Kamis, 07 Juli 2016

Q002015001 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-15, Lafazh Al-Jalalah "Allahu")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ


وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)

‎اللهُ يستهْزئُ بهِم ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم يعْمهُونَ (QS 2:15)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- اللهُ يستهْزئُ بهِم 
- ويمدُّهُم فى طغيٰنِهِم 
- يعْمهُونَ 

Insyaa Allah hari ini kita akan membahas kata pertama (ke-1) dari ayat ke-15 surat Al-Baqarah, yaitu lafazh Al-Jalalah Allahu (اللهُ) = Allah.

Telah kita bahas sebelumnya bahwa struktur kalimat dalam bahasa Arab minimal harus tersusun dari dua kata atau lebih atau disebut jumlah atau nomina atau frasa atau kata majemuk yang mempunyai makna. Berdasarkan komponen penyusunnya, ada dua jumlah atau kata majemuk bermakna, sebagai berikut:

1. Jumlah Fi'liyyah, yaitu kalimat yang diawali dengan fi'il, dengan struktur:
a. fi'il + isim.
2. Jumlah ismiyyah, yaitu kalimat yang diawali dengan isim,  dengan struktur:
a. isim + fi'il
b. isim + isim

Pada frasa atau jumlah ismiyah, isim yang pertama sebagai Mubtada dan isim yang kedua sebagai khabar. Mubtada adalah kata atau objek dalam bentuk isim yang ingin dijelaskan (diterangkan) sedangkan khabar sesuai dengan namanya adalah kabar atau penjelasan (menerangkan) dari kondisi, keadaan, jabatan, atau penjelasan dalam bentuk apapun dari objek yang sedang dijelaskan (mubtada).

Ada 3 Kaidah dalam menyusun jumlah ismiyyah: 

1. Baik mubtada maupun khabar sama-sama harus dalam keadaan rafa' (i'rab rafa') dengan ciri utama dhammah. Isim dengan i'rab rafa' disebut isim marfu'.
2. Mubtada harus isim ma'rifah, yaitu kata khusus atau tertentu dengan ciri utama atau diawali alif lam ma'rifah. Sedangkan khabar hukum asalnya adalah nakirah, kecuali untuk isim-isim yang dari asalnya ma'rifah (Isim 'Alam, Isim Isyarah, dan Dhamir)
3. Khabar harus sama dengan mubtada dari sisi jenis dan jumlah/banyaknya. Bila mubtadanya mufrad dan mudzakkar, maka khabarnya wajib mufrad dan mudzakkar. Begitupun bila mubtadanya muannats dan tastsniyah, maka khabarnya harus muannats dan tatsniyah, dan seterusnya.


Jadi lafazh Al-Jalalah Allahu (اللهُ) pada kata pertama dari ayat ke-15 surat Al-Baqarah ini merupakan mubtada dengan i'rab atau dalam keadaan rafa' (i'rab rafa') dengan ciri utama dhammah. Di dalam Al-Qur'an lafazh Al-Jalaalah Allahu (اللهُ) yang mempunyai i'rab rafa' terdapat sebanyak 985 kali.

1.0. indek = Q002015001
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 15
1.3. no kalimat = 1
2.0. Qur'anic = اللهُ
2.1. Tarjamah = Allahu
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 = 
5.6. Akhiran3 = 
6.0. Asal kalimat = الله
6.1. Tarjamah =  Allah
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = أله
7.1. Tarjamah = Tuhan
7.2. Jenis kalimat = إسم



الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Q002014016 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-14, Kata "mustahjiuuna")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

وإذَا قيلَ لهُم ءامِنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمِنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)

وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا لقُوا 
- الّذين ءامنُوا 
- قالُوٓا ءامنّا 
- وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم 
- قالُوٓا إنّا معَكم 
- إنّما نحن مستهزءُون 

Insyaa Allah hari ini kita akan membahas kata terakhir (ke-16) dari ayat ke-14 surat Al-Baqarah, yaitu kata mustahziuuna (مُيْتَهْزِءُونَ) = mereka (laki2 jamak) berolok-olok.

Alhamdulillah, sebelumnya sudah kita bahas pengelompokan wazan berdasarkan ada tidaknya tambahan huruf lain selain huruf 'illat pada akar kata yang terdiri dari 14 wazan (A sampai N). Berikut wazan (pola) tashrif (perubahan) istilahiyah dari fi'il madhi ke fi'il mudhari' dan fi'il amar (perintah) dari ke-14 wazan tersebut:
1. A = Fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (يَفْعُلُ) - uf'ulu (اُفْعُلْ)
2. B = Fa'-'ala (َفَعَّل) - yufa'-'ilu (يُفَعِّلُ) - fa'-'il (فَعِّلْ)
3. C = Faa'ala (فَاعَلَ) - yufaa'ilu (يُفَاعِلُ) - faa'il (فَاعِلْ)
4. D = A'f'ala (َأَفْعَل) - yuf'ilu (يُفْعِلُ) - af'il (أَفْعِلْ) 
5. E = Tafa'-'ala (َتَفَعَّل) - yatafa'-'alu (يَتَفَعَّلُ) - tafa'-'al (تَفَعَّلْ) 
6. F = Tafa'ala (َتَفَاعَل) - yatafa'alu (يَتَفَاعَلُ) - tafa'al (تَفَاعَلْ) 
7. G = Infa'ala (َإِنْفَعَل) - yanfa'ilu (يَنْفَعِلُ) - infa'il (اِنْفَعِلْ) 
8. H = Ifta'ala (َإِفْتَعَل) - yafya'ilu (يَفْتَعِلُ) - ifta'il (اِفْتَعِلْ) 
9. I = If'alla (اِفْعَلَّ) - yaf'allu (يَفْعَلُّ) - if'alla (اِفْعَلَّ) atau if'alil (اِفْعَلِلْ)
10. J = Istaf'ala (َإِسْتَفْعَل) - yastaf'il (يَسْتَفْعِلُ) - istaf'il (اِسْتَفْعِلْ) 
11. K = Fa'lala (َفَعْلَل) - yufa'ila (يُفَعْلِلُ) - fa'lil (فَعْلِلْ)  
12. L = Tafa'lala (َتَفَعْلَل) - yatafa'lalu (يَتَفَعْلَلُ) - tafa'lal (تَفَعْلَلْ) 
13. M = If'anlala (َاِفْعَنْلَل) - yaf'anlilu (يَفْعَنْلِلُ) - if'anlil (اِفْعَنْلِلْ) 
14. N = If'alalla (اِفْعَلَلَّ) - yaf'alillu (يَفْعَلِلُّ) - if'allil (اِفْعَلْلِلْ) 

Ke-14 wazan (dasar) diatas bisa saja kemasukan huruf 'illat dan/atau hamzah berikut pada akar katanya:
1. S = Shahih atau Salim, yaitu tidak huruf 'illat atau hamzah sama sekali: fa'ala (فعل)
2. D = Mudha'af, yaitu tidak huruf 'illat atau hamzah tetapi huruf keduanya tasdid atau saddah (berulang): fa' 'a (فعّ) atau fa'a'a (فعع)
3. M = Mitsaal, adanya 1-huruf diawal wazan sbb:
* Mitsaal waw: wa'ala (وعل)
* Mitsaal yaa: ya'ala (يعل)
4. A = Ajwaf, adanya 1-huruf 'illat di tengah wazan sbb:
* Ajwaf waw: fawala (فول)
* Ajway yaa: fayala (فيل)
5. N = Naaqish, adanya 1-huruf 'illat diakhir wazan sbb:
* Naaqish waw: fa'awa (فعو)
* Naaqish yaa: fa'aya (فعي)
6. L = Lafiif, adanya 2-huruf 'illat dan/atau hamzah pada wazan sbb:
* Lafiif maqruun (berkumpul) waw-yaa: fawaya (فوي)
* Lafiif maqruun 2-yaa: fayaya (فيّ) atau (غيب)
* Lafiif maqruun alif-hamzah: faa-a' (فاء)
* Lafiif maqruun hamzah-yaa: faa'ya (فأي)
* Lafiif mafruuq (terpisah) waw-yaa: wa'aya (وعي)
* Lafiif mafruuq hamzah-yaa: a'aya (أعي)
7. H = Mahmuuz, adanya huruf hamzah pada wazan sbb:
* Hamzah diawal: a'ala (أعل)
* Hamzah ditengah: fa-ala (فأل)
* Hamzah diakhir: fa'a-a (فعأ)

Sebelumnya sudah kita bahas wazan kata kerja mujarrad fi'il tsulatsi (3 huruf) bentuk ke-1 dari 14 yaitu yang kemasukan huruf hamzah atau mahmuuz baik di awal, tengah maupun akhir sebagai berikut:
1. AH1 = a'ala (أَعَلَ) - ya'ulu (يَأْعُلُ) - 'ul (عُلْ)
2. AH2 = a'ala (أَعَلَ) - ya'ulu (يَأْعُلُ) - uu'ul (اُؤْعُلْ)
3. AH3 = a'ala (أَعَلَ) - ya'ilu (يَأْعِلُ) - ii'il (اِئْعِلْ)
4. AH4 = a'ila (أَعِلَ) - ya'alu (يَأْعَلُ) - ii'al (اِئْعَلْ)
5. AH5 = fa ala (فَأَلَ) - yaf alu (يَفْأَلُ) - if al (اِفْأَلْ)
6. AH6 = fa ala (فَأَلَ) - yaf alu (يَفْأَلُ) - if al (اِفْأَلْ) atau fal (فَلْ)
7. AH7 = faula (فَؤُلَ) - yaf ulu (يَفْؤُلُ) - uf ul (اُفْؤُلْ)
8. AH8 = faila (فَئِلَ) - yafalu (يَفْأَلُ) - ifal (اِفْأَلْ)
9. AH9 = fa'a a (فَعَأَ) - yaf'a u (يَفْعَأُ) - if'a (اِفْعَأْ)
10. AHA = fa'u a (فَعُؤَ) - yaf'u u (يَفْعُؤُ) - uf'u (اُفْعُؤْ)
11. AHB = fa'ia (فَعِئَ) - yaf'au (يَفْعَأُ) - if'a (اِفْعَأْ)

