Jumat, 12 Agustus 2016

Q002018002 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-18, Kata "bukmun")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎مثلُهُم كمثلِ الّذى استوقدَ نارًا فلمّآ أضآءَت ما حولَه٫ُ ذهبَ اللهَ بنورِهِم وتركَهُم فى ظلمٰتٍ لّا يبصرُون (QS 2:17)

‎صمٌّۢ بكمٌ عمىٌ فهُم لا يرجعُون (QS 2:18)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-18 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- صمٌّۢ بكمٌ عمىٌ 
- فهُم لا يرجعُون

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-2 dari ayat ke-18 surat Al-Baqarah, yaitu kata bukmun (بُكْمٌ) = bisu.

Untuk mengingatkan kembali bahwa sebelumnya sudah kita bahas  wazan dari kata kerja fi'il bentuk ke-1 (dari 14) yaitu fi'il mujarrad shahih (AS1-AS8) sebagai berikut:
1. AS1 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
2. AS2 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
3. AS3 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
4. AS4 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
5. AS5 = fa'ula (َفَعُل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
6. AS6 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'ilu (يَفْعِلُ) - if'il (اِفْعِلْ)
7. AS7 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ) atau yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
8. AS8 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ) atau yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)

Sebelumnya juga sudah kita bahas tentang definisi jama' dan macam-macam jama'. Jama' adalah lafadz yang menunjukkan arti lebih dari dua atau banyak, baik muannats maupun mudzakkar. Isim Jamak dibagi menjadi tiga sebagai berikut:
1. Jama' Mudzakkar Salim. Jama' mudzakar salim adalah lafadz yang menunjukkan arti lebih dari dua, mempunyai makna laki-laki dan jama' nya itu teratur. Ciri-ciri dari jama' mudzakar salim yaitu terdapat tambahan waw dan nun (ون) ketika rafa' atau huruf ya' dan nun (ين) ketika nashab maupun jer atau majrur. 

2. Jama' Muannats. Jamak Muannats Salim adalah jamak yang teratur dan menunjukkan makna perempuan yang lebih dari dua. Lafadz yang di jamakkan dengan memakai alif dan ta' (ات) yang ditambahkan diakhirnya. Dan irabnya Dhammah ketika rafa' dan kasrah ketika nashab maupun jer atau majrur. 

3. Jama' Taksir. Jamak Taksir adalah lafadz yang berubah dari bentuk mufradnya. Atau kalimat isim yang menunjukkan arti lebih dari dua dan berubah dari bentuk mufradnya, baik itu tampak atau perkiraan. Jamak taksir dapat diartikan sebagai bentuk jamak yang tidak beraturan (rusak). Jamak taksir itu untuk semua benda mati maupun hidup, mudzakkar maupun muannats. Bentuk jamak taksir ini sama'i artinya mengikuti apa yang diucapkan oleh orang arab.

Kata bukmun (بُكْمٌ) adalah kata isim jamak taksir (tidak beraturan) dari kata ashammun (أَصَمٌّ) = tuli. Kata abkamun (أَبْكَمٌ) adalah kata isim faa'il mubalaghah dari kata kerja fi'il madhi bakima (بَكِمَ) - fi'il mudhari' yabkamu (يبكمُ). Kata kerja fi'il madhi bakima (بَكِمَ) - fi'il mudhari' yabkamu (يبكمُ) adalah kata kerja fi'il mujarrad asli atau shshih bentuk ke-1 dari 14 dengan wazan fa'ila (َفَعِل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) dari fi'il tsulatsi mujarrad dengan indek AS4.

Kata bukmun (بُكْمٌ) pada ayat ke-18 ini merupakan khabar dari mubtada taqadir (kira) tapi dihapus atau tidak dituliskan yaitu mubtada hum (هُم). Jadi kata bukmun (بُكْمٌ) juga merupakan isim marfu' dengan ciri utama dhammah. Kata bukmun (بُكْمٌ) ini di dalam Al Qur'an terdapat sebanyak 2 kali, sedangkan asal abkamun (أبكم) terdapat sebanyak 2 kali dan akar kata bakima (بكم) terdapat sebanyak 6 kali.


1.0. Indek = Q002018002
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 18
1.3. No kalimat = 2
2.0. Qur'anic = بُكْمٌ
2.1. Tarjamah = bisu (jamak taksir)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = أَبْكَمٌ
6.1. Tarjamah =  bisu (mufrad)
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = بَكِمَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 tunggal telah menjadi bisu
7.2. Jenis kalimat = فعل


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Q002018001 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-18, Kata "shummun")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎مثلُهُم كمثلِ الّذى استوقدَ نارًا فلمّآ أضآءَت ما حولَه٫ُ ذهبَ اللهَ بنورِهِم وتركَهُم فى ظلمٰتٍ لّا يبصرُون (QS 2:17)

‎صمٌّۢ بكمٌ عمىٌ فهُم لا يرجعُون (QS 2:18)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-18 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- صمٌّۢ بكمٌ عمىٌ 
- فهُم لا يرجعُون

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata pertama atau kata ke-1 dari ayat ke-18 surat Al-Baqarah, yaitu kata shummun (صُمٌّ) = tuli.

Sebelumnya sudah bahas wazan kata kerja atau fi'il tsulatsi mujarrad dengan indek A atau bentuk ke-1 dari 14 yang shahih, yang kemasukan huruf illat, hamzah dan mudha'af. Berikut wazan kata kerja atau fi'il tsulatsi mujarrad yang huruf ke-2 dan ke-3 nya sama atau disebut mudha'af:
1. AD1 = fa'a'a (فَعَّ) - yafu'u'u (يَفُعُّ) - fu'a'a (فُعَّ) atau uf'u' (اُفْعُعْ)
2. AD2 = fa'a'a (فَعَّ) - yafa'u'u (يَفَعُّ) - fa'a'a (فَعَّ) atau if'a' (اِفْعَعْ)
3. AD3 = fa'a'a (فَعَّ) - yafi'u'u (يَفِعُّ) - fi'a'a (فِعَّ) atau if'i' (اِفْعِعْ)
4. AD4 = wa'a'a (فَعَّ) - yawa'u'u (يَوَعُّ) - wa'a'a (فُعَّ) atau iw'a' (اِوْعَعْ)

Sebelumnya juga sudah kita bahas tentang definisi jama' dan macam-macam jama'. Jama' adalah lafadz yang menunjukkan arti lebih dari dua atau banyak, baik muannats maupun mudzakkar. Isim Jamak dibagi menjadi tiga sebagai berikut:
1. Jama' Mudzakkar Salim. Jama' mudzakar salim adalah lafadz yang menunjukkan arti lebih dari dua, mempunyai makna laki-laki dan jama' nya itu teratur. Ciri-ciri dari jama' mudzakar salim yaitu terdapat tambahan waw dan nun (ون) ketika rafa' atau huruf ya' dan nun (ين) ketika nashab maupun jer atau majrur. 

2. Jama' Muannats. Jamak Muannats Salim adalah jamak yang teratur dan menunjukkan makna perempuan yang lebih dari dua. Lafadz yang di jamakkan dengan memakai alif dan ta' (ات) yang ditambahkan diakhirnya. Dan irabnya Dhammah ketika rafa' dan kasrah ketika nashab maupun jer atau majrur. 

3. Jama' Taksir. Jamak Taksir adalah lafadz yang berubah dari bentuk mufradnya. Atau kalimat isim yang menunjukkan arti lebih dari dua dan berubah dari bentuk mufradnya, baik itu tampak atau perkiraan. Jamak taksir dapat diartikan sebagai bentuk jamak yang tidak beraturan (rusak). Jamak taksir itu untuk semua benda mati maupun hidup, mudzakkar maupun muannats. Bentuk jamak taksir ini sama'i artinya mengikuti apa yang diucapkan oleh orang arab.

Kata shummun (صُمٌّ) adalah kata isim jamak taksir (tidak beraturan) dari kata ashammun (أَصَمٌّ) = tuli. Kata ashammun (أَصَمٌّ) adalah kata isim sifat musyabihah atas nama isim faa'il dari kata kerja fi'il madhi shamma (صمّ) - fi'il mudhari' yashammu (يصمُّ). Kata kerja fi'il madhi shamma (صمّ) - fi'il mudhari' yashammu (يصمُّ) adalah kata kerja fi'il mujarrad mudha'af bentuk ke-1 dari 14 dengan wazan fa'a-'a (فعَّ) - yafa'u'u (يفعُّ) dimana huruf ke-2 dan ke-3 nya sama dari fi'il tsulatsi mujarrad dengan indek AD2.

Kata shummun (صُمٌّ) pada ayat ke-18 ini merupakan khabar dari mubtada taqadir (kira) tapi dihapus atau tidak dituliskan yaitu mubtada hum (هُم). Jadi kata shummun (صُمٌّ) juga merupakan isim marfu' dengan ciri utama dhammah. Kata shummun (صُمٌّ) ini di dalam Al Qur'an terdapat sebanyak 3 kali, sedangkan asal ashammun (أصمّ) terdapat sebanyak 2 kali dan akar kata shamma (صمَّ) terdapat sebanyak 15 kali.


1.0. Indek = Q002018001
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 18
1.3. No kalimat = 1
2.0. Qur'anic = صُمٌّ
2.1. Tarjamah = tuli (jamak mudzakkar)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = أَصَمٌ
6.1. Tarjamah =  tuli (mufrad)
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = صَمَّ
7.1. Tarjamah = dia laki2 tunggal telah menjadi tuli
7.2. Jenis kalimat = فعل


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Rabu, 10 Agustus 2016

Q002017017 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-17, Kata "yubshiruuna")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎أولٓئك الّذين اشتروُا الضّلٰلةَ بالهدىٰ فما ربحت تّجٰرتهُم وما كانُوا مهتدِينَ  (QS 2:16)

‎مثلُهُم كمثلِ الّذى استوقدَ نارًا فلمّآ أضآءَت ما حولَه٫ُ ذهبَ اللهَ بنورِهِم وتركَهُم فى ظلمٰتٍ لّا يبصرُون (QS 2:17)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-17 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- مثلُهُم كمثلِ 
- الّذى استوقدَ نارًا
-  فلمّآ أضآءَت 
- ما حولَه٫ُ 
- ذهبَ اللهَ بنورِهِم 
- وتركَهُم فى ظلمٰتٍ 
- لّا يبصرُون 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata terakhir atau kata ke-17 dari ayat ke-17 surat Al-Baqarah, yaitu kata yubshiruuna (يُبْصِرُونَ) = mereka (laki jamak sedang, akan dan/atau senantiasa) melihat.

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa wazan dari kata kerja fi'il bentuk ke-1 (dari 14) yaitu fi'il mujarrad shahih (AS1-AS8) sebagai berikut:
1. AS1 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
2. AS2 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
3. AS3 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
4. AS4 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
5. AS5 = fa'ula (َفَعُل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
6. AS6 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'ilu (يَفْعِلُ) - if'il (اِفْعِلْ)
7. AS7 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ) atau yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
8. AS8 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ) atau yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)

Alhamdulillah, sebelumnya juga sudah kita bahas kalau wazan ke-4 (dari 14) yaitu wazan dasar dengan indek D = a'f'ala (َأَفْعَل) - yuf'ilu (يُفْعِلُ) - af'il (أَفْعِلْ), kemasukan atau tidak kemasukan huruf 'illat dan/atau hamzah, tashrif istilihiyahnya menjadi sebagai berikut:
1. DM1 = au'ala (أَوْعَلَ) - yuu'ilu (يُوْعِلُ) - au'il (أَوْعِلْ)
2. DM2 = ai'ala (أَيْعَلَ) - yuu'ilu (يُوْعِلُ) - ai'il (أَيْعِلْ)
3. DN1 = af'ai (أَفْعَى) - yuf'ii (يُفْعِيْ) - af'i (أَفْعِ) - waw naqish
4. DN2 = af'ai (أَفْعَى) - yuf'ii (يُفْعِيْ) - af'i (أَفْعِ) - yaa naqish
5. DD1 = afa'-'a (أَفَعَّ) - yufi'-'u (يُفِعُّ) - afi'-'a (أَفِعَّ) atau af'i' (أَفْعِعْ)
6. DA1 = afaala (أَفَالَ) - yufiilu (يُفِيْلُ) - afil (أَفِلْ) - waw ajwaf
7. DA2 = afaala (أَفَالَ) - yufiilu (يُفِيْلُ) - afil (أَفِلْ) - yaa ajwaf
8. DS1 = af'ala (أَفْعَلَ) - yuf'ilu (يُفْعِلُ) - af'il (أَفْعِلْ)
9. DL1 = au'ai (أَوْعَى) - yuu'ii (يُوْعِيْ) - au'i (أَوْعِ)
10. DL2 = afaa-a (أَفَاءَ) - yuufii-u (يُفِيْءُ) - afi' (أَفِئْ)
11. DL3 = afai (أَفَى) - yufii (يُفِيْ) - afi (أَفِ)
12. DL4 = aa'ai (آعَى) - yu'-'ii (يُؤْعِيْ) - aa'i (آعِ)
13. DL5 = afyaa (أَفْيَا) - yufyii (يُفْيِيْ) - afyi (أَفْيِ)
14. DH1 = aa'ala (آعَلَ) - yu'-'ilu (يُؤْعِلُ) - aa'il (آعِلْ)
15. DH2 = af-ala (أَفْأَلَ) - yuf-ilu (يُفْئِلُ) - af-il (أَفْئِلْ)
16. DH3 = af'a-a (أَفْعَأَ) - yuf'i-u (يُفْعِئُ) - af'i' (أَفْعِئْ)


Kata yubshiruuna (يُبْصِرُونَ) = mereka (jamak mudzakkar) melihat, adalah kata kerja atau fi'il mudhari' yang terdiri dari dua bagian berikut:
- Kata kerja atau fi'il mudhari' yubshiru (يبصرُ) = dia laki2 tunggal sedang, akan dan/atau senantiasa melihat. Kata yubshiru merupakan tashrif istilahiyyah dari kata kerja fi'il madhi abshara (أبصرَ) = dia laki2 tunggal telah melihat. Kata kerja abshara (أبصرَ) - yubshiru (يبصرُ) adalah kata kerja asli (shahih) bentuk ke-4 dari 14 dengan wazan af'ala (أفعلَ) - yuf'ilu (يفعلُ) atau indek DS1. Akar kata abshara (ألصرَ) -yubshiru (يبصرُ) adalah bashura (بصرَ) - yabshuru (يبصرُ) yaitu kata kerja shahih bentuk ke-1 dari 14 dengan wazan fa'ula (فعلَ) - yaf'ulu (يفعلُ) atau indeks AS5.
- Kata benda atau isim dhamir jamak mudzakkar al-waw (ونَ) = mereka (jamak mudzakkar) yang merupakan dhamir muttashil atau fa'il dengan i'rab rafa dari kata kerja fi'il mudhari' yubshiru (يبصرُ). 

Jadi kata yubshiruuna (يُبْصِرُونَ) merupakan tashrif lughawiyah dari kata yubshiru (يبصرُ). Seperti pembahasan sebelumnya bahwa kata kerja fi'il mudhari' dengan dhamir muttashil al-waw (ونَ) dikenal sebagai salah satu fi'il af'alul khamsah (fi'il fi'il yang lima), yaitu fi'il mudhari' yang diakhiri dengan huruf 'illat dan nun. Kata yubshiruuna (يُبْصِرُونَ) menempati posisi marfu' karena af'alul khamsah. 

Jadi kata yubshiruuna (يُبْصِرُونَ) dengan kata atau huruf nafiyah laa (لا) pada ayat ke-17 ini menempati posisi nashab merupakan haal (penjelasan) dari kata kerja watarakahum (وتركَهُم) sebelumnya.  Kata yubshiruuna (يُبْصِرُونَ) ini di dalam Al Qur'an terdapat sebanyak 13 kali, sedangkan asal abshiru (أبصر) terdapat sebanyak 6 kali dan akar kata bashura (بصر) terdapat sebanyak 148 kali.

Jadi arti dari ayat ke-17 surat Al-Baqarah ini adalah sebagai berikut:
- مثلُهُم كمثلِ = Perumpamaan mereka adalah seperti 
- الّذى استوقدَ نارًا = orang yang menyalakan api, 
-  فلمّآ أضآءَت = maka setelah api itu menerangi 
- ما حولَه٫ُ = sekelilingnya, 
- ذهبَ اللهَ بنورِهِم = Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka,
- وتركَهُم فى ظلمٰتٍ = dan membiarkan mereka dalam kegelapan,
- لّا يبصرُون = tidak dapat melihat.


1.0. Indek = Q002017017
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 17
1.3. No kalimat = 17
2.0. Qur'anic = يُبْصِرُونَ
2.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak sedang, akan dan senantiasa) melihat
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = ونَ
5.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = أبْصِرُ
6.1. Tarjamah =  (dia laki2 tunggal telah) melihat
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = بَصُرَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 tunggal telah melihat
7.2. Jenis kalimat = فعل


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Selasa, 09 Agustus 2016

Q002017016 (Surat Al-Baqarah, Ayat-17, Kata "laa")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎أولٓئك الّذين اشتروُا الضّلٰلةَ بالهدىٰ فما ربحت تّجٰرتهُم وما كانُوا مهتدِينَ  (QS 2:16)

‎مثلُهُم كمثلِ الّذى استوقدَ نارًا فلمّآ أضآءَت ما حولَه٫ُ ذهبَ اللهَ بنورِهِم وتركَهُم فى ظلمٰتٍ لّا يبصرُون (QS 2:17)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-17 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- مثلُهُم كمثلِ 
- الّذى استوقدَ نارًا
-  فلمّآ أضآءَت 
- ما حولَه٫ُ 
- ذهبَ اللهَ بنورِهِم 
- وتركَهُم فى ظلمٰتٍ 
- لّا يبصرُون 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-1 dari ayat ke-17 surat Al-Baqarah, yaitu kata laa (لَّا) = tidak.

Sebelumnya sudah kita bahas tentang kata laa (لا) yang terdiri dari:
1. Laa nahiyah (لا) = jangan, yaitu huruf laa yang berfungsi untuk melarang (diartikan janganlah). Ciri dari laa nahiyah adalah menjazmkan (mensukunkan) fi'il mudhari'.
2. Laa nafiyah (لا) = tidak, yaitu huruf laa yang berfungsi untuk menafikan (diartikan tidak atau belum). Ciri dari laa nafiyah adalah tidak menjazmkan (mensukunkan) fi'il mudhari'.

Laa Nahiyah ini berhubungan dengan kata fi'il mudhari' (kata kerja sekarang, akan dan kebiasaan) - tetapi tidak harus. Ciri kata Laa Nahiyah adalah huruf akhir fi'il mudhari' harus berharakat sukun (ــْــ) atau disebut menjazmkan fi'il mudhari', dengan syarat bahwa antara kata laa nahiyah dengan fi'il mudhari' yang dijamzkan tidak terpisah oleh kata lain kecuali frasa atau jumlah sibhu.

Sibhu jumlah adalah frasa atau nominal atau kata majemuk yang terdiri dari:
- Kata jer dengan isim/majrur
- Kata zharaf (keterangan waktu/tempat) dengan isim.

Sementara laa nafiyah tidak mensukunkan kata fi'il mudhari' dan tidak harus diulang (tapi boleh diulang). Laa nafiyah juga berhubungan dengan fi'il madhi (kata kerja lampau) dan harus diulang.

Jadi kata laa (لَّا) pada ayat ke-17 ini adalah huruf laa nafiyah, yaitu huruf laa yang berfungsi untuk menafikan (diartikan tidak atau belum). Ciri dari laa nafiyah adalah tidak menjazmkan (mensukunkan) fi'il mudhari'. Huruf laa (لا) dari ayat ke-17 surat Al-Baqarah ini merupakan keterangan atau haal dari kata kerja watarakahum (وتركَهُم) sebelumnya. Kata atau huruf laa (لا) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 812 kali.


1.0. Indek = Q002017016
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 17
1.3. No kalimat = 16
2.0. Qur'anic = لَّا
2.1. Tarjamah = tidak
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = لَا
6.1. Tarjamah = tidak
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Senin, 08 Agustus 2016

Q002017015 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-17, Kata "zhulumaatin")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎أولٓئك الّذين اشتروُا الضّلٰلةَ بالهدىٰ فما ربحت تّجٰرتهُم وما كانُوا مهتدِينَ  (QS 2:16)

‎مثلُهُم كمثلِ الّذى استوقدَ نارًا فلمّآ أضآءَت ما حولَه٫ُ ذهبَ اللهَ بنورِهِم وتركَهُم فى ظلمٰتٍ لّا يبصرُون (QS 2:17)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-17 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- مثلُهُم كمثلِ 
- الّذى استوقدَ نارًا
-  فلمّآ أضآءَت 
- ما حولَه٫ُ 
- ذهبَ اللهَ بنورِهِم 
- وتركَهُم فى ظلمٰتٍ 
- لّا يبصرُون 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-15 dari ayat ke-17 surat Al-Baqarah, yaitu kata zhulumaatin (ظُلُمٰتٍ) = kegelapan (jamak muannats).

Sebelumnya juga sudah kita bahas bahwa wazan dari kata kerja fi'il bentuk ke-1 (dari 14) yaitu fi'il mujarrad shahih (AS1-AS8) sebagai berikut:
1. AS1 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
2. AS2 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
3. AS3 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
4. AS4 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
5. AS5 = fa'ula (َفَعُل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
6. AS6 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'ilu (يَفْعِلُ) - if'il (اِفْعِلْ)
7. AS7 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ) atau yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
8. AS8 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ) atau yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)


Kata zhulumaatin (ظُلُمٰتٍ) = kegelapan (jamak muannats), merupakan kata benda atau isim jamak muannats dari kata benda zhulmah (ظُلْمَة) = kegelapan (mufrad muannats). Kata benda zhulmah (ظلمة) adalah isim fi'il dengan wazan fu'lah (فُعْلَة) dari kata kerja fi'il mujarrad shahih zhalima (ظَلِمَ) - yazhlamu (يَظْلَمُ), yaitu kata kerja bentuk ke-1 dari 14 dengan indek AS2.

Jadi kata zhulumaatin (ظلمٰتٍ) pada ayat ke-17 ini adalah isim majrur dengan ciri utama kasratain karena  huruf jarr fii (فى) sebelumnya. Huruf jarr fii (فى) dengan isim majrur zhulumaatin (ظلمٰتٍ) dikaitkan dengan kata kerja watarakahum (وتركَهُم) sebelumnya. Kata zhulumaatin (ظلمٰتٍ) ini di dalam Al Qur'an terdapat sebanyak 3 kali, sedangkan asal zhulmah (ظلمة) terdapat sebanyak 5 kali dan akar kata zhalima (ظَلِمَ) terdapat sebanyak 315 kali.

