Jumat, 28 Oktober 2016

Q002022018 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-22, Kata "falaa")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.


بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ


يأيّهَا النّاسُ اعبدُوا۟ ربَّكمُ الّذِى خلقَكمْ والّذينَ من قبلِكُمْ لعلَّكمْ تتّقُونَ (QS 2:21)


الّذِى جعلَ لكمُ الأرضَ فرٰشًا والسّمَآءَ بنآءً وأنزلَ منَ السّمآءِ مآءً فأخرجَ بهِۦ منَ الثّمرٰتِ رزقًا لّكمْ ۖ فلَا تجعلُوا۟ للهِ أندادًا وأنتمْ تعلمُونَ (QS 2:22)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senatiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.


Ayat ke-22 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut: 

  • الّذِى = (Dialah) yang 
  • جعلَ = menjadikan
  • لكمُ الأرضَ = bumi bagimu 
  • فرٰشًا والسّمآءَ بنآءً = sebagai hamparan dan langit sebagai atap,  
  • وأنزلَ منَ السّمآءِ مآءً = dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, 
  • فأخرجَ بهِۦ منَ الثّمرٰتِ = lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan 
  • رزقًا لّكمْ ۖ = sebagai rezeki untukmu; 
  • فلَا تجعلُوا۟ = karena itu janganlah kamu 
  • للهِ أندادًا = mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, 
  • وأنتمْ تعلمُونَ = padahal kamu mengetahui.


Insyaa' Allah, pada hari ini kita akan membahas kata ke-18 dari ayat ke-22 surat Al-Baqarah, yaitu kata falaa (فَلَا) = maka atau karena itu janganlah.


Huruf fa (فَ) di dalam tata bahasa atau ilmu nahwu bisa berperan sebagai berikut:

  1. Huruf 'athaf fa (فَ) = kemudian atau maka, yaitu huruf penguhubung yang berurutan tanpa tenggang waktu dan bisa masuk ke isim atau fi'il.
  2. Huruf nashab atau sababiyah fa (فَ) = sehingga atau mengakibatkan, yaitu huruf yang masuk pada fi'il mudhari' kemudian menashabkan fi'il tersebut. Memberi faidah bahwa yang sebelumnya merupakan sebab bagi yang setelahnya dan harus didahului oleh thalab atau nafi. 
  3. Huruf ibtida' atau isti'naafiyah fa (فَ) = maka, yaitu yang terletak pada jawab syarat. 


Sebelumnya juga sudah kita bahas tentang kata atau huruf laa (لا) yang terdiri dari:

  1. Laa nahiyah (لا) = jangan, yaitu huruf laa yang berfungsi untuk melarang (diartikan janganlah). Ciri dari laa nahiyah adalah menjazmkan (mensukunkan) fi'il mudhari'.
  2. Laa nafiyah (لا) = tidak, yaitu huruf laa yang berfungsi untuk menafikan (diartikan tidak atau belum). Ciri dari laa nafiyah adalah tidak menjazmkan (mensukunkan) fi'il mudhari'.


Laa Nahiyah ini berhubungan dengan kata fi'il mudhari' (kata kerja sekarang, akan dan kebiasaan) - tetapi tidak harus. Ciri kata Laa Nahiyah adalah huruf akhir fi'il mudhari' harus berharakat sukun (ــْــ) atau disebut menjazmkan fi'il mudhari', dengan syarat bahwa antara kata laa nahiyah dengan fi'il mudhari' yang dijamzkan tidak terpisah oleh kata lain kecuali frasa atau jumlah sibhu. Sibhu jumlah adalah frasa atau nominal atau kata majemuk yang terdiri dari:

  • Kata jer dengan isim/majrur
  • Kata zharaf (keterangan waktu/tempat) dengan isim.


Sementara laa nafiyah tidak mensukunkan kata fi'il mudhari' dan tidak harus diulang (tapi boleh diulang). Laa nafiyah juga berhubungan dengan fi'il madhi (kata kerja lampau) dan harus diulang.


Jadi kata falaa (فَلَا) = maka janganlah, terdiri dari dua kata berikut:

  • Huruf ibtida' atau isti'naafiyah fa (فَ) = karena itu atau maka, yaitu huruf fa (فَ) yang terletak diawal kalimat. Huruf ibtida' atau  isti'naayiyah tidak mempengaruhi i'rab kata setelah.
  • Kata atau huruf nahiyah laa (لَا) = janganlah, yaitu huruf laa yang berfungsi untuk melarang (diartikan janganlah). Huruf nahiyah menjazmkan fi'il mudhari', dengan syarat bahwa antara kata laa nahiyah dengan fi'il mudhari' yang dijamzkan tidak terpisah oleh kata lain kecuali frasa atau jumlah sibhu. 


Kata falaa (فَلَا) pada ayat ke-22 surat Al-Baqarah ini, di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 156 kali, sedangkan asal kata laa (لا) dengan berbagai awalan terdapat sebanyak ribuan kali.


1.0. indek = Q002022018

1.1. no surat = 2

1.2. no ayat = 22

1.3. no kalimat = 18

2.0. Qur'anic = فَلَا

2.1. Tarjamah = maka atau katena itu janganlah 

2.2. Jenis kalimat = حرف

3.0. Awalan1 = ف

3.1. Tarjamah = maka, karena itu

3.2. Jenis kalimat = حرف

3.3. Awalan2 = 

4.0. Sisipan1 =

4.3. Sisipan2 =

5.0. Akhiran1 = 

5.1. Tarjamah = 

5.2. Jenis kalimat = 

5.3. Akhiran2 = 

5.6. Akhiran3 = 

6.0. Asal kalimat = لَا

6.1. Tarjamah = jangan

6.2. Jenis kalimat = حرف

7.0. Akar kalimat = 

7.1. Tarjamah = 

7.2. Jenis kalimat = 


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.


Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.



--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Kamis, 27 Oktober 2016

Q002022017 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-22, Kata "lakum")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.


بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ


يأيّهَا النّاسُ اعبدُوا۟ ربَّكمُ الّذِى خلقَكمْ والّذينَ من قبلِكُمْ لعلَّكمْ تتّقُونَ (QS 2:21)


الّذِى جعلَ لكمُ الأرضَ فرٰشًا والسّمَآءَ بنآءً وأنزلَ منَ السّمآءِ مآءً فأخرجَ بهِۦ منَ الثّمرٰتِ رزقًا لّكمْ ۖ فلَا تجعلُوا۟ للهِ أندادًا وأنتمْ تعلمُونَ (QS 2:22)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senantiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.


Ayat ke-22 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut: 

  • الّذِى = (Dialah) yang 
  • جعلَ = menjadikan
  • لكمُ الأرضَ = bumi bagimu 
  • فرٰشًا والسّمآءَ بنآءً = sebagai hamparan dan langit sebagai atap,  
  • وأنزلَ منَ السّمآءِ مآءً = dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, 
  • فأخرجَ بهِۦ منَ الثّمرٰتِ = lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan 
  • رزقًا لّكمْ ۖ = sebagai rezeki untukmu; 
  • فلَا تجعلُوا۟ = karena itu janganlah kamu 
  • للهِ أندادًا = mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, 
  • وأنتمْ تعلمُونَ = padahal kamu mengetahui.


Insyaa' Allah, pada hari ini kita akan membahas kata ke-17 dari ayat ke-22 surat Al-Baqarah, yaitu kata lakum (لَّكُمْ) = bagi kamu atau kalian (laki2 jamak).


Sebelumnya sudah kita bahas bahwa huruf jarr asli ada sembilan (9) dan arti dari masing-masing huruf jarr asli ini adalah sebagai berikut:

  1. Min (مِنْ)  = dari
  2. Ilaa (إِلىَ ) = ke
  3. 'An (عَنْ) = dari, kadang sebagai isim
  4. 'Alaa (عَلىَ) = di atas, kadang sebagai isim
  5. Fii (فِى) = di, pada (tempat), dalam (waktu)
  6. Rubba (رُبَّ) = banyak/sedikit
  7. Al-baa (ب) = dengan
  8. Al-kaf (ك)  = seperti, kadang sebagai isim
  9. Al-laa (ل) = milik/kepunyaan


Sebelumnya juga sudah kita bahas bahwa dhamir Muttashil untuk pihak Kedua (yang diajak bicara) atau Mukhatab terdiri dari:

  • Kamu (tunggal atau seorang laki-laki) كَ – ka
  • Kalian (dual atau 2 orang laki-laki) كُمَا – kumaa
  • Kalian (jamak atau 3 orang laki-laki atau lebih) كٌمْ - kum
  • Kamu (tunggal atau seorang perempuan) كِ – ki
  • Kalian (dual atau 2 orang perempuan كُمَا – kumaa
  • Kalian (jamak 3 orang perempuan atau lebih) كٌنَّ -kunna


Kata lakumu (لَّكُمُ) = bagi kalian, terdiri dari 2 bagian atau kata berikut:

  1. Huruf jar al-laam (لَ) = kepada atau bagi. Huruf al-laam jar yaitu lam yang menjadi amil (menyebabkan) jar sehingga berakibat pada isim (kata benda), dhamir (kata ganti), masdar yang jatuh setelahnya. Harakat lam jar selalu kasrah (dibaca: li) kecuali di beberapa tempat dibaca la tergantung lafazh orang Arab atau tajwidnya. Berdasarkan pemakaiannya, lam jar ini memiliki fungsi dan arti yang banyak seperti, kepemilikan, takjub atau kagum, minta tolong, menegaskan dan bermakna sebab. Huruf jarr al-lam (ل) ini bertasdik karena dalil tajwin terhadap harakat fathatain pada kata rizqan (رزقًا) sebelumnya. 
  2. Kata benda atau isim dhamir muttashil kum (كُم) = kalian laki2 jamak, adalah pihak kedua yang diajak bicara atau mukhatab. Kata isim dhamir muttashil kum (كُم) adalah mabni (dan ma'rifat atau tertentu), yaitu tidak berubah harakat huruf terakhirnya pada posisi manapun dalam kalimat. 


Kata lakum (لَّكُم) = kepada atau bagi kalian (mudzakkar jamak = laki2 jamak), pada ayat ke-22 ini adalah kata jar wa majrur yang berhubungan atau muta'alaq terhadap kata sifat yang dihilangkan dari kata benda yang disifati rizqan (رزقًا) sebelumnya. Kata lakum (لَكُمْ) di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 598 kali, sedangkan isim dhamir kum (كُم) terdapat pada 2291 kata majemuk dan/atau kalimat.


1.0. indek = Q002022017

1.1. no surat = 2

1.2. no ayat = 22

1.3. no kalimat = 17

2.0. Qur'anic = لَكُمْ

2.1. Tarjamah = bagi kamu atau kalian (laki2 jamak)

2.2. Jenis kalimat = إسم

3.0. Awalan1 = لَ

3.1. Tarjamah = bagi, kepafa

3.2. Jenis kalimat = حرف

3.3. Awalan2 = 

4.0. Sisipan1 =

4.3. Sisipan2 =

5.0. Akhiran1 = 

5.1. Tarjamah = 

5.2. Jenis kalimat = 

5.3. Akhiran2 = 

5.6. Akhiran3 = 

6.0. Asal kalimat = كُمْ

6.1. Tarjamah = kamu atau kalian (laki2 jamak.

6.2. Jenis kalimat = إسم

7.0. Akar kalimat = 

7.1. Tarjamah = 

7.2. Jenis kalimat = 


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.


Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.



--

Salaaman,


Aba Abdirrahim

Rabu, 26 Oktober 2016

Q002022016 (Surat Al-Baqarah, Ayat ke-22, Kata "rizqan")

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.


بسمِ اللهِ الرّحمٰنِ الرّحيمِ


يأيّهَا النّاسُ اعبدُوا۟ ربَّكمُ الّذِى خلقَكمْ والّذينَ من قبلِكُمْ لعلَّكمْ تتّقُونَ (QS 2:21)


الّذِى جعلَ لكمُ الأرضَ فرٰشًا والسّمَآءَ بنآءً وأنزلَ منَ السّمآءِ مآءً فأخرجَ بهِۦ منَ الثّمرٰتِ رزقًا لّكمْ ۖ فلَا تجعلُوا۟ للهِ أندادًا وأنتمْ تعلمُونَ (QS 2:22)


Alhamdulillahi wasyukurillahi 'alaa ni'matillahi. Segala puji dan syukur bagi Allah atas segala nikhmat, baik nikhmat iman, nikhmat Islam dan nikhmat kelezatan dunia yang Allah berikan pada kita. Salawat dan salam kita ucapkan kepada junjungan kita, Nabi dan Rasul yang mulia Muhammad SAW dan keluarga Beliau, kepada para Sahabat RA, para Tabi'in, Tabiut Tabiahum dan kepada semua ummat Islam dimanapun berada sepanjang zaman. Semoga kita semua dapat senantiasa istiqamah menegakkan ajaran Islam sampai akhir hayat nanti, aamiin yaa Rabb al'aalamiin.


Ayat ke-22 surat Al-Baqarah ini terdiri dari beberapa bagian kalimat sebagai berikut: 

  • الّذِى = (Dialah) yang 
  • جعلَ = menjadikan
  • لكمُ الأرضَ = bumi bagimu 
  • فرٰشًا والسّمآءَ بنآءً = sebagai hamparan dan langit sebagai atap,  
  • وأنزلَ منَ السّمآءِ مآءً = dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, 
  • فأخرجَ بهِۦ منَ الثّمرٰتِ = lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan 
  • رزقًا لّكمْ ۖ = sebagai rezeki untukmu; 
  • فلَا تجعلُوا۟ = karena itu janganlah kamu 
  • للهِ أندادًا = mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, 
  • وأنتمْ تعلمُونَ = padahal kamu mengetahui.


Insyaa' Allah, pada hari ini kita akan membahas kata ke-16 dari ayat ke-22 surat Al-Baqarah, yaitu kata rizqan (رِزْقًا) = (sebagai) rezeqi.


Sebelumnya sudah kita bahas bahwa wazan dari kata kerja fi'il bentuk ke-1 (dari 14) yaitu fi'il mujarrad shahih (AS1-AS8) sebagai berikut:

  1. AS1 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
  2. AS2 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
  3. AS3 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
  4. AS4 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ)
  5. AS5 = fa'ula (َفَعُل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)
  6. AS6 = fa'ila (َفَعِل) - yaf'ilu (يَفْعِلُ) - if'il (اِفْعِلْ)
  7. AS7 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ) atau yaf'ilu (ُيَفْعِل) - if'il (اِفْعِلْ)
  8. AS8 = fa'ala (َفَعَل) - yaf'alu (ُيَفْعَل) - if'al (اِفْعَلْ) atau yaf'ulu (ُيَفْعُل) - uf'ul (اُفْعُلْ)


Kata rizqan (رِزْقًا) adalah kata benda isim nashab dengan ciri cabang atau fa'riyyah huruf alif (ا). Kata  isim nashab rizqan (رِزْقًا) berasal dari benda rizqun (وِزْقٌ) = rezeqi, dengan wazan fi'lun (فِعْلٌ). Kata benda rezqun (وِزْقٌ) berasal dari kata kerja razaqa (رَزَقَ) = dia laki2 tunggal telah menyediakan atau memberi. Kata kerja razaqa (رَزَقَ) - yarzuqu (يَرْزُقُ) adalah kata kerja fi'il tsulatsi mujarrad asli bentuk ke-1 dari 14 dengan wazan fa'ala (َفَعَل) - yaf'ulu (ُيَفْعُل) atau indek AS1. 


Kata benda isim nashab rizqan (رِزْقًا) pada ayat ke-22 surat Al-Baqarah ini merupakan maf'ul bih atau objek dari kata kerja fi'il madhi mujarrad fa-akhraja (فأخرجَ) sebelumnya. Kata benda rizqan (رِزْقًا) pada ayat ke-22 ini di dalam Al-Qur'an terdapat sebanyak 16 kali, sedangkan asal kata rizq  (رِزْق) terdapat sebanyak 55 kali dan akar kata razaqa (رَزَقَ) terdapat sebanyak 123 kali.


1.0. indek = Q002022016

1.1. no surat = 2

1.2. no ayat = 22

1.3. no kalimat = 16

2.0. Qur'anic = رِزْقًا

2.1. Tarjamah = (sebagai) rezeqi

2.2. Jenis kalimat = إسم

3.0. Awalan1 = 

3.1. Tarjamah = 

3.2. Jenis kalimat = 

3.3. Awalan2 = 

4.0. Sisipan1 =

4.3. Sisipan2 =

5.0. Akhiran1 = 

5.1. Tarjamah = 

5.2. Jenis kalimat = 

5.3. Akhiran2 = 

5.6. Akhiran3 = 

6.0. Asal kalimat = رِزْقٌ

6.1. Tarjamah = rezeqi

6.2. Jenis kalimat = إسم

7.0. Akar kalimat = رَزَقَ

7.1. Tarjamah = dia laki2 tunggal telah menyediakan atau memberi

7.2. Jenis kalimat = فعل


الحمدُ للّـهِ ربِّ العٰلمِينَ


Maha suci Engkau yaa Allah, dan segala puji bagi-Mu. Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah (dan saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah). Saya mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu yaa Allah.


Semoga bermamfa'at, wallahu a'lamu bish-shawaabi.



--

Salaaman,


Aba Abdirrahim