Sedangkan kata kerja ke-10 dengan wazan Istaf'ala (َإِسْتَفْعَل) - yastaf'il (يَسْتَفْعِلُ) - istaf'il (اِسْتَفْعِلْ) bentuk shahih (salim), tasdid dan kemasukan huruf illat atau hamzah adalah sebagai berikut:
1. JM1 = istau'ala (اِسْتَوْعَلَ) - yastau'ilu (يَسْتَوْعِلُ) - istau'il (اِسْتَوْعِلْ)
2. JM2 = istai'ala (اِسْتَيْعَلَ) - yastai'ilu (يَسْتَيْعِلُ) - istai'il (اِسْتَيْعِلْ)
3. JN1 = istaf'ai (اِسْتَفْعَى) - yastaf'ii (يَسْتَفْعِيْ) - istaf'i (اِسْتَفْعِ), untuk waw naaqish
4. JN2 = istaf (اِسْتَفْعَى) - yastaf'ii (يَسْتَفْعِيْ) - istaf'i (اِسْتَفْعِ), untuk yaa naaqish
5. JD1 = istafa'-'a (اِسْتَفَعَّ) - yastafi'-'u (يَسْتَفِعُّ) - istafi'i-'a atau istaf'i' (اِسْتَفِعَّ or اِسْتَفْعِعْ)
6. JA1 = istafaala (اِسْتَفَالَ) - yastafiilu (يَسْتَفِيْلُ) - istafil (اِسْتَفِلْ)
7. JA2 = istafwala (اِسْتَفْوَلَ) - yastafwilu (يَسْتَفْوِلُ) - istafwil (اِسْتَفْوِلْ)
8. JA3 = istafaala (اِسْتَفَالَ) - yastafiilu (يَسْتَفِيْلُ) - istafil (اِسْتَفِلْ)
9. JS1 = istaf'ala (اِسْتَفْعَلَ) - yastaf'ilu (يَسْتَفْعِلُ) - istaf'il (اِسْتَفْعِلْ)
10. JL1 = istau'ai (اِسْتَوْعَى) - yastau'ii (يَسْتَوْعِيْ) - istau'i (اِسْتَوْعِ)
11. JL2 = istafaa-a (اِسْتَفَاءَ) - yastafiiu (يَسْتَفِيْءُ) - istafi' (اِسْتَفِئْ)
12. JL3 = istafyaa (اِسْتَفْيَا) - yastafyii (يَسْتَفْيِيْ) - istafyi (اِسْتَفْيِ)
13. JH1 = ista'-'ala (اِسْتَأْعَلَ) - yasta'-'ilu (يَسْتَأْعِلُ) - ista'-'il (اِسْتَأْعِلْ)
14. JH2 = istaf-ala (اِسْتَفْأَلَ) - yastaf-ilu (يَسْتَفْئِلُ) - istaf-il (اِسْتَفْئِلْ)
15. JH3 = istaf'a-a (اِسْتَفْعَأَ) - yastaf'i-u (يَسْتَفْعِئُ) - istaf'ii (اِسْتَفْعِئْ)

Kata mustahziuuna (مستهزءُون) terdiri dari dua bagian sebagai berikut:
- Kata mustahziu (مستهزئُ) = dia berolok-olok, merupakan isim shifat musyabihah atau shifat yang diserupakan dengan isim faa'il (pelaku) dari kata kerja istahza-a (استهزأَ) - yastahziu (يستهزئُ). Kata kerja istahza-a (استهزأَ) - yastahziu (يستهزئُ) merupakan fi'il mazid bentuk ke-10 dengan indek JH3 dari kata kerja haza-a (هزأ) atau hazi-a (هزئَ) - yahza-u (يهزأُ), yaitu kata kerja fi'il mujarrad bentuk ke-1 dengan indek AH9.
- Kata isim al-waw jamak (ونَ) = mereka (laki2 jamak), yaitu dhamir muttashil yang menempati posisi rafa' sebagai faa'il (pelaku) dari kata kerja fi'il mudhari'. Al-waw (ون) dikenal sebagai salah satu dari lima kata kerja yang berakhiran huruf illat dan nun (fi'il al-fa'ul khamsa).

Jadi dengan demikian kata mustahziuuna (مستهزءُون) = mereka (laki2 jamak) berolok-olok, merupakan jamak dari kata isim shifat mustahziu (مستهزئُ) = dia (laki2 tunggal) berolok-olok. Kata mustahziuuna (مستهزءُون) merupakan  isim rafa' (marfu') dan merupakan khabar dari kata mubtada dhamir munfashil nahnu (نحن) sebelumnya pada ayat ke-14 yang menempati posisi rafa'. Kata mustahziuuna (مستهزءُون) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak satu kali, sedangkan akar kata haza-a (هزء) atau (هزأ) terdapat sebanyak 34 kali.

Jadi arti dari ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini adalah sebagai berikut:
- وإذَا لقُوا = Dan bila mereka berjumpa
- الّذين ءامنُوا = dengan orang-orang yang beriman, 
- قالُوٓا ءامنّا = mereka mengatakan: "Kami telah beriman".
- وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم = Dan bila mereka kembali kepada syaitan-syaitan mereka, 
- قالُوٓا إنّا معَكم = mereka mengatakan: "Sesungguhnya kami bersama kamu (sependirian dengan kamu), 
- إنّما نحن مستهزءُون = (sesungguhnya) kami hanyalah berolok-olok" 


1.0. indek = Q002014016
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 14
1.3. no kalimat = 16
2.0. Qur'anic = مُسْتَهْزِءُونَ
2.1. Tarjamah = mereka (laki2 jamak) berolok-olok
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = ونَ
5.1. Tarjamah = mereka (laki2 janak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = مستهزءُ
6.1. Tarjamah = dia (laki2 tunggal) berolok-berolok
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = هَزَأَ
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = فعل


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Selasa, 05 Juli 2016

Q002014015 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-14, Kata "nahnu")


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

وإذَا قيلَ لهُم ءامِنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمِنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)

وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا لقُوا 
- الّذين ءامنُوا 
- قالُوٓا ءامنّا 
- وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم 
- قالُوٓا إنّا معَكم 
- إنّما نحن مستهزءُون 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-15 dari ayat ke-14 surat Al-Baqarah, yaitu kata nahnu (نَحْنُ) = kami (laki2 dan/atau perempuan jamak).

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa dhamir adalah Isim mabni yang menunjukkan kepada pihak yang berbicara atau yang diajak bicara atau pihak ke tiga (yang dibicarakan). Berdasarkan penulisannya, dhamir ada tiga macam:

1. Dhamir Munfashil adalah dhamir yang terpisah ketika dituliskan. Dhamir munfashil ada dua:
a. Dhamir rafa' munfashil, kedudukannya rafa' sebagai mubtada', khabar, fa'il atau naibul fa'il. 
b. Dhamir nashab munfashil, dii'rab pada posisi nashab maf'ul bih.

2. Dhamir muttashil adalah dhamir yang tersambung ketika dituliskan. Dhamir muttashil ada tiga macam:
a. Dhamir rafa' muttashil, selalu bersambung dengan fi'il atau kana dan saudaranya.
b. Dhamir nashab muttashil, bersambung dengan fi'il atau huruf nashab inna dan saudaranya.
c. Dhamir jar muttashil, bersambung dengan isim atau huruf jar.

3. Dhamir mustatir adalah dhamir yang tidak mempunyai bentuk yang kelihatan yang bisa diucapkan tapi tidak dituliskan.
Dhamir-dhamir mustatir ada dua macam: 
a. Dhamir mustatir wujuban, adalah dhamir yang tidak bisa ditempati oleh isim zhahir.
b. Dhamir mustatir jawazan, adalah dhamir yang bisa ditempati oleh isim zhahir. Dhamir menjadi mustatir jawazan pada semua fi'il madhi dan fi'il mudhari' yang disandarkan kepada orang ke tiga laki-laki atau perempuan tunggal (mufrad). 

Jadi kata nahnu (نحن) adalah isim dhamir munfashil rafa' sebagai faa'il. Dhamir munfashil ini seharusnya menempati posisi nashab karena huruf nashab inna (إنّ) sebelumnya (awal kalimat), tetapi karena huruf maa (ما) kaffah atau karena huruf kaffah makfufah innamaa (إنّما) yang menolak amal inna (إنّ), maka  dhamir nahnu (نحن) pada ayat ke-14 ini tetap menempati posisi rafa'. Kata nahnu (نحن) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak  86 kali.

1.0. indek = Q002014015
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 14
1.3. no kalimat = 15
2.0. Qur'anic = نَحْنُ
2.1. Tarjamah = kami (laki2 dan/atau perempuan jamak)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = نحن
6.1. Tarjamah = kami (laki2 dan/atau perempuan jamak)
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Senin, 04 Juli 2016

Q002014014 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-14, Kata "innamaa")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

وإذَا قيلَ لهُم ءامِنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمِنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)

وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا لقُوا 
- الّذين ءامنُوا 
- قالُوٓا ءامنّا 
- وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم 
- قالُوٓا إنّا معَكم 
- إنّما نحن مستهزءُون 


Insyaa Allah hari ini kita akan membahas kata ke-14 dari ayat ke-14 surat Al-Baqarah, yaitu kata innamaa (إِنَّمَا) = sesungguhnya (hanya).

Sebelumnya sudah kita bahas bahwa huruf inna (إِنَّ) dan saudara-saudaranya adalah huruf nashab, yaitu huruf yang memfathahkan mubtada atau fa'il yang tadinya isim marfu' (i'rab rafa' dengan ciri dhammah) sementara khabarnya tetap marfu'. Isim mubtada yang telah berubah menjadi nashab disebut isim inna sedangkan khabarnya disebut khabar inna. Sehingga huruf inna (إنّ) dan saudara-saudaranya disebut juga 'amil (yang memerintah atau faktor) yang merusak (nawasikh)  i'rab, disebut juga sebagai 'amil nawasikh.

Huruf nashab ada beberapa sebagai berikut:
- Inna (إِنَّ) = sesungguhnya, selalu di awal kalimat
- Anna (أَنَّ) = sesungguhnya, hanya boleh di tengah kalimat
- Lakinna (لَكِنَّ) = akan tetapi, selalu di tengah kalimat
- Kaanna (كَأَنَّ) = seperti
- Laita (لَيْتَ) = andai
- La'alla (لَعَلَّ) = supaya atau semoga

Bersambungnya atau masuknya huruf kaffah maa (ما) setelah huruf inna (إنّ) dan saudara-saudaranya atau huruf nashab, membatalkan (makfufah) pengamalan huruf inna (إنّ) dan saudara-saudaranya terhadap isim inna. Tetapi huruf maa (ما) tidak selalu membatalkan, terkadang ada juga (sangat jarang) yang pengamalannya (inna) ditetapkan.

Masuknya huruf kaffah maa (ما) pada huruf inna (إنّ) dan saudara-saudaranya mempunyai dua fungsi, sebagai berikut:
- Pencegah atau kaffah, yaitu mencegah pengamalan inna (إنّ) dan saudara-saudaranya. 
- Pemantas atau muhayyiah, yaitu memantaskan huruf inna (إنّ) dan saudara-saudaranya bisa masuk pada kalimat jumlah fi'liyah.

Kata innamaa (إنّما) = sesungguhnya hanya, terdiri dari dua kata atau huruf sebagai berikut:
- Huruf nashab inna (إنّ) = sesungguhnya, adalah salah satu huruf nashab yang merubah i'rab isim mubtada dari marfu' menjadi nashab.
- Huruf kaffah maa (ما) = hanya, yang membatalkan perubahan i'rab mubtada dari marfu' ke nashab, sehingga isim inna kembali marfu'.

Jadi kata innamaa (إنّما) disebut juga huruf kaffah makfufah, yaitu huruf yang menegaskan dan juga membatalkan perubahan i'rab isim innna. Jadi isim inna tetap marfu' bukan nashab. Kata innamaa (إِنَّمَا) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 172 kali, sedangkan kata inna (إنّ) dengan semua jenis huruf awal dan/atau huruf akhir terdapat sebanyak 1853 kali.


1.0. indek = Q002014014
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 14
1.3. no kalimat = 14
2.0. Qur'anic = إِنَّمَا
2.1. Tarjamah = sesungguhnya hanya
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = إنّ
3.1. Tarjamah = sesungguhnya
3.2. Jenis kalimat = حرف
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = 
5.1. Tarjamah = 
5.2. Jenis kalimat = 
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = ما
6.1. Tarjamah = yang, hanya
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Minggu, 03 Juli 2016

Q002014013 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-14, Kata "ma'akum")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

وإذَا قيلَ لهُم ءامِنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمِنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)

وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا لقُوا 
- الّذين ءامنُوا 
- قالُوٓا ءامنّا 
- وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم 
- قالُوٓا إنّا معَكم 
- إنّما نحن مستهزءُون 


Insyaa Allah hari ini kita akan membahas kata ke-13 dari ayat ke-14 surat Al-Baqarah, yaitu kata ma'akum (مَعَكُم) = bersama atau berserta kalian (jamak laki2).

Sebelumnya sudah kita bahas tentang isim manshub bahwa isim menjadi manshub pada 11 posisi, yaitu: 
1. Khabar kana, 
2. Isim Inna, 
3. Maf'ul Bih, 
4. Maf'ul Muthlaq, 
5. Maf'ul li Ajlih, 
6. Maf'ul Ma'ah,
7. Maf'ul Fih (Zharaf Zaman dan Makan) 
8. Hal, 
9. Mustatsna, 
10. Munada, dan 
11. Tamyiz. 
Demikian juga isim menjadi manshub apabila mengikuti isim yang manshub. 

Maf'ul fih adalah isim manshub yang disebutkan untuk menjelaskan waktu atau tempat terjadinya fi'il (yaitu menjadi jawaban dari pertanyaan "Kapan atau dimana terjadinya fi'il?"). Maf'ul fih juga dinamakan zharaf zaman apabila menunjukkan kepada waktu terjadinya fi'il dan dinamakan zharaf makan apabila menunjukkan kepada tempat terjadinya fi'il. 

Juga sudah kita singgung sedikit bahwa zharaf adalah keterangan waktu dan tempat. Zharaf terbagi menjadi dua yaitu isim waktu dan isim tempat yang menashabkan kata setelahnya. Menurut kalangan orang Arab, semua zharaf (dari isim waktu atau tempat itu) dengan memperkirakan makna fii (فى) = pada (tempat) atau dalam (waktu). Jadi; 
- Setiap lafazh yang mengandung makna fii (في) = pada/dalam, dan menunjukan waktu  maka itu adalah zharaf zaman. 
- setiap lafazh yang mengandung makna fii (في) = pada/dalam, dan menunjukan tempat maka itu adalah zharaf makan.

Sebelumnya juga sudah kita bahas bahwa dhamir muttashil berdasarkan pihak yang berbicara terdiri dari tiga jenis sebagai berikut:

A. Pihak Ketiga (yang dibicarakan) atau Ghaib, yaitu:
- Dia tunggal atau seorang laki-laki هُ - hu
- Mereka (dual atau 2 orang laki-laki) هُمَا – humaa
- Mereka (jamak atau 3 orang laki-laki atau lebih) هُمْ - hum
- Dia (tunggal atau seorang perempuan) هَ - ha
- Mereka (dual atau 2 orang perempuan) هُمَا – humaa
- Mereka (jamak atau 3 orang perempuan atau lebih) هُنَّ - hunna

B. Pihak Kedua (yang diajak bicara) atau Mukhatab, yaitu:
- Kamu (tunggal atau seorang laki-laki) كَ – ka
- Kalian (dual atau 2 orang laki-laki) كُمَا – kumaa
- Kalian (jamak atau 3 orang laki-laki atau lebih) كٌمْ - kum
- Kamu (tunggal atau seorang perempuan) كِ – ki
- Kalian (dual atau 2 orang perempuan كُمَا – kumaa
- Kalian (jamak 3 orang perempuan atau lebih) كٌنَّ -kunna

C. Pihak Kesatu (yang berbicara) atau Mutakalim, yaitu:
- Saya tunggal seorang laki-laki atau perempuan نِى - ni
- Kami dua atau lebih laki-laki dan/atau perempuan نَا – na

Kata ma'akum (معكم) = bersama atau berserta kalian atau kamu (jamak laki2), terdiri dari dua bagian kata dan/atau huruf, sebagai berikut:
- Kata ma'a (مَعَ) = bersama atau berserts, adalah isim zharaf makan karena mengandung makna fii (في) = pada/dalam, dan menunjukan tempat. Zharaf makan adalah isim manshub atau i'rabnya nashab dengan ciri utama fathah.
- Kata kum (كم) = kalian atau kamu (laki2 jamak), adalah isim dhamir muttashil yang merupakan mudhaf ilaih dari kata zharaf makan ma'a (معَ).


Jadi kata ma'akum (معكم) adalah zharaf makan atau isim keterangan tempat yang dihubungkan dengan khabar inna (إنّ) sebelumnya. Jumlah  ismiyah innaa ma'akum (إنّا معَكم) merupakan objek atau maf'ul bih dari kata qaaluu (قالُوا) sebelumnya. Kata ma'akum (معكم) merupakan bagian dari jawab syarat dari huruf adat (alat) syarat idzaa (إذَا) ke-2 pada ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini. Kata ma'akum (معكم) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 26 kali, sedangkan asal kata ma'a (معَ) terdapat sebanyak 58 kali dan asal kata ma'a (معَ)  dengan semua jenis huruf awal dan/atau huruf akhir terdapat sebanyak 178 kali.

1.0. indek = Q002014013
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 14
1.3. no kalimat = 13
2.0. Qur'anic = مَعَكُم
2.1. Tarjamah = bersama atau berserta kalian atau kamu (laki2 jamak)
2.2. Jenis kalimat = إسم
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = كُمْ
5.1. Tarjamah = kalian, kamu (laki2 jamak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = مَعَ
6.1. Tarjamah = bersama
6.2. Jenis kalimat = إسم
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Sabtu, 02 Juli 2016

Q002014012 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-14, Kata "innaa")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

وإذَا قيلَ لهُم ءامِنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمِنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)

وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا لقُوا 
- الّذين ءامنُوا 
- قالُوٓا ءامنّا 
- وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم 
- قالُوٓا إنّا معَكم 
- إنّما نحن مستهزءُون 


Insyaa Allah hari ini kita akan membahas kata ke-12 dari ayat ke-14 surat Al-Baqarah, yaitu kata innaa (إِنّا) = sesunggungnya kami (jamak laki2 dan/atau perempuan).

Kata innaa (إنّا) atau dituliskan juga sebagai innanaa (إنّنا) terdiri dari dua bagian kata dan/atau huruf, sebagai berikut:
- Huruf inna (إنّ) = sesunggungnya, adalah huruf nashab atau huruf yang menashabkan kata setelahnya dengan ciri utama fathah.
- Kata naa (نا) = kami (laki2 dan/atau perempuan jamak), adalah isim dhamir muttashil yang menempati posisi nashab atau isim inna.

Perbedaan penulisan innaa (إنّا) dengan innanaa (إنّنا) adalah karena perbedaan cara penulisan Al-Qur'an yang berdasarkan Mushaf Al-Utsmani, dimana kata innanaa (إنّنا) ditulis menjadi innaa (إنّا) tanpa berpengaruh pada artinya. Hal yang sama untuk kata innanii (إنّني) di dalam Al-Qur'an Mushaf Al-Utsmani ditulis innii (إنّي) dengan arti yang sama, yaitu sesungguhnya aku (laki2 dan/atau perempuan tunggal).

Inna (إِنَّ) dan semisalnya adalah huruf nashab yaitu huruf yang memfathahkan mubtada atau fa'il yang tadinya isim marfu' (i'rab rafa' dengan ciri dhammah) sementara khabarnya tetap marfu'. Isim mubtada yang telah berubah menjadi nashab disebut isim inna sedangkan khabarnya disebut khabar inna. Sehingga huruf inna (إنّ) dan semisalnya disebut 'amil (yang memerintah atau faktor) yang merusak (nawasikh)  i'rab, disebut juga sebagai 'amil nawasikh.

Huruf nashab ada beberapa sebagai berikut:
- Inna (إِنَّ) = sesungguhnya, selalu di awal kalimat
- Anna (أَنَّ) = sesungguhnya, hanya boleh di tengah kalimat
- Lakinna (لَكِنَّ) = akan tetapi, selalu di tengah kalimat
- Kaanna (كَأَنَّ) = seperti
- Laita (لَيْتَ) = andai
- La'alla (لَعَلَّ) = supaya atau semoga


Jadi kata innaa (إنّا) adalah huruf nashab dengan dhamir muttashil nahnu (نا) yang menempati posisi nashab sebagai mubtada atau isim inna. Kata innaa (إنّا) merupakan bagian dari jawab syarat dari huruf adat (alat) syarat idzaa (إذَا) ke-2 pada ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini. Kata innaa (إنّا) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 188 kali, sedangkan kata innanaa (إنّنا) terdapat sebanyak 6 kali dan asal kata inna (إنّ) dengan semua jenis huruf awal dan/atau huruf akhir terdapat sebanyak 1853 kali.

1.0. indek = Q002014012
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 14
1.3. no kalimat = 12
2.0. Qur'anic = إِنَّا
2.1. Tarjamah = sesungguhnya kami (laki2 dan/atau perempuan jamak)
2.2. Jenis kalimat = حرف
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 = 
3.6. Awalan3 = 
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = نَا
5.1. Tarjamah = kami (laki2 dan/atau perempuan jamak)
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = إِنّ
6.1. Tarjamah = sesungguhnya
6.2. Jenis kalimat = حرف
7.0. Akar kalimat = 
7.1. Tarjamah = 
7.2. Jenis kalimat = 


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Jumat, 01 Juli 2016

Q002014011 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-14, Kata "qaaluu")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.

بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ

وإذَا قيلَ لهُم ءامِنُوا كمآ ءامنَ النّاسُ قالُوا أنؤمِنُ كمآ ءامنَ السّفهآءُ ألآ إنّهُم همُ السّفهآءُ ولٰكن لّا يعلمُون (QS 2:13)

وإذَا لقُوا الّذين ءامنُوا قالُوٓا ءامنّا وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم قالُوٓا إنّا معَكم إنّما نحن مستهزءُون (QS 2:14)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.

Ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut:
- وإذَا لقُوا 
- الّذين ءامنُوا 
- قالُوٓا ءامنّا 
- وإذَا خلَوا إلىٰ شيٰطينِهِم 
- قالُوٓا إنّا معَكم 
- إنّما نحن مستهزءُون 

Insyaa' Allah pada hari ini kita akan membahas kata ke-11 dari ayat ke-14 surat Al-Baqarah, yaitu kata qaaluu (قَالُوٓا) = (mereka laki2 telah) berkata.

Sebelumnya sudah kita bahas mengenai wazan kata fi'il mujarrad yang kemasukan satu huruf 'illat baik diawal, ditengah maupun diakhir akar kata. Untuk wazan fi'il mujarrad yang kemasukan satu huruf 'illat ditengah akar kata disebut ajwaf dengan indek AA1 - AA6. Ajwaf ada dua; yang pertama yaitu ajwaf waw, yaitu huruf wazan 'ain fi'il mujarrad kemasukan huruf waw (و); yang kedua yaitu ajwaf yaa, yaitu huruf wazan 'ain fi'il mujarrad kemasukan huruf yaa (ي). Sebelumnya juga sudah kita bahas bahwa kalau huruf 'illat waw (و) atau yaa (ي) pada posisi ajwaf (ditengah akar kata) maka huruf 'illat waw (و) atau yaa (ي) berubah menjadi alif (ا).

Kata qaaluu (قالُوٓا) = mereka laki2 jamak telah berkata, terdiri dari dua bagian sebagai berikut:
- Kata qaalu (قالُ) = dia laki2 tunggal telah berkata, yaitu kata kerja fi'il madhi ma'luum (aktif) dari akar kata qaala (قال) dengan wazan AA1 (mujarrad ajwaf waw faala (فال). 
- Kata al-waw jamak (وا) = mereka laki2 jamak, yaitu dhamir muttashil yang menempati posisi rafa atau pelaku (faa'il) terhadap kata kerja qaalu (قالُ). Huruf alif (ا) pada dhamir muttashil (وا) untuk membedakan/menunjukan bahwa huruf waw jamak adalah huruf asli bukan huruf 'illat seperti kata kerja qaalu (قال).

Sebagaimana sudah kita bahas sebelumnya bahwa subjek dalam bahasa Arab mempunyai alamat atau ciri utama dhammah disebut i'rab rafa'. Perlu diketahui bahwa dalam bahasa Arab, sebuah jumlah fi'liyah (جُمْلَة فِعْلِيَّة) atau kalimat verbal atau kalimat sempurna yang mengandung kata kerja, letak faa'il (pelaku) sebagai subjek bisa di depan dan bisa pula di belakang fi'il (kata kerja) sebagai prediket. Bila fi'il mendahului faa'il maka kata kerja fi'il tetap dalam dalam bentuk mufrad (tunggal) meskipun faa'ilnya mutsanna (dual) ataupun jamak. 

Jadi kata qaaluu (قالُوا) adalah jumlah (kalimat sempurna) fi'liyah dengan dhamir muttashil al-waw jamak (وا) sebagai faa'il atau pelaku (subjek) - rafa atau marfu' dan kata kerja fi'il madhi qaalu (قالُ) sebagai prediket. Jumlah fi'liyah qaaluu (قالُوا) merupakan awal kata dari jawab syarat dari huruf adat (alat) syarat idzaa (إذَا) ke-2 pada ayat ke-14 surat Al-Baqarah ini. Kata qaaluu (قالُوا) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 332 kali, sedangkan akar kata qaala (قال) terdapat sebanyak 1722 kali.

1.0. indek = Q002014011
1.1. no surat = 2
1.2. no ayat = 14
1.3. no kalimat = 11
2.0. Qur'anic = قَالُوا
2.1. Tarjamah = mereka laki2 jamak telah berkata
2.2. Jenis kalimat = فعل
3.0. Awalan1 = 
3.1. Tarjamah = 
3.2. Jenis kalimat = 
3.3. Awalan2 =
3.6. Awalan3 =
4.0. Sisipan1 =
4.3. Sisipan2 =
5.0. Akhiran1 = وا
5.1. Tarjamah = mereka laki2 jamak
5.2. Jenis kalimat = إسم
5.3. Akhiran2 =
5.6. Akhiran3 =
6.0. Asal kalimat = قَالَ
6.1. Tarjamah = dia laki2 telah berkata
6.2. Jenis kalimat = فعل
7.0. Akar kalimat = قَالَ
7.1. Tarjamah = dia laki2 telah berkata
7.2. Jenis kalimat = فعل


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.

Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.


--

Salaaman,


Aba Abdirrahim