1.0. Indek = Q002017015
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 17
1.3. No kalimat = 15
2.0. Qur'anic = ظُلُمٰتٍ
2.1. Tarjamah = kegelapan (jamak muannats)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = ظُلْمَة
6.1. Tarjamah =  kegelapan (mufrad muannats)
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = ظَلِمَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 tunggal telah menganiaya atau berbuat zhalim
7.2. Jenis kalimat = فعل


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Minggu, 07 Agustus 2016

Q002017014 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-17, Kata "fii")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎أولٓئك الّذين اشتروُا الضّلٰلةَ بالهدىٰ فما ربحت تّجٰرتهُم وما كانُوا مهتدِينَ  (QS 2:16)

‎مثلُهُم كمثلِ الّذى استوقدَ نارًا فلمّآ أضآءَت ما حولَه٫ُ ذهبَ اللهَ بنورِهِم وتركَهُم فى ظلمٰتٍ لّا يبصرُون (QS 2:17)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-17 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- مثلُهُم كمثلِ 
- الّذى استوقدَ نارًا
-  فلمّآ أضآءَت 
- ما حولَه٫ُ 
- ذهبَ اللهَ بنورِهِم 
- وتركَهُم فى ظلمٰتٍ 
- لّا يبصرُون 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-14 dari ayat ke-17 surat Al-Baqarah, yaitu kata fii (فِى) = di, pada, dalam.

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa huruf jarr asli ada sembilan (9) dan arti dari masing-masing huruf jarr asli ini adalah sebagai berikut:
1. Min (مِنْ)  = dari
2. Ilaa (إِلىَ ) = ke
3. 'An (عَنْ) = dari, kadang sebagai isim
4. 'Alaa (عَلىَ) = di atas, kadang sebagai isim
5. Fii (فِى) = di, pada (tempat), dalam (waktu)
6. Rubba (رُبَّ) = banyak/sedikit
7. Al-baa (ب) = dengan
8. Al-kaf (ك)  = seperti, kadang sebagai isim
9. Al-laa (ل) = milik/kepunyaan


Jadi kata fii (فى) pada ayat ke-17 surat Al-Baqarah ini adalah huruf jarr asli yang akan mengkasrahkan kata setelahnya menjadi majrur. Huruf jarr fii (فى) dengan kata majrurnya dikaitkan dengan kata kerja watarakahum (وتركَهُم) sebelumnya. Di dalam Al-Qur'an, huruf fii (فى) terdapat sebanyak 1185 kali.


1.0. Indek = Q002017014
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 17
1.3. No kalimat = 14
2.0. Qur'anic = فِى
2.1. Tarjamah = di, pada, dalam
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = فِى
6.1. Tarjamah =  di, pada, dalam
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Sabtu, 06 Agustus 2016

Q002017013 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-17, Kata "watarakahum")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

‎أولٓئك الّذين اشتروُا الضّلٰلةَ بالهدىٰ فما ربحت تّجٰرتهُم وما كانُوا مهتدِينَ  (QS 2:16)

‎مثلُهُم كمثلِ الّذى استوقدَ نارًا فلمّآ أضآءَت ما حولَه٫ُ ذهبَ اللهَ بنورِهِم وتركَهُم فى ظلمٰتٍ لّا يبصرُون (QS 2:17)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-17 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- مثلُهُم كمثلِ 
- الّذى استوقدَ نارًا
-  فلمّآ أضآءَت 
- ما حولَه٫ُ 
- ذهبَ اللهَ بنورِهِم 
- وتركَهُم فى ظلمٰتٍ 
- لّا يبصرُون 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-13 dari ayat ke-17 surat Al-Baqarah, yaitu kata watarakahum (وَتَرَكَهُمْ) = dan membiarkan mereka (laki2 jamak).

Sebelumnya sudah kita bahas mengenai kata atau huruf wa (و) dapat berfungsi sebagai berikut:
- Huruf athaf wa (و) = dan, yaitu huruf penghubung kata atau kalimat sebelum dan sesudah huruf athaf wa (و).
- Huruf wa (و) isti'nafiyah (ibtidaiyah) yaitu huruf diawal kalimat, boleh diterjemahkan dan atau tidak diterjemahkan.
- Huruf wa (و) juga berfungsi sebagai qasam (sumpah) yang berarti "demi".
- Huruf wa (و) yang berfungsi sebagai haal (حال) yaitu yang menjelaskan suatu keadaan atau status yang berarti padahal atau dan.

Sebelumnya juga sudah kita bahas bahwa wazan dari kata kerja fi'il bentuk ke-1 (dari 14) yaitu fi'il mujarrad shahih (AS1-AS8) sebagai berikut:
1. AS1 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
2. AS2 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
3. AS3 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
4. AS4 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
5. AS5 = fa'ula (َفَعُل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
6. AS6 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'ilu (يَفْعِلُ) - if'il (اِفْعِلْ)
7. AS7 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ) atau yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
8. AS8 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ) atau yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)

Untuk mengingatkan kembali bahwa kata isim dhamir muttashil him (هِم) adalah mabni, yaitu tidak berubah harakat huruf terakhirnya pada posisi manapun dalam kalimat. Kata dhamir him (هِم) atau kata dhamir humu (هُمُ) berasal dari dhamir hum (هُمْ) dengan arti yang sama untuk orang ketiga jamak laki2 (mereka). 

Juga sudah kita bahas sebelumnya bahwa dalam bahasa Arab, sebuah jumlah fi'liyah (جُمْلَة فِعْلِيَّة) atau kalimat verbal atau kalimat sempurna yang mengandung kata kerja, letak faa'il (pelaku) sebagai subjek bisa di depan dan bisa pula di belakang fi'il (kata kerja) sebagai prediket. Subjek dalam bahasa Arab mempunyai alamat atau ciri utama dhammah disebut i'rab rafa'. Sedangkan prediket (maf'ul) mempunyai alamat atau ciri utama fathah disebut i'rab nashab. I'rab maf'ul bih atau objek mengikuti i'rab maf'ul (prediket) yaitu i'rab nashab.

Jadi kata watarakahum (وَتَرَكَهُمْ) = dan (dia laki2 tunggal telah) membiarkan mereka (laki2 jamak), terdiri dari tiga bagian berikut:
- Huruf athaf wa (وَ) = dan, yaitu huruf yang menghubungkan kata sebelumnya dengan huruf sesudahnya. 
- Kata kerja atau fi'il madhi takara (تَكَرَ) = membiarkan, yaitu kata kerja mabni dengan ciri fathah dan faa'il mustattir huwa (هو) menempati posisi marfu'.
- Kata isim dhamir muttashil hum (هِم) = mereka (laki2 jamak), yaitu isim mabni yang juga merupakan maf'ul bih (objek) dan menempati posisi nashab.

Kata takara (تَكَرَ) adalah fi'il madhi asli bentuk ke-1 dari 14 dengan wazan fa'ala (فَعَلَ) - yaf'ulu (يَفْعُلُ) atau indeks AS1. Kata watarakahum (وَتَرَكَهُمْ) pada ayat ke-17 ini adalah ma'uthuf dari atau  dihubungkan dengan kata fi'il madhi dzahaba (ذهبَ) sebelumnya. Kata watarakahum (وتركَهُم) ini di dalam Al Qur'an terdapat sekali saja, sedangkan asal atau akar kata taraka (ترك) terdapat sebanyak 22 kali.

1.0. Indek = Q002017013
1.1. No surat = 2
1.2. No ayat = 17
1.3. No kalimat = 13
2.0. Qur'anic = وَتَرَكَهُمْ
2.1. Tarjamah = dan (dia laki2 tunggal telah) membiarkan mereas (laki2 jamak)
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = وَ
3.1. Tarjamah = dan
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = هُم
5.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = تَرَكَ
6.1. Tarjamah =  dia laki2 tunggal telah membiarkan
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = تَرَكَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 tunggal telah membiarkan (tidak memperdulikan)
7.2. Jenis kalimat = فعل


‎الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ

Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim