf waw, yaitu huruf wazan 'ain fi'il mujarrad kemasukan huruf waw (و); yang kedua yaitu ajwaf yaa, yaitu huruf wazan 'ain fi'il mujarrad kemasukan huruf yaa (ي). Sebelumnya juga sudah kita bahas bahwa kalau huruf 'illat waw (و) atau yaa (ي) pada posisi ajwaf (ditengah akar kata) maka huruf 'illat waw (و) atau yaa (ي) berubah menjadi alif (ا).

Sebelumnya juga sudah kita bahas bahwa kata kerja fi'il majhuul adalah kata kerja passive yang dibentuk atau merupakan tashrif istilahiyah dari kata kerja fi'il ma'luum (active) untuk masing2 kata kerja fi'il madhi dan fi'il mudhari'.

Jadi kata qiila (قيلَ) adalah kata ke-2 pada kalimat pertama ayat ke-13 surat Al-Baqarah yang merupakan kata kerja fi'il madhi majhuul (pasif) dari kata kerja fi'il madhi ma'luum (aktif) qaala (قال) dengan wazan AA1 (mujarrad ajwaf waw faala (فال).
Huruf 'illat alif (ا) pada akar kata fi'il madhi ma'luum qaala (قال) berasal dari ajwaf waw (و) yaitu huruf 'ain pada akar katanya kemasukan huruf waw (و).

Sebelumnya juga sudah kita bahas bahwa huruf adat syarat idzaa (إذَا) dikaitkan dengan syarat dan jawab. Kata qiila (قيل) merupakan syarat pertama yang terletak setelah kata atau huruf adat syarat idzaa (إذَا). Kata qiila (قيل) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 49 kali, sedangkan akar kata qaala (قال) terdapat sebanyak 1722 kali.

1.0. indek = Q002013002
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 13
1.3. no kalimat = 2
2.0. Qur'anic = قِيلَ
2.1. Tarjamah = telah dikatakannya (laki2 tunggal)
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = قَالَ
6.1. Tarjamah = dia laki2 telah berkata
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = قَالَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 telah berkata
7.2. Jenis kalimat = فعل


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.



--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Kamis, 02 Juni 2016

Q002013001 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-13, Kata "waidzaa")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

ألآ إنّهُم همُ المفسدُون ولٰكن لّا يشعرُون (QS 2:12)

وإذَا قيل لهُم ءامنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ واٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-13 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا قيل لهُم ءامنُوا
- كمآ ءامنَ النّاسُ
- قالُوا
- أنؤمنُ
- كمآ ءامنَ السّفهآءُ
- ألآ إنّهُم
- همُ السّفهآءُ
- ولٰكن لّا يعلمُون

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata pertama dari ayat ke-13 surat Al-Baqarah, yaitu kata waidzaa (وَإِذَا) = dan apabila.

Huruf adat syarat merupakan huruf-huruf yang digunakan mensyaratkan sesuatu. Huruf adat syarat ada yang beramal (berfungsi) mempengaruhi i'rab kata sesudahnya dan ada juga yang tidak. Huruf adat syarat yang mempengaruhi i'rab hanya menjazamkan kata kerja fi'il saja. 

Huruf ada syarat ada beberapa yaitu sebagai berikut:
1. Huruf adat syarat yang tidak beramal atau mempengaruhi i'rab kata setelahnya, yaitu:
- Idza (إذا ) = apabila, bila
- Lau (لو) = jikalau, seandainya, sekiranya.
- Laulaa (لَوْلاَ) = seandainya. Asalnya Law (لو) ditambah dengan Laa (لا). Meski berupa gabungan namun maknanya serupa dangan Law (لو) saja 
- Lauma (لوما ) = seandainya - digunakan dengan arti dan fungsi yang serupa dengan lawlaa (لولا). 

2. Sedangkan yang menjazamkan i'rab kata sesudahnya, yaitu:
- In (إن) = jika 
- Man (من) = siapa 
- Aina (أين) = dimana
- Mahmaa (مهما) = apapun
- Ayyun (أي) = apa

Kata atau huruf adat syarat mempunyai fi'il syarat dan jawab syarat, untuk memenuhi kriteria syarat. Kalimat yang didahului dengan kata adat syarat dinamakan jumlah syarthiyyah. Apabila jawab syarat (jawab asy-syarath) dari jumlah syartiyyah dibuang, itu menunjukkan pentingnya masalah yang dibicarakan.

Perbedaan antara huruf syarat idza (إذا) dan in (إن) adalah huruf syarat idza (إذا) digunakan untuk sesuatu yang diyakini, atau diduga keras atau sering kali terjadi, sedangkan huruf adat syarat In (إن) digunakan untuk yang diragukan atau jarang terjadi. Jadi huruf adat syarat idzaa (إذَا) mempunyai makna atau berhubungan dengan waktu (zharaf zaman) yang pasti terjadi.

Zharaf adalah keterangan waktu dan tempat. Zharaf terbagi menjadi dua yaitu isim waktu dan isim tempat yang di-nashab-kan (umumnya) oleh kata kerja fi'il. Menurut kalangan orang Arab, semua zharaf (dari isim waktu atau tempat itu) dengan memperkirakan makna fii (فى) = pada (tempat) atau dalam (waktu). 

Kata waidzaa (وإذَا) pada awal atau bagian pertama dari kalimat pertama ayat ke-13 surat Al-Baqarah ini terdiri dari dua bagian sebagai berikut:
- Huruf athaf wa (وَ) = dan, yaitu huruf yang menggabungkan dua kata atau lebih (kalimat).
- Huruf adat syarat idzaa (إذا) = apabila, yaitu huruf syarat yang mempunyai makna zaman atau keterangan waktu atau zharaf zaman yang diyakini, atau diduga keras atau sering kali terjadi.

Kata waidzaa (وإذَا) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 135 kali, sedangkan asal kata idzaa (إذَا) terdapat sebanyak 468 kali.

1.0. indek = Q002013001
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 13
1.3. no kalimat = 1
2.0. Qur'anic = وَإِذَا
2.1. Tarjamah = dan apabila
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = وَ
3.1. Tarjamah = dan
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = إذَا
6.1. Tarjamah = apabila
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Rabu, 01 Juni 2016

Q002012007 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-12, Kata "yasy'uruuna")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

وإذَا قيل لهُم لا تفسدُوا فى الأرض قالُوا إنّما نحن مصلحُون (QS 2:11)

ألآ إنّهُم همُ المفسدُون ولٰكن لّا يشعرُون (QS 2:12)

Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-12 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat berikut:
- ألآ إنّهُم
- همُ الْمفسدُون
- ولٰكن لّا يشعرُون

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata terakhir dari ayat ke-12 surat Al-Baqarah, yaitu kata yasy'uruuna (يَشْعُرُوْنَ) = mereka (laki2 jamak menjadi) sadar.

Untuk mengingatkan kembali bahwa sebelumnya sudah kita bahas  wazan dari kata kerja fi'il bentuk ke-1 (dari 14) yaitu fi'il mujarrad shahih (AS1-AS8) sebagai berikut:
1. AS1 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
2. AS2 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
3. AS3 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
4. AS4 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
5. AS5 = fa'ula (َفَعُل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
6. AS6 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'ilu (يَفْعِلُ) - if'il (اِفْعِلْ)
7. AS7 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ) atau yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
8. AS8 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ) atau yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)

Kata yasy'uruuna (يشعرون) terdiri dari dua kata sebagai berikut:
- Kata yang pertama yasy'uru (يشعر) = dia laki2 sedang, akan dan senantiasa menyadari, adalah fi'il mudari' dengan wazan AS1 fa'ala (فعل) dan fi'il mudhari' yaf'ulu (يفعل). 
- Kata yang kedua adalah dhamir muttashil orang ketiga jamak laki2 al-waw (ون) = mereka (laki2 jamak), yaitu dhamir untuk tashrif lughawiyah dari kata yasy'uru (يشعر) menjadi yasy'uruuna (يشعرون).

Seperti pembahasan sebelumnya bahwa kata kerja fi'il mudhari' dengan dhamir muttashil al-waw ini dikenal sebagai salah satu fi'il af'alul khamsah (fi'il fi'il yang lima), yaitu fi'il mudhari' yang diakhiri dengan huruf 'illat dan nun.

Jadi kata yasy'uruuna (سشعرُون) adalah perubahan (tashrif) lughawiyah dari fi'il mudari' yasy'uru (يشعرُ) dengan wazan AS1 untuk faa'il orang ketiga laki2 jamak atau dhamir hum muttashil al-waw (وْن). Kata yasy'uruuna (يشعرُون) pada ayat ke-12 ini merupakan fi'il mudhari' yang dinafikan oleh huruf laa (لا) sebelumnya. 

Kata atau huruf yasy'uruuna (يشعرُون) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 21 kali, sedangkan asal kata yasy'uru (يَشْعُرُ) terdapat sebanyak 23 kali dan akar kata sya'ara (شَعَرَ) terdapat sebanyak 38 kali.

Jadi arti dari ayat ke-12 surat Al-Baqarah ini per kalimat adalah sebagai:
- ألآ إنّهُم = Ingatlah, sesungguhnya mereka 
- همُ الْمفسدُون = itulah orang-orang yang membuat kerusakan,
- ولٰكن لّا يشعرُون = akan tetapi mereka tidak sadar.

1.0. indek = Q002012007
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 12
1.3. no kalimat = 7
2.0. Qur'anic = يشعرُون
2.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak menjadi) sadar
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = وْنَ
5.1. Tarjamah = mereka laki2 jamak
5.2. Jenis kalimat = إسم
‎ء5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = يَشْعُرُ
6.1. Tarjamah = dia laki tunggal sedang, akan dan senantiasa menjadi sadar
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = شَعَرَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 tunggal telah menjadi sadar
7.2. Jenis kalimat = فعل


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah. Